Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Mery pulang


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan pulang Doni pun hanya diam, Aya yang penasaran akan semua nya terus bertanya sama Doni tapi Doni mengabaikan nya, bukan Doni ngga mau cerita tapi ini masih di jalan dia takut ngga fokus nyetir.



"Tolong mas jelaskan semuanya ke aku dan jangan ada yang di tutupi lagi" Tanya Aya dengan nada kesal nya.



"Sebentar lagi nyampe, kita bahas di rumah, aku masih nyetir takut ngga fokus" Jawab Doni sambil terus fokus ke jalanan. Aya pun hanya bisa mendengus kesal.


*


*


*


"Sory Yu, kemarin sedikit urgent jadi lupa ngga ngajak kamu" Kata Mulan sambil tersenyum.


"Is sebel deh, kalian jahat emang yah? Ya udah aku mau ke kamar dulu ngambil ponsel ketinggalan" Kata Ayu sambil pergi ke kamar nya.



Semua orang yang berada di ruang tersebut tidak ada yang menyadari kalau Rico dan Sarah selalu curi-curi pandang, hanya satu orang yang menyadari akan kelakuan mereka, siapa lagi kalau bukan Denis.



"Bro lihat deh kayak nya sahabat kita yang satu itu lagi naksir cewek deh" Bisik Denis sambil nyenggol lengan Anggar, otomatis Anggar yang di bisikin pun langsung melirik ke arah Rico.



Anggar pun melirik kearah sosok perempuan yang selalu di lirik nya "Dia siapa? Bisik Anggar pada Denis.



"Sarah Karyawan bagian produksi" Bisik Denis kembali, "Kita tinggalkan mereka berdua yuk" lanjut Denis, biasa kalau soal jadi mak comblang Denis raja nya.



"Kak, kita makan siang yuk? Ajak Anggar pada Mery dan Hary.



"Oh iya yah udah waktu nya makan siang rupanya, pantesan saja kakak udah merasakan gemetar, ha,,,ha,,ha" Jawab Mery sambil tertawa.



"Pak Rico kita makan siang dulu yah? Kata Mulan sambil melangkah pergi yang diikuti oleh Mery, Hary, dan Anya



Denis pun memberi kode pada karyawan yang ada disitu, dan mereka pun paham akan kode Denis.



"Bro gue dan Anggar makan siang dulu yah, kamu ngga apa-apa kan kita tinggal" Kata Denis.



"Oke, ngga apa-apa, lagian kan ada mereka juga disini" Jawab Rico sambil melirik ke arah Sarah, Sarah yang merasa di lihatin Rico pun pura-pura tidak melihat nya.



"Sar kita makan duluan yah, kamu nanti aja nyusul, kan kamu yang di tunjuk sebagai perwakilan dari kita jadi kamu harus agak lama disini" Kata salah satu karyawan pada Sarah. Sarah pengen protes tapi ngga bisa.



"Ya udah Pak Rico kami undur diri dulu soalnya belum pada makan siang, cepet sembuh yah Pak, biar bisa masuk kerja lagi" Para karyawan pun izin pamit.

__ADS_1



"Oke,, makasih yah semua nya sudah meluangkan waktu untuk menjenguk saya" Jawab Rico sambil menjabat uluran tangan mereka.



Tinggal lah Rico berdua sama Sarah di ruang tamu itu, Sarah pun merasa canggung duduk berdua sama Rico.



"Maaf Pak Rico waktu itu saya ngga sengaja numpahin jus ke baju Bapak, dan saya sempat berpikir kalau Bapak marah dan ngga ada masuk kerja lagi" Kata Sarah sambil menunduk.



"Oh masalah itu saya sudah lupa malahan, Sarah kalau kita lagi berdua seperti ini jangan panggil Bapak yah? Saya kan bukan Bapak kamu" Jawab Rico sambil tersenyum manis.



"Cieeee,,, yang ngga mau di panggil Bapak, modus itu mah Sar, awas Sar kena rayuan nya Buaya" Kata Ayu yang kebetulan lewat mau balik ke kantor.



