
Hari demi hari mereka lalui seperti biasanya, Mulan dan Anya pun kembali mengeluarkan dana untuk makan, karena perjanjian sama Denis sudah selesai. Denis pun bahagia karena sudah mendapatkan tambatan hatinya, yaitu Sintia, dan sudah mendapatkan restu dari semua anggota keluarga nya, tinggal menunggu untuk dihalalin saja.
Mulan pun bahagia karena sang anak libur sekolah dan menyusul nya ke Bandung bersama suami tercinta nya.
Anya yang belum bisa balik ke jakarta karena kerjaan nya yang selalu banyak, sampai-sampai mengharuskan dirinya untuk selalu lembur, hanya bisa video call bersama keluarga nya di waktu senggang untuk mengobati rasa kangen nya sama keluarga terutama ibu nya, Anya selalu bersyukur dan bahagia melihat mereka semua dalam keadaan sehat.
Sikap Anggar dari hari kehari tidak ada perubahan, selalu bikin Anya kesal dan membenci dirinya.
Disaat Anggar mau membuka hatinya kepada Anya, Dia pun tanpa sengaja melihat Raya sang mantan jalan bersama Doni mantan sahabat nya yang lagi menggendong seorang anak kecil, membuat hati Anggar kembali membeku. Seakan-akan luka dalam yang sudah dia tutupi kini terbuka kembali dan menyisakan luka yang teramat perih, dan Anya lah yang menjadi pelampiasan sikap dingin nya Anggar.
Setiap hari dendam nya Rico semakin bertambah kepada Anggar, apalagi Rico sering melihat Anggar jalan berdua sama Anya, tanpa tahu sikap aslinya Anggar kepada seorang Zievanya.
Rico pun membuat rencana yang dia susun sendiri buat melakukan aksi balas dendam dan ambisi nya buat mendapatkan Anya.
*
*
*
Hari ini hari minggu, dimana hari ini adalah hari buat mereka buat beristirahat sejenak daei segala rutinitas kerja nya, Anya pun sudah hapal jalan ke mall dan jalan ke rumah keluarga nya Mulan.
Disaat Mulan lagi bersama keluarga nya, Anya kadang jalan sendiri ke mall atau ditemanin sama Ayu.
Pagi ini Mulan tidak kelihatan di kamarnya, karena kemarin sore pulang ke rumah keluarga nya karena ada acara.
Anya sedang menikmati pagi hari sendirian dengan ditemanim copee latte kesukaan nya, Dia duduk santai di sofa tempat memerima tamu di mess tersebut.
Denis pun terlihat keluar kamar dengan pakaian casual nya, setelah mengunci kamar Denis pun melangkah pergi.
"Wehh,, Bapak udah keren dan wangi nih, mau pacaran yah Pak sama mbak Sintia? Tanya Anya kepada Denis.
"Iya dong, masa hari minggu dalam kamar terus, kelihatan jomblo nya dong". Jawab Denis dengan secara tidak langsung ngeledek Anya.
__ADS_1
"Dieh,, sombong amat yang punya pacar, saya aja yang ngga punya pacar ngga sombong" Jawab Anya yang ngga mau kalah.
"Ya iya lah ngga sombong, emang apa yang mau di sombongkan kalau pacar aja ngga ada" Jawab Denis yang terus-terusan menggoda Anya.
"Cantik doang, pacar aja kagak punya" Kata Denis sambil berlari keluar meninggalkan Anya.
"Pak Denisssssss,,," Teriak Anya yang terdengar satu mess, "Untung penghuni mess pada keluar semua, jadi aku aman dari kemarahan mereka" Gumam Anya sambil melihat ke sekeliling mess.
Tapi Anya melupakan satu orang yang masih ada di dalam kamar yang sedang rebahan karena seminggu ini banyak kerjaan, sehingga dia harus lembur setiap malam dan tidur nya pun menjadi kurang hingga menyebabkan badan nya kurang fit.
Dan di hari minggu ini Anggar memilih untuk istirahat full, setelah minum obat dan vitamin Anggar memilih untuk tidur kembali, tapi teriakan seorang wanita yang cukup keras membuat istirahat Anggar terganggu, Anggar pun beranjak dari tempat tidur nya lalu keluar kamar, dan di lihat nya Anya seorang diri duduk di sofa sambil ngedumel.
