
"Ogah banget Aunty kenal cowok itu, eh asal Vio tahu ya dia itu hantu jutex, hantu dingin, datar kaya penggaris nya Vio, mana mungkin Aunty berjodoh sama dia"
"Om ganteng ngga seperti yang Aunty bilang, dia itu baik kok" Viona pun berdebat sama Anya.
Anya yang kesal pun cuma diam dan menyeruput coppe latte pesanan nya.
"Emang kamu kenal dia dek? Tanya Mery yang penasaran karena sikap adek nya.
"Dia rekan kerja adek mbak, tapi adek ga suka sama tuh hantu jutex, dia selalu buat adek emosi" Jawab Anya.
Mery pun tersenyum "Dek, menurut kakak kamu jangan terlalu membenci seseorang, apalagi cowok bisa-bisa benci nya kebalik jadi cinta lo"
"Ish amit,,,amit,,," Kata Anya sambil mengetuk-ngetuk meja.
Mery pun cuma tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya, "Ya udah kita pulang yu, nanti keburu sore lagi" Ajak Mery sambil berdiri di ikuti Anya dan Viona.
*
*
*
Anggar yang sudah sampai rumah pun langsung menata kembali baju dan yang lain nya yang akan dia bawa ke Bandung.
Merasa semuanya sudah siap Anggar pun merebahkan tubuh nya diatas kasur king size milik nya, "Rambut nya di gerai gitu ternyata lebih cantik" Gumam Anggar dalam hati sambil tersenyum.
"Oh,,,no! Kenapa gue jadi memikir kan nya? Tidak! Tidak! Ini tidak benar, gue tidak boleh memikir kan nya" Anggar pun bangkit dan pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan pikiran nya.
*
*
*
Akhirnya Anya sampai ke rumah nya, diantar Mery sang kakak "Kak mau masuk dulu ngga? Tanya Anya sambil menurunkan barang belanjaan nya.
"Ngga dek udah terlalu sore, lagian Bapak sama Ibu juga kaya nya belum pulang" Jawab Mery sambil melihat situasi rumah yang kelihatan sepi.
"Oke kalau begitu adek turun yah, makasih yah kak udah bantuin adek seharian ini? Kata Anya sambil turun dari mobil
"Dah Mbak, dah Vio" Seru Anya sambil melambaikan tangan nya.
Mery dan Vio pun balik melambaikan tangan nya lalu Mery melajukan mobil nya pergi dari rumah orang tua nya.
*
__ADS_1
*
*
Sesampai nya Anya di dalam kamar dia langsung menata barang belanjaan nya, lalu memasukan semua keperluan nya kedalam koper yang baru di belinya.
Kalau Anggar tadi teringat Anya karena cantik dengan penampilan nya, berbeda dengan Anya yang ingat akan ke jutex kan dan kata-kata Anggar yang selalu terlontar pedas level tertinggi.
"Kenapa aku selalu dipertemukan sama hantu jutex, hantu dingin, datar seperti penggaris anak tk, tuh bibir kalau ngomong pedas nya minta gue pites, aaarrgghhh!! Kenapa juga aku harus memikirkan si hantu jutex, mendingan aku mandi keramas biar si hantu jutex ngga lewat lagi di pikiran aku" Anya pun pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya.
*
*
*
Dua hari waktu istirahat yang dikasih Pak Abraham untuk mereka yang di tugaskan ke Bandung pun sudah habis, dan pagi ini mereka sudah berada di lobi perusahaan menunggu intruksi dari Pak Abraham.
Anya pun baru sampai di perusahaan, disana sudah ada rekan-rekan nya yang sudah menunggu.
"Pagi mbak, pagi semua? Sapa Anya dengan senyuman ceria nya.
"Pagi juga Anya" mereka pun serempak menjawab kecuali Anggar yang hanya diam menatap kearah nya dengan tatapan tajam dan datar. Anya pun tidak peduli dengan Anggar, lalu Anya menghampiri Mulan.
