
Anggar yang melihat Anya sedih pun lalu menghampiri nya. "Ngga apa-apa sayang nanti kita coba lagi, jangan bersedih dan jangan putus asa" kata Anggar sambil memeluk dan mencium Anya.
"Mas" Anya pun menangis dalam pelukan Anggar.
"Iya sayang? Sudah ya jangan bersedih, kalau nangis gini jelek deh ayo tersenyum Yang" Anggar pun mencoba menghibur istri nya.
"Mas, aku hamil" teriak Anya bahagia sambil memberikan tespack nya ke Anggar.
"Yang? kamu ha,,,,hamil? benarkah? Anggar pun dengan kilat mengambil tespack yang berada ditangan Anya.
Antara senang, bahagia dan juga terharu bersatu dalam diri Anggar, dia langsung memeluk dan memberikan ciuman yang bertubi-tubi pada istri nya.
"Alhamdulilah ya allah, engkau mengabulkan do*a kami, makasih sayang" Anggar pun tak henti-henti nya bersyukur dan menciumi istri nya.
"Sekarang kita ke dokter ya Yang? Biar semua nya jelas dan akurat" Kata Anggar.
"Iya mas, kalau begitu aku mandi dulu, tapi kamu yang antar ya? Jawab Anya manja.
"Ya iya lah aku yang antar Yang, masa suami tetangga" jawab Anggar sambil tertawa.
"Yang? Kamu risen ya dari kerjaan, kamu fokus aja dulu ke anak kita, biar aku yang memenuhi kebutuhan kamu dan anak kita, aku juga sanggup memenuhi kebutuhan kalian berdua" kata Anggar sambil mengusap perut Anya yang masih rata.
"Tapi mas," belum juga Anya melanjutkan omongan nya, Anggar langsung memotong nya.
"Tidak ada tapi-tapi an, pokok nya hari ini kamu buat surat pengunduran diri" jawab Anggar.
Anya pun hanya bisa menuruti semua yang diucapkan suami nya, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Mereka pun sudah sampai di rumah sakit, Anggar sudah mendaftar dan lagi antri nunggu giliran dipanggil.
Sebelum pergi ke rumah sakit Anggar terlebih dahulu meminta izin ke kantor, dan kantor pun alhamdulilah mengizinkan nya.
Akhirnya giliran Anya yang dipanggil dokter, dokter pun menjelaskan apa yang diketahui nya.
"Ini ya pak, bu? Titik hitam yang super duper kecil ini adalah calon bakal jadi anak bapak, jadi saya minta sama bapak, jangan biarkan istri anda terlalu capek, banyak konsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa konsumsi suplemen ibu hamil, dan di trimester pertama ini bapak harus menahan dengan sabar jangan terlalu sering berhubungan badan dulu ya pak? Kalau pun bapak dan ibu berhubungan saya harap melakukan nya dengan pelan-pelan" Dokter pun memberikan penjelasan panjang lebar.
__ADS_1
Anggar dan Anya pun mendengarkan semua penjelasan dokter dengan seksama sambil berpegangan tangan.
"Bagaimana pak, bu,? Sampai sini mengerti? Kata bu dokter dengan senyuman yang tersungging di bibir nya.
"Mengerti bu? Jawab mereka. Dokter pun menulis kan resep vitamin buat Ayu.
"Ini vitamin yang harus ibu minum, dan setiap bulan ibu harus memeriksa kandungan secara rutin" kata dokter sambil memberikan resep pada Anggar.
"Makasih dok, kalau begitu kami permisi nanti bulan depan kami kesini lagi" kata Anggar,.
"Iya baik, hati-hati ya? Sehat-sehat ya bu? Jaga selalu istri nya ya pak? Bapak harus jadi suami siaga" jawab bu dokter.
Diperjalanan Anggar pun menepikan mobil nya di depan mini market, "Ko kesini mas? Tanya Anya.
"Kita beli susu dulu buat istri dan anak mas yang mas cintai dan mas sayangi" jawab Anggar sambil mengelus perut istri nya.