"Rese kamu Yu, ganggu saja, biarkan saya senang sebentar napa" Jawab Rico sambil melempar Ayu dengan tisu.



Ayu pun berlari sambil tertawa, sedangkan Sarah jangan di tanya dia malu banget mendengar celotehan Ayu sampai-sampai muka nya memerah.


*


*


*


Anggar yang duduk berhadapan sama Anya pun tak henti-henti nya menatap ke arah Anya, yang ditatap pun merasa risih dan salah tingkah.



"Ogah ah, mbak udah nyaman duduk disini" Jawab Mulan, padahal Mulan tahu kalau Anggar terus menatap Anya.



"Pak Anggar gimana dengan janji anda waktu itu, masih ingat kan Pak? Kata Mulan mengingat kan Anggar.



"Tentu lah mbak, tapi kan saya lagi mencari momen yang pas" Jawab Anggar



"Kalian ngomongin apaan sih kok aku ga paham" Tanya Anya.



"Kamu ngga usah ikut campur anak manja, makan saja" Jawab Denis.



"Is, sebel deh kalau udah kaya gini" Jawab Anya sambil menghabiskan makanan nya.



Mery dan Hary yang duduk disebelah mereka pun cuma mendengarkan ocehan mereka sambil menyantap makan siang nya.



"Bentar Yang, ada telepon dari kantor" Kata Hary sambil menggulir icon tombol hijau yang tertera di ponsel nya, Mery pun cuma mengangguk tanda mengizinkan.

__ADS_1



"Yang kita harus balik sore ini juga, di kantor ada masalah sedikit, jadi aku di wajibkan datang besok pagi" Kata Hary setelah mematikan panggilan nya.



"Sore ini? Kalau gitu sebelum pulang beli oleh-oleh dulu yah buat Vio" Jawab Mery.



"Iyah kita beli buat semua nya juga" Jawab Hary sambil tersenyum memandang istri nya.



"Dek, Kakak mau balik ke Jakarta soalnya di perusahaan kakak ipar mu lagi ada sedikit masalah dan mengharuskan hadir" Kata Mery pada Anya.



"Lo kak, tapi Adek masih kangen" Jawab Anya yang mode manja nya keluar.



"Kan misi kakak nemuin adek udah kelar, lagian Vio merengek terus nyuruh pulang, kalau masalah ibu tenang saja ibu ngga tahu kok insiden kemarin" Jawab Mery.



"Ya udah ayo Yang, kan mau beli oleh-oleh dulu, Adek baik-baik yah disini, dan kalian saya nitip Adek manja ini yah, jangan sampai kejadian kaya kemarin teulang lagi" Kata Hary sambil meluk Anya.



"Tenang Kak, sekarang adek manja kakak ini udah ada yang mau jagain dua puluh empat jam" Jawab Denis sambil melirik ke arah Anggar.



Mereka pun semua tertawa hanya Anya saja yang mengerucutkan bibir, "Apaan sih Pak Denis ini" Kata Anya sambil manyun.



"Ya sudah kakak pulang yah? Kata Mery pada Anya dan teman-teman nya.


*


*


*


Doni pun sudah duduk di ruang tamu bersama Aya sang istri. "Apa kamu mau tahu apa yang telah terjadi? Sampai muka aku babak belur seperti ini? Tanya Doni sambil menatap ke arah Aya.


"Ceritakan semua nya jangan ada yang ditutupi lagi" Jawab Aya.



"Tapi janji yah kamu ngga bakalan marah setelah mendengar semua nya" Tanya Doni memastikan.



"Aku janji apapun yang terjadi, apapun yang kamu ceritakan aku akan terima asal kamu juga janji tidak lagi menutupi setiap masalah dan selalu terbuka sama aku" Jawab Aya



Akhirnya Doni pun menceritakan semua yang telah di lakukan dari awal sampai dia sekarang duduk berdua bersama sang istri.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Hayo Bestie Aya marah ngga yah kalau Doni jujur?

__ADS_1


love u all😘***


__ADS_2