
Mereka memperhatikan Doni yang turun dari mobil dan masuk ke rumah kosong sendirian dengan nasi bungkus di tangan nya.
"Oke kita turun sekarang" Kata Hary sambil membuka safety bell nya.
"Tidak, jangan semua, biar aku sendirian kesana, yang lain nya jaga-jaga disekitar sini takut nya dia kabur" Kata Anggar.
"Lo yakin mau masuk sendirian? Tanya Denis padahal Denis juga tahu dan percaya kalau Anggar pasti bisa melawan Doni karena Anggar jago karate bahkan dia sudah memegang sabuk hitam.
"Yakin lah, masa lo ngga paham gue" Jawab Anggar yang langsung turun dan mengendap-ngendap mengikuti Doni masuk.
Hary dan Mery pun menyetujui keinginan Anggar, yang penting bisa membawa Anya keluar dengan selamat.
Para pria pun semua nya turun dan berpencar di beberapa titik, sedangkan Mulan dan Mery mereka nunggu di dalam mobil, sebenar nya mereka juga pengen ikut turun, tapi para pria melarang nya jadi tinggal lah mereka di dalam mobil dengan hati yang gelisah.
Dengan mengendap-ngendap Anggar pun mulai masuk ke dalam rumah, dia melirik ke setiap sudut hingga terdengar suara yang di kenal nya berteriak di sebuah kamar, spontan Anggar pun menuju ke arah suara yang berada di suatu kamar, beruntung pintu nya terbuka jadi Anggar bisa langsung masuk tanpa di ketahui orang yang berada di dalam.
"Ba ji ngan" Seru Anggar sambil memukul tengkuk pria yang membelakangi nya, Doni pun terhuyung ke depan hingga mengenai tubuh Anya, dengan cepat Anya pun menghindar.
Doni langsung berdiri dan berbalik ke arah Anggar, dan langsung melayangkan sebuah pukulan yang sangat keras tapi sayang Anggar pun menghindar dan melayangkan lagi pukulan demi pukulan secara membabi buta dengan kemarahan yang amat sangat.
"Ba ji ngan, breng sek, Aya lo rebut dari gue, gue ikhlas, sekarang wanita yang gue suka dan gue sayang lo culik, apa salah gue ke elo" Teriak Anggar sambil memukul Doni tanpa Ampun hingga mengeluar kan darah segar dari mulut dan hidung nya.
"Salah lo kenapa selalu jadi no satu di mata semua orang, bahkan istri gue sering bandingin gue sama lo,gue ingin hidup lo hancur sehancur nya" Jawab Doni sambil menahan sakit efek pukulan yang membabi buta dari Anggar.
"Kalau lo marah ke gue kenapa lo culik Anya pe nge cut!! Teriak Anggar sambil terus memukul Doni.
__ADS_1
"Karena gue tahu lo lagi deket sama dia, karena selama ini gue selalu memantau kalian, dengan cara menghancurkan orang terdekat lo, maka elo akan hancur perlahan-lahan" Jawab Doni sambil menahan pukulan dari Anggar.
Anggar pun semakin dibuat emosi dan terus melayangkan pukulan demi pukulan hingga Doni pun terkapar lemah tak berdaya.
"Grepp"
Anya pun memeluk Anggar dari belakang yang lagi memukul Doni tanpa henti "Sudah cukup, kamu bisa membunuh nya" Teriak Anya sambil menangis.dan tanpa sadar dia manggil Anggar dengan sebutan kamu.
Anggar yang lagi dalam emosi tinggi dan memukul Doni seketika menghentikan pukulan nya dan berbalik memeluk Anya.
"Kamu ngga apa-apa kan? Tanya Anggar sambil mencium kening Anya.
Anya diam mematung dengan perlakuan Anggar kepadanya, Anya pun hanya mampu menggeleng tanpa bicara, Anya yang masih shock melihat Anggar memukuli Doni tanpa ampun sekarang lebih shock lagi dengan perlakuan Anggar kepada dirinya.