Anggar pun memilih susu yang cocok buat istrinya, dia mengambil banyak susu hamil dengan berbagai varian rasa.
"Mas ko banyak sekali? Tanya Anya sambil menatap kearah troly belanjaan.
"Sekalian buat stok Yang, biar ngga bolak balik" jawab Anggar, Anya pun hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami nya.
waktu pun berjalan Anya menikmati masa-masa menjadi ibu hamil yang dimana selalu merasakan mual muntah dan ngidam tentu nya.
Anggar pun lebih posesif menjaga istri nya, dia selalu menuruti apa yang di inginkan istrinya, walaupun lelah dan ngantuk Anggar rela malam-malam mencari makanan yang diminta istrinya.
Orangtua Anya dan orang tua Anggar sangat bahagia sekali karena mereka akan mendapatkan cucu, apalagi orangtua Anggar yang sangat mendambakan nya.
Prosesi empat bulanan pun sudah dilalui Anya, dia memilih melaksanakan acara empat bulanan di rumah orangtua nya, dan Anggar pun selalu menyetujui apapun yang di inginkan istri nya.
Semua proses selama hamil sudah Anya lalui dan Anggar selalu jadi suami siaga buat istrinya.
Hingga saat ini kehamilan Anya mendekati pasca lahiran, Anya pun memilih lahiran di jakarta, karena menurut nya dekat dengan orangtua dan mertua.
Pada malam hari Anggar lagi tidur nyenyak terbangun karena rintihan sang istri.
__ADS_1
"Mas,, sssshhhh sakit mas" kata Anya sambil memegang perut nya.
"Yang? kayak nya kamu mau melahirkan" Anggar pun berlari ke kamar orangtua nya dan memberitahukan kondisi istri nya.
"Mah, Anya mau melahirkan mah" Anggar pun teriak dan menggedor-gedor pintu kamar orangtua nya.
Bu Carlota pun langsung berlari kearah kamar Anya setelah dia membuka kan pintu kamar nya.
"Pah, siapin mobil pah, Anggar kamu siapin barang yang akan dibaw, mamah bawa Anya" Bu Carlota pun panik.
Pak Hardian pun segera menyiapkan mobil, dan Anggar menyiapkan segala yang dibutuhkan oleh istrinya nanti.
Mereka pun sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, sesampai nya ke rumah sakit Anya pun langsung dibawa ke ruangan bersalin, Anggar mendampingi Anya disamping nya.
"Mas,,,, sakit mas" teriak Anya sambil menggenggam erat tangan Raka.
Anggar pun ikut menahan rasa sakit yang Anya derita lewat genggaman dan cubitan yang keras dari Anya, Anggar cuma diam dan terus tersenyum memberi semangat.
Sedangkan orangtua Anggar saking panik nya mereka mondar mandir kaya setrikaan yang tanpa lelah kesana kemari.
Dokter pun memeriksa pembukaan pada Anya, "sabar ya bu sebentar lagi kok baru pembukaan delapan" kata dokter Anya pun cuma mengangguk.
Pah, mamah pengen masuk, pengen melihat menantu kita lahiran pah? Kata bu Carlota.
"Mamah tenang, mamah disini saja, di dalam sudah ada Anggar yang nemenin, kita berdo*a saja mah" jawab pak Hardian menenangkan istri nya.
"Dok sudah waktu nya" teriak suster yang menemani dokter untuk membantu Anya lahiran.
Dokter pun memakai sarung tangan sterial nya, "Oke, bu jangan teriak yah? Tarik nafas terus buang nafas" kata dokter sambil membenarkan posisi kaki Anya.
"Dengarkan aba-aba dari saya, oke bu tarik nafas satu, dua, tiga ayo bu dorong" teriak bu dokter.
Anya pun mengikuti arahan dari dokter, setiap dia mengejan tangan nya tidak diam, dia menjambak rambut dan menarik Anggar.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
__ADS_1
Soalnya saya lupa cara melahirkan🤭
Love u all***