
Direktur utama atau yang sering disebut big bos oleh mereka pun akhinya datang dan masuk kedalam ruangan meeting, mereka pun semua berdiri dan membungkuk kan badan nya.
Presiden utama yang bernama Pak Abraham ini usia nya sudah tidak muda lagi, tapi dia masih kelihatan segar dan berwibawa.
Meeting pun dimulai dan berjalan lancar, tiba waktunya Pak Abraham ngasih kerjaan yang ada diluar kota, diambil dari setiap divisi dan dijadikan nya rekan kerja.
"Oks pertemuan kali ini selain bahas masalah perusahaan kita ini, saya juga mau kasih kerjaan sama kalian di cabang perusahaan saya yang ada diluar kota yang baru dirintis, saya mohon kerja sama nya sama kalian untuk mengembangkan lagi cabang perusahaan yang ada di luar kota supaya berkembang seperti perusahaan ini" Pak Abraham pun menjelaskan keinginan nya.
"Maaf Pak kalau boleh tahu dikota mana yah?," Denis bertanya sambil mengangkat tangan nya sebelah.
"Daerah nya di kota Bandung" Jawab Pak Abraham, dan mereka cuma ber oh ria dalam hati sambil mengangguk kan kepalanya.
"Dan saya menunjuk, Rico dan Ayu di bagian produksi, Denis dan Mulan di bagian marketing, dan,,,,,,,,,,," Pak Abraham pun melihat satu persatu karyawan nya.
"Kamu, kamu siapa namanya? Tanya Pak Abraham sambil menunjuk ke arah Anya.
"Saya Zievanya Pak." Jawab Anya setengah gugu, soalnya Anya baru pertama kali ikut meeting dan pertama kali juga ketemu sama Pak Abraham.
"Oke,. Zievanya sama Anggar saya tugas kan kalian di bagian keuangan." Lanjut Pak Abrahm sambil menutup berkas yang ada dihadapan nya.
Anggar dan Anya pun spontan saling menatap, Anggar dengan tatapan tajam nya menatap Anya, sedangkan Anya menatap penuh kebencian sama Anggar, padahal jantung mereka lagi berdegub kencang dan berdisco ria.
"Ta,,,tapi Pak saya kan masih baru disini, saya ga yakin akan bisa menghandel pekerjaan ini" Protes Anya.
"Tidak ada tapi-tapi an, keputusan sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat" Pak Abraham pun kekeh dengan keputusan nya.
__ADS_1
"Yes, akhirnya aku bisa ketemu keluarga ku setiap hari disana" Batin Mulan, yah Bandung adalah kota asal Mulan jadi orangtua dan adek nya tinggal disana.
"Ya Allah, apa salah dan dosaku sehingga aku yang ingin menjauhi si hantu jutex, malah engkau dekatkan, aku kan benci si hantu jutex, Ya Allah." Gumam Anya yang hanya terdengar oleh Mulan, Mulan pun melipat bibir nya dan menahannya agar tidak tertawa.
"Apa-apa an Pak Abraham ini kok aku malah disatukan sama si cewek ga jelas, manja kaya gitu, awas aja kamu kalau ga becus kerja" Gumam Anggar sambil menatap tajam kearah Anya.
"Mampus lo Bro, cewek yang kamu bilang ga jelas dan manja itu ternyata jadi partner kamu nanti nya" Batin Denis sambil tersenyum penuh arti kearah Mulan, Mulan pun berkedip ke Denis, seolah-olah mereka lagi merencanakan sesuatu.
"Kenapa bukan gue sih yang partner nya Anya, kenapa harus si breng sek Anggar, Aaarrgghhh, sial,,, awas lu Anggar gue habisi lo, dan akan gue pastikan Anya akan jatuh dipelukan gue, mana keputusan Pak Abraham ga bisa diganggu gugat lagi" Batin Rico dengan mata kemarahan nya, lagi dan lagi Rico harus kalah sama Anggar.