"Hai,, cewek manja, bisa ngga sehari saja kamu tuh ngga buat masalah, sudah tahu ada orang yang lagi istirahat, malah teriak-teriak kaya di hutan, kalau kamu teriak-teriak terus pindah saja kamu ke hutan" Kata Anggar dengan kejutex kan yang hakiki.
Setelah melontarkan omongan yang super duper pedas itu, Anggar pun masuk kembali kedalam kamar untuk melanjutkan istirahat nya.
"Bete juga yah aku sendirian disini, mbak Mulan lagi kumpul sama keluarga nya, Pak Denis lagi jalan sama pacar nya, Ayu pergi bareng teman nya, Ada juga si hantu jelek bukan nya nemenin, malah bikin aku kesel, upz,,apa-apaan aku ini, ngapain juga berharap ditemenin dia.
"Dah lah, mending jalan ke mall saja, siapa tahu ada pangeran ganteng yang baik, yang ngga pedas omongan nya yang mau sama aku" Gumam Anya sambil siap-siap pergi ke mall.
*
*
*
Denis lagi berkumpul bersama keluarga Sintia, Alhamdulilah Denis diterima dengan baik oleh keluarga Sintia, dan itu membuat Denis sangat bahagia.
"Pak Denis kenapa Anya ngga diajak sekalian? Kan kasihan dia sendirian di mess" Tanya Mulan.
"Mbak, bisa ngga kalau diluar kantor jangan memanggilku Bapak? Kesan nya aku ini lebih tua dari mbak deh" protes Denis pada Mulan, dan itu membuat orang yang berada disana tertawa.
"Udah biasa sih, jadi berasa gimana gitu" Jawab Mulan.
__ADS_1
"Mulai sekarang dibiasakan mbak, lagian aku juga bakalan jadi adik ipar nya mbak, masa panggil adik ipar dengan sebutan Bapak" Kata Denis yang sudah yakin kalau Sintia adalah jodoh nya.
"Oke,,,mbak coba, ya udah pertanyaan nya mbak ulang yah? Kata Mulan sambil ketawa.
"Den, kenapa Anya ngga diajak sekalian kesini? Kan kasihan dia sendirian di mess" Mulan pun mengulangi pertanyaan yang belum sempat Denis jawab karena berdebat masalah panggilan.
"Biarin lah mbak, biar Anya lebih dekat lagi sama hantu jutex itu" Jawav Denis sambil tertawa, Mulan pun ikut tertawa dengan celotehan Denis.
"Terus mau dibawa kemana hubungan kalian ini? Tanya Mulan.
"Mau nya Denis sih bulan depan ke penghulu mbak, tapi kan orangtua Denis masih diluar kota, mungkin nanti kalau orang tua Denis dah balik, Denis akan langsung melamar Tia" Jawab Denis.
" Kamu gimana dek, Kalau seandai nya nak Denis bulan depan melamar kamu? Tanya Bapak Sintia yang dari tadi cuma mendengarkan celotehan mereka.
"Insya allah Tia siap pak" jawab Tia sambil sambil tersenyum malu-malu. Mereka pun ikut tersenyum bahagia.
*
*
*
Anya yang sudah sampai di mall pun berjalan kesana kemari sendirian, tanpa disadari oleh Anya, ada seseorang yang memperhatikan dan mengikuti dirinya kemanapun Anya melangkah.
Saking asik nya Anya keliling mall tanpa terasa matahari pun telah pergi dan digantikan oleh bulan dan kerlip bintang.
"Ya ampun ternyata udah malam, aku harus cepat-cepat pulang ini" Gumam Anya sambil berjalan keluar mall dan menunggu taxi yang lewat.
Seseorang yang mengikuti Anya pun melihat sekeliling, sudah dirasa aman dia pun membius Anya dengan saputangan nya, lalu memasukkan Anya kedalam mobil berwarna hitam dan langsung tancap gas.
β. β. β. β.
***Hay hay siapa dia???
Hay bestie kira-kira siapa yah yang menculik Anya?
Kuy siapin setangkai mawar buat nyelamatin Anya dan secangkir kopi buat nemenin begadang.
__ADS_1
Makasih yang sudah mampir ke karya aku.
Miss u allπ***