Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Anya kesal


__ADS_3

Berbanding balik dengan Anggar, kalau Anya ngedumel nyerocos bak emak-emak yang kaga dikasih jatah belanja, sedangkan Anggar, Senyum nya tidak luntur sama sekali, sepanjang dia berjalan senyum nya selalu terukir, mengingat kejadian beberapa menit lalu.


Denis yang kebetulan menuju ruang meeting pun melihat Anggar yang lagi senyum-senyum sendirian merasa aneh, sebab udah lama Denis tidak melihat dia senyum bahagia seperti itu, lalu Denis pun mengagetkan Anggar.


"Bro, lo kenapa? Lo, ga sakit kan? Tanya Denis sambil menyentuh kening Anggar.


"Apaan sih lo, ngagetin aja" Jawab Anggar yang kembali merubah raut wajah nya menjadi datar kembali, sambil menepis tangan Denis.


"Lah itu, senyum-senyum sendiri kayak yang kesambet." Jawab Denis santai sambil mau melangkah kan kaki nya kembali.


"Siapa yang senyum-senyum," Elak Anggar, sekilas Anggar mengingat kejadian di kantin yang ditinggalkan Denis, lalu Anggar menarik kerah kemeja Denis, otomatis Denis yang mau melangkah pun terhenti. "Maksud lo apa tadi ninggalin gue bareng cewek ga jelas di kantin, hah? lo sengaja kan? Tanya Anggar sambil membalik kan badan Denis agar menghadap dirinya. Denis pun grogi di tatap tajam seperti itu, dia langsung mencari alasan yang tepat.


"Lah kan gue udah bilang tadi, kalau gue mau mempersiapkan berkas buat meeting, kalau gue ga siapin, gue lupa, nanti gue dimarahin sama big boss, lo tahu kan kalau big boss udah marah gimana." Untung Denis pinter buat cari alasan, kalau ga pasti Anggar ngamuk.


Anggar pun diam, karena yang dikatakan Denis benar adanya, Anggar pun melepaskan cengkeraman tangan nya yang masih memegang erat kerah kemeja Anggar, Denis pun merapihkan kembali baju nya.


"Alhamdulilah, selamat,,selamat," Gumam Denis."Eh bro bentar deh? kamu tadi ngobrol apa saja sama Anya? Jiwa kepo ala emak-emak nya Denis muncul ke permukaan.


"Ga ada," Ketus Anggar.


"Ya ampun Bro, itu tuh kesempatan buat lo deket sama dia, kenapa di sia-sia in sih, kalau gue jadi lo, beuh udah kubuat dia ga bisa jauh-jauh dari gue." Kata Denis dengan semangat empat lima nya.


"Ogah banget gue deket wanita ga jelas itu, lagian kaya nya tuh anak juga manja, gue males sama cewek manja." Jawab Anggar ketus.


"Tapi lo masih normal kan Bro? Tanya Denis dengan ragu-ragu.


Anggar pun menatap tajam kearah Denis, seakan-akan dia sedang kelaparan dan mau memangsa nya. Denis pun merasa takut ditatap seperti itu sama Anggar.


"Udah ah, kuy kita ke ruangan, ntar telat lagi, simpan dulu kemarahan mu, oke." Denis pun menghindar tatapan Anggar dan mulai melangkah keruangan meeting meninggalkan Anggar dengan jari jempol nya diangkat ke atas.


*

__ADS_1


*


*


Rico pun berjalan menuju ruang meeting, dia sempat melihat Anggar dan Denis, tapi Rico tidak menghiraukan nya, dia masih mengingat kejadian beberapa menit lalu setelah keluar dari kantin.


"Flashback"


Rico pun keluar kantin setelah melihat Anggar dan Anya pergi meninggalkan kantin, dia mengikutinya dari belakang, tapi pas Anya kepleset dia lagi membelakangi Anya dan Anggar karena dipanggil Sani.