Anggar yang masih memeluk Anya masih betah dengan pelukan nya, Anya sendiri merasakan ada ketenangan dan kenyamanan berada di pelukan Anggar hingga mereka masih saling peluk dan melupakan Doni yang mulai berdiri dan mau menusuk Anggar dari belakang dengan pisau kecil yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
Doni pun berlari keluar setelah menusuk Rico, tapi sayang seribu sayang niat hati Doni mau kabur, diluar sudah menunggu Denis dan Hary, pukulan dari Denis pun melayang dan tepat mengenai wajah nya, tidak berapa lama Hary yang sudah gatal dari siang pun melayangkan satu pukulan yang membuat Doni mengeluarkan darah segar dari mulut nya untuk yang kesekian kali nya dan berakhir jatuh ke lantai.
Denis pun memelintir tangan Doni kebelakang, lalu diajak nya berdiri setelah tangan Doni di kunci oleh Denis, Doni kaget melihat Hary di depan nya dengan penuh amarah.
"Anda? Tanya Doni dengan keadaan yang lemah.
"Ya gue,,,,lo masih ingat gue kan? Gue adalah kakak nya Anya yang lo culik, ini buat air mata ibu nya" ***Bugh***,,,satu pukulan mendarat di perut Doni, "Ini buat air mata istriku" ***Bugh***,,,satu pukulan lagi Hary layangkan ke perut Doni.
"Dan ini buat rasa sayang gue sebagai kakak nya, Hary dengan tenaga penuh, siap melayangkan pukulan nya ke perut Doni, tapi teriakan Mery menggagalkan nya.
__ADS_1
"Yang sudah cukup, kamu bisa membunuh nya" Teriak Mery yang ditemanin Mulan menghampiri mereka.
*
*
*
"Pak Rico!!! "Rico!!! Teriak mereka berdua barengan.dan melepaskan pelukan nya lalu menghampiri Rico yang sedang menutup luka tusuk sama tangan nya, Rico cuma tersenyum melihat kearah mereka berdua sambil menahan rasa sakit di perut nya.
"Ayo kita bawa Pak Rico ke rumah sakit" Kata Anya panik karena melihat darah dari perut Rico.
Anggar pun menyangga kepala nya Rico dengan paha nya, sebelah tangan Rico memegang tangan Anggar.
"Maaf kan gue yah bro, selama ini gue telah menyimpan rasa dendam dan iri sama lo, dan juga terlalu ambisi hingga menyebab kan hubungan persahabatan kita hancur.
"Sudah lah ngga usah di ungkit lagi, gue udah maafin elo kok" Jawab Anggar sambil menerima pegangan tangan Rico.
"Anya maafin saya yah? Selama ini telah membuat kamu ngga nyaman" Kata Rico sambil menatap ke arah Anya.
"Udah saya maafin kok Pak, tenang saja ngga usah di pikirin" Jawab Anya sambil tersenyum.
"Anya kamu tahu? Tanya Rico sambil meringis menahan rasa sakit , Anya pun menggeleng tanda ia tidak tahu. "Cowok dingin dan pengecut ini menyukai kamu, dia sangat sayang dan mencintai kamu tapi dia tutupin dengan sikap cuex dan dingin nya, karena dia masih trauma sama nama nya perempuan" Kata Rico terbata-bata karena sudah ngga sanggup lagi menahan rasa sakit di perut nya, Anya terdiam menatap ke arah Anggar, dia kaget mendengar penjelasan dari Rico.
"Rico cukup, jangan banyak bicara lagi, gue akan bawa lo ke rumah sakit sekarang juga" Kata Anggar yang khawatir akan keadaan Rico, wajah Rico mulai pucat karena kehabisan darah yang lumayan banyak keluar, dan akhir nya Rico.
"Pak Rico!!! Rico!!! Bangun,,,,,,,,,,,,
β. β. β. β
Aduch Bestie Rico kenapa yah?
Belum juga aku dilamar sama babang Rico masa aku harus punya status baruπ€
__ADS_1
Love u all π