Rico yang sudah berada disitu pun menatap Anya tanpa berkedip, seakan-akan Anya adalah target makanan nya.
Anggar cuma melirik sebentar lalu dia melihat lagi ke arah Anya yang pagi itu sangat berbeda dengan penampilan nya.
"Kamu pamitan dulu ngga sama orang tua mu? Tanya Mulan.
"Ya ampun mbak,, ya iya lah aku pamit dulu, bahkan yah mbak pas pamit itu petuah nya panjang kali lebar kali tinggi pokok nya semua rumus matematika diambil semuanya sama Ibu he,,he,,he,," Jawab Anya sambil tertawa.
"Kamu ini ada-ada saja Nya, eh tapi kamu harus dengerin dan lakuin tuh semua petuah orang tuamu karena semua petuah yang diberikan orang tua kita itu semata-mata untuk diri kita sendiri, jangan sekali-kali melanggar nya" Lanjut Mulan dan Anya pun memgangguk membenarkan.
"Eh mbak Pak Abraham nya belum datang yah? terus kita ke Bandung nya naik apa? Tanya Anya yang memang belum tahu mau naik kendaraan apa.
"Info yang mbak dengar sih kita diantar sama mobil perusahaan, tapi mobil nya kan ngga terlalu besar yah, kalau mobil perusahaan kita kan isinya paling bisa cuma enam orang aja sama sopir sedangkan kita yang mau berangkat aja sudah enam orang" Jawab Mulan sambil berpikir.
"Mungkin diantar dua mobil kali mbak? kan ngga mungkin kalau diantar cuma pake satu mobil" Ucap Anya.
Mulan pun manggut-manggut "Iyah juga yah" Ucap Mulan.
__ADS_1
Selagi mereka menunggu Pak Abraham, masuk lah tiga buah mobil di depan perusahaan, Terlihat Pak Abraham turun dari salah satu mobil setelah bodyguard nya membuka kan pintu untuk nya, lalu Pak Abraham berjalan menuju ke arah mereka.
"Pagi Pak" Sapa mereka semua kompak.
"Pagi juga, gimana kalian semua sudah pada siap untuk berangkat sekarang? Tanya Pak Abraham.
"Siap pak" Mereka pun kembali menjawab dengan serempak.
"Oke, kalian semua diantar pake dua mobil ini dan disana sudah disiapkan mess untuk kalian semua" Ucap Pak Abraham
"Siap pak, kami berangkat sekarang" Mereka pun mengambil barang bawaan mereka lalu menuju mobil yang sudah disediakan Pak Abraham.
"Anya kamu semobil sama saya aja disini" Kata Rico dengan penuh harap.
Sebelum Anya menjawab terdengar suara barithon disamping Anya, "Kamu se tim sama saya jadi kamu wajib semobil dengan saya" Ucap Anggar dengan wajah datar nya.
Anya cuma mendengus "Saya di mobil ini saja Pak Rico, makasih atas tawaran nya" Jawab Anya sambil membuka pintu mobil bagian depan.
Mulan yang tahu situasi langsung menyerobot dan membuka pintu mobil bagian depan lalu duduk di kursi depan.
"Mbak ish aku kan yang duluan mau masuk, mbak di belakang saja sama si hantu jutex, aku alergi kalau deket-deket dia" Kata Anya sambil cemberut.
"Kan mbak yang senior, jadi mbak lah yang harus duduk di depan" Jawab Mulan sambil memasangkan safety belt.
Anya pun pasrah kalau udah bawa-bawa kata senior, akhir nya ia pun masuk dan duduk di kursi belakang berdampingan dengan Anggar.
Sedangkan Rico menatap ke arah mobil mereka dengan penuh kebencian dan kemarahan.
β. β. β. β
***Tungguuuuu aku,. Aku juga mau ikut ke Bandung
ga apa-apa aku duduk di bagasi ajaπ€π€£
Makasih all sudah mau baca karya perdana aku. Maaf kalau masih ada typo
Love u allπ***
__ADS_1