"Ric, tunggu bentar." Panggil Sani. Rico yang merasa namanya dipanggil pun langsung membalikkan badan nya dan berbicara sebentar sama Sani bertepatan dengan kepleset nya Anya. Begitu Sani pergi dan Rico membalik kan badan nya lagi terlihat dengan jelas pemandangan yang bikin hati Rico panas, Rico melihat adegan Anggar yang seperti memeluk Anya dengan mesra, Rico melihat mereka saling menatap, semakin dekat dan terus dekat, dan Rico melihat kalau Anggar mencium Anya, padahal Anggar membisikkan kata-kata yang super duper pedas sama Anya. Karena posisi Rico agak jauh dan berada dibelakang Anggar yang sedang membelakangi nya, jadi Rico tidak melihat kejadian yang sebenar nya.


"Breng sek kamu Anggar, kenapa kamu selalu merebut orang yang mau aku milikin, kenapa kamu selalu beruntung, kenapa kamu selalu unggul, aarrgghh,Oke,, fine, silahkan kamu sekarang tertawa menang, tapi lihat dan tunggu saja, sebentar lagi Anya akan menjadi milik ku dan kamu akan menangis dan meratap hingga kamu tidak mau hidup lagi di dunia ini." Gumam Rico sambil melangkah pergi menuju ruangan nya.


*


*


*


"Ternyata kamu cewek ceroboh, bisa ga sih kalau jalan itu pake mata " Kata Anggar ketus, dia menahan emosi dan mencoba menahan jantung yang sedang berdisco ria. Entah kenapa Anggar kalau ketemu apalagi berdekatan sama Anya, jantung nya selalu berdebar.


"Hay hantu jutex, dimana-mana jalan itu pake kaki bukan pake mata." Jawab Anya ga kalah ketus nya.


Anggar pun terdiam sambil terus menatap tajam kearah Anya. "Dasar cewek ga jelas, cewek ceroboh, cewek manja." Anggar bergumam tapi masih di dengar oleh Anya, lalu dia pun masuk keruangan meninggal kan Anya yang masih mode emosi tingkat tinggi.


"Dasar hantu jutex, hantu dingin datar kaya penggaris anak Tk." Anya pun bergumam sambil mengikuti langkah Anggar masuk ruangan.


*


*

__ADS_1


*


Di dalam ruangan udah ada sebagian orang yang sudah menempati tempat duduk nya masing-masing, termasuk Mulan, Denis, Sani, dan Rico, mereka semua pun kompak melihat kearah pintu masuk.


Mulan dan Denis pun tersenyum melihat keduanya, tidak dengan Rico yang sedang duduk dekat Sani, Dia memandang tajam kearah mereka, lagi-lagi Rico salah persepsi.


"Tunjuk kan terus kebersamaan kalian berdua, tapi lihat setelah ini, aku akan memisahkan kalian dan Anya akan menjadi milikku selamanya." Batin Rico dengan tatapan amarah nya, tanpa sadar dia menggenggam balpoin hingga patah.


"Lo kenapa sih Ric, perasaan hari ini lo aneh deh." Kata Sani sambil menatap Rico.


"Ga apa-apa, cuman gue lagi agak kurang enak badan saja." Rico pun mencari alasan.


"Makanya kalau malam tuh istirahat jangan cari mangsa terus, he,,he,,he,," Gurau Sani.


Rico pun cuma diam sambil terus merhatikan Anya dan Anggar.


"Nya sini, deket mbak." Panggil Mulan pada Anya.


Anya pun yang dipanggil langsung menuju kearah Mulan, sambil menekuk wajah nya.


"Kamu kenapa sih, tuh muka pake ditekuk seperti itu? Bisik Mulan.


"Siapa lagi yang suka buat aku kesal kalau bukan Sihantu jutex, pengen banget deh aku pites," Jawab Anya sambil melirik kearah Anggar.


Anggar cuek pura-pura ga melihat Anya dengan membuka berkas yang ada dihadapan nya.


⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Aduch babang Rico kayak nya butuh kopi deh, biar dia ga salah paham, terus semakin dendam.


kita kasih mawar ku ke Anya biar ga kesal lagi dia🀭

__ADS_1


Makasih all sudah mau mampir di karya perdana ku ini.


Laove u all😘***


__ADS_2