
Rico memandang kearah mobil yang di naikin Anya dengan tatapan kebencian, "***Lagi-lagi lo yang harus jadi pemenang nya, liat saja nanti***" Gumam Rico sambil masuk kedalam mobil.
"Mbak semobil sama Anya? Tanya Denis sambil melihat kebangku bagian depan mobil yang mengantar Anya.
"Iyah Pak Denis? Apa Pak Denis mau disini? Kalau mau saya pindah sama Pak Rico" Kata Mulan.
"Tadi aja giliran aku mau duduk disitu bilang nya karena senior yang lebih dulu duduk di depan, sekarang saja sama Pak Denis malah ditawarin" Anya pun protes pada Mulan.
"Kan Pak Denis lebih senior dari mbak, Anya? Makanya mbak tawarin dia" Jawab Mulan santai.
"Au ah,,,mbak, pilih kasih" Anya pun duduk bersandar sambil mengerucutkan bibir nya.
"Bisa diam ga sih, berisik" Kata Anggar dengan ketus. Anya pun diam dan melihat kearah samping jendela mobil.
"Ngga,,,ngga usah mbak, biar aku aja yang semobil sama Pak Rico" Jawab Denis sambil memainkan matanya kearah kursi belakang. Mulan pun mengangkat jempol nya sambil tersenyum.
Denis pun masuk ke mobil yang sudah ada Rico di dalam nya, Denis duduk dibelakang bersama Rico, soalnya yang di depan ditempati Ayu.
Mobil pun mulai melaju menuju kota Bandung, sebelum berangkat mereka pamit dulu sama Pak Baskoro yang masih setia menunggu keberangkatan mereka, "Kami berangkat yah Pak? Serempak mereka berpamitan.
"Iyah hati-hati di jalan, dan semangat buat melaksanakan tugas nya" Jawab Pak Baskoro, mobil yang membawa mereka pun melaju dengan kecepatan sedang, sedangkan Pak Baskoro masuk ke perusahaan nya setelah melihat mobil mereka menjauh.
*
*
*
Di dalam mobil Anya hanya diam melihat kearah jendela sesekali dia menguap, efek perjalanan yang lumayan agak jauh membuat nya ngantuk. Lalu Anya menyandarkan punggung nya pada kursi mobil dan memejamkan matanya.
"Nya, kamu tidur? Tanya Mulan dari depan.
"Belum mbak, tapi kaya nya aku memang mau tidur ngantuk berat ini" Jawab Anya sambil menguap.
"Ya udah tidur aja, mbak juga mau tidur biar pas bangun udah sampai, bener ga Pak Rahman? Kata Mulan sambil melirik kearah Pak sopir. Yah Pak sopir itu namanya Pak Rahman dia bekerja jadi sopir perusahaan udah lumayan lama jadi Mulan sudah mengenalinya.
"Iyah mbak? Kalau pada mau tidur, tidur saja, nanti saya bangunkan kalau sudah sampai" Jawab Pak Rahman,
__ADS_1
Anggar yang berada di samping Anya cuma diam cuex saja sambil memainkan ponsel nya asik sendiri, seakan dia ga peduli sama yang lainnya.
*
*
*
Sedangkan di dalam mobil yang satu nya, Denis sedang membuat hati Rico panas dan menahan amarah nya.
"Mereka itu ga bisa di pisahkan sekarang, kemana-mana berduaan aja" Denis mulai jadi kompor.
"Siapa Pak Denis? Jawab Ayu dari arah depan.
"Siapa lagi kalau bukan Pak Anggar sama Zievanya" Jawab Denis sambil melirik kearah Rico. Sedangkan Rico yang di lirik dia tidak melihat nya karena fokus dengan ponsel nya, tapi telinga nya juga fokus sama omongan Denis.
"Emang mereka ada hubungan yah Pak? Ayu yang penasaran membuat Denis tersenyum karena berhasil membuat telinga Rico akan panas.
"Emang kamu belum tahu? Denis malah balik bertanya sama Ayu.