"Alhamdulilah gue masih disini, kalau gue di pindah kan ke Bandung, gimana gue mau pdkt sama Reyna" Sani sangat bersyukur dirinya tidak ditunjuk sama Pak Abraham.
"Oke, rapat hari ini saya cukupkan sekian, dan yang saya tunjukkan barusan dua hari lagi kalian berangkat, dan dua hari mulai besok kalian diliburkan untuk menyiapkam segala sesuatu nya, semangat buat kalian, ayo kita tingkatkan lagi kinerja kita." Pak Abraham pun menutup rapat nya siang ini.
Setelah Pak Abraham melontarkan kata penutupan, Pak Abraham pun berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan meeting, yang disusul oleh sekretaris nya.
Tinggal lah Mulan, Anya, Denis dan Anggar yang masih duduk dengan pemikiran masing-masing.
"Mbak bahagia banget deh Nya di tunjuk ke Bandung, jadi mbak bisa bertemu sama keluarga mbak, udah lama mbak ga pergi ke Bandung" Kata Mulan sambik tersenyum bahagia.
"Weh kalau gitu kenalin aku sama adek nya mbak Mulan yah" Kata Denis, Denis tahu kalau Mulan punya adik perempuan.
"Kenalan aja sendiri, kan kamu udah gede, ngapain minta tolong mbak yang ngenalin" Jawab Mulan.
"Oh jadi mbak asli orang Bandung? enak dong mbak" Tanya Anya sedikit sendu.
__ADS_1
"Lo kenapa kamu sedih? Tanya Mulan yang melihat Anya kaya yang sedih.
"Aku kan jadi jauh sama keluargaku mbak" Kata Anya yang terlihat sedih, jujur Anya belum pernah jauh dari keluarga nya, makanya Anya aga mellow.
"Ga usah sedih Anya cantik,,eh,,upz maaf" Denis pun melirik kearah Anggar padahal Denis emang sengaja "Maksud aku Anya? jangan sedih yah kan ada kita-kita yang selalu ada disamping kamu, apalagi yang satu itu,," Lanjut Denis sambil menunjuk kearah Anggar dengan lidah nya yang didorong ke bagian dalam pipi.
"Apaan lo" Anggar pun melotot kearah Denis. "Baru juga ke Bandung berlagak sedih, dasar anak manja" Kata Anggar dengan ketus.
Anya ga terima dikatakan anak manja, walaupun sebenarnya emang benar dia manja, tapi manja sama keluarga nya saja "Eh maksud Pak Anggar apaan? kalau saya emang benar manja kenapa? apa peduli Bapak, hah" Jawab Anya penuh emosi.
"Eh asal Bapak tahu yah, saya juga ga mau jadi partner Bapak, si hantu jutex, hantu dingin, datar kaya penggaris anak tk gitu, nih yah Pak? Andai kata saya bisa nego, saya dari tadi juga nego sama Pak Abraham saya akan meminta yang jadi partner saya adalah Pak Rico bukan anda, jadi kalau anda tuan Anggar yang terhormat mau komplen, komplen saja sana sama Pak Abraham" Jawab Anya dengan emosi lalu Anya berdiri dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan Mulan dan yang lain nya.Angar pun mengepalkan tangan nya mendengar nama Rico disebut-sebut oleh Anya.
"Dasar cewek ga guna, cewek ga jelas, cewek manja, awas kamu kalau nanti ga becus kerja." Anggar pun pergi meninggalkan ruang meeting dengan penuh amarah.
Mulan dan Denis pun saling menatap, mereka pun tersenyum penuh arti, "Apa mbak sepemikiran ma saya? Tanya Denis sambil berdiri.
"Kayak nya" Jawab Mulan sambil melenggang pergi di susul Denis dari belakang.
β. β. β. β
***Eaaak Anggar sama Anya jadi parnert kerja
Akan kah kebencian itu selalu tumbuh dihati mereka??
Siapin bunga ma secangkir kopi bestie buat mereka, biar ga marahan terus.
__ADS_1
Love u allπ***