"Yah belum lah Pak, secara saya juga ngga terlalu dekat sama mbak Anya, lagian kita juga beda lantai kerja nya.
Ayu dan Denis pun terdiam, Denis memalingkan muka nya ke samping jendela mobil sambil tersenyum karena takut senyuman nya dilihat Rico dan akan membuat amarah Rico memuncak.
Akhirnya Ayu dan Denis pun memilih diam dan sibuk dengan ponsel nya masing-masing.
*
*
*
Anya tertidur sangat lelap rupanya, sampai ga sadar kepalanya bersender manja di pundak Anggar, Anggar pun membiarkan nya karena merasa kasihan. Anggar pun tersenyum sambil melirik kearah Anya lalu fokus kembali pada ponsel nya.
Mulan yang sudah terbangun pun melihat momen langka itu, lalu dia tersenyum dan mengambil ponsel nya dari dalam tas, Mulan pun melirik ke Arah Anggar yang sedang asik melihat kearah ponsel nya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan Mulan pun langsung memotret nya dari depan dengan memakai kamera depan karena kalau pake kamera belakang takut ketahuan Anggar.
Mulan pun tersenyum dengan hasil jepretan nya, lalu di kirim kan nya poto tersebut ke no Denis.
*
*
*
__ADS_1
Denis yang sedang tertidur pun, kaget dengan getaran ponsel nya di dalam saku celana, lalu mengambil dan membuka isi chat nya, Denis tersenyum sambil melihat poto yang dikirim Mulan kepadanya.
"***Semoga ini awal yang baik buat kalian berdua***" Gumam Denis dalam hati.
Rico yang tak sengaja melihat Denis terseyum pun kepo, "Kenapa lo senyum-senyum sendiri" Tanya Rico sambil menatap Denis.
Denis pun dengan sengaja memperlihat kan poto yang baru saja dia dapatkan "Lihat ini, Anya lucu yah kalau lagi tidur, aura kecantikan nya bertambah" Kata Denis sambil memperlihat kan poto tersebut pada Rico.
Rico yang melihat secara langsung dan jelas poto nya, muka nya berubah merah menahan emosi nya, "***Ba ji ngan awas kalian***" Gumam Rico dalam hati sambil mengepalkan tangan nya.
Denis hanya tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Rico berubah kemerahan itu, Denis tahu kalau Rico selalu menyukai apa yang Anggar miliki, makanya Denis ingin membuat Rico kepanasan. Denis ngga sadar dengan apa yang dilakukan nya, apa yang dilakukan Denis malah akan menjadi dendam dan ambisi Rico semakin menjadi.
*
*
*
Kurang lebih empat jam karena sedikit macet akhirnya mereka sampai di kota Bandung, Mulan mau membangunkan Anya tapi Anggar ngasih kode kalau Anya ngga boleh dibangunin.
"Kalau begitu aku turun duluan yah Pak Anhgar? Anggar pun mengangguk.
"Pak Rahman tolong bawain koper kita dong? Kata Mulan dengan suara pelan karena takut membangun kan Anya, sebenar nya Mulan bisa sendiri tapi sengaja biar ngga ada yang mengganggu mereka berdua.
Mereka semua sudah sampai dan sudah pada masuk mess masing-masing kecuali Anya dan Anggar yang masih betah di dalam mobil.
Anya pun mengerjapkan matanya, dia pun kaget karena dia terbangun dengan posisi menyender ke bahu Anggar.
"Enak banget yah tidur diatas bahu orang, emang kamu pikir ga pegel apa" Kata Anggar dengan aura dingin nya.
"Maaf Pak, saya kan lagi tidur kalau lagi tidur otomatis ngga sadar, jadi bukan kesalahan saya membuat bahu Bapak pegel" cerocos Anya sambil merapihkan rambutnya.
"Jelas salah kamu lah" Kata Anggar ketus.
Anya benar-benar dibuat kesal sama Anggar hingga dia keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras.
β. β. β. β
***Ampun dah babang Anggar, so so an pegel padahal seneng kan di senderin
Love u allπ***
__ADS_1