Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Terasa berat


__ADS_3

Sarapan pagi ini sangat berbeda bagi pak Baskoro dan Bu Aisyah, pagi ini ruang makan penuh karena ada nya Mery dan Anya beserta cucu nya.



"Adek kangen kak Ibra, ko kak Ibra ngga kesini ya? Tanya Anya sambil melamun.



"Malam udah ibu kasih tahu katanya mau kesini hari ini, mungkin masih di jalan" jawab bu Aisyah sambil menyiapkan sarapan buat mereka.



"Jadi kangen nya cuma sama kak Ibra doang nih, sama kakak ipar ngga? Kata seseorang yang berada dibelakang Anya.



Anya pun membalik kan badan nya, dan nampak lah Ibra bersama sang istri yang lagi menatap kearah dirinya.



"Kakak? Ya kangen kalian berdua lah" jawab Anya sambil memeluk Ibra dan istrinya.



"Kalian sudah datang, lengkap juga meja makan ini sama anak menantu ibu" kata bu Aisyah sambil memeluk dan mencium anak menantu nya.



"Belum lengkap bu, kan mas Hary ma abang belum datang" Mery pun protes.



"Aku sudah datang Yang" kata Hary sambil berjalan kearah meja makan bersama anak pertama nya.



"Abang kamu udah gede aja sayang" Tanya Anya sambil memeluk anak pertama Mery.



Mery merasa seeikit aneh dengan kelakuan Anya, biasa nya dia ngga pernah meluk anak pertama nya dan juga Ibra, tapi pagi ini semua nya dia peluk, Mery pun menepis pikiran jelek nya sambil menggelengkan kepalanya.



"Kak kita keluarkan semua kursi sama meja nya ya? Biar kita makan nya lesehan saja dibawah, kalau makan di meja ngga bakalan cukup" kata Anya kepada kakak nya.



"Ya udah yo Ibra kita keluarin meja sama kursi nya" kata Hary pada Ibra dibantu sama Anggar juga.



Abang milih ngajak main sama Zila karena jarang ketemu, Zila pun merasa senang dengan kakak sepupunya itu, sampai dia tertawa-tawa bahagia.



Abang yang punya sikap cuex sama siapa saja termasuk sama orangtuanya sendiri tak perduli dengan yang mereka lakukan, tapi tidak dengan Zila, dia ramah dan selalu ngajak Zila becanda.



Ruang makan pun sudah kosong, mereka menggelar tikar lalu menyiapkan makanan untuk sarapan pagi ini.



Pak Baskoro dan bu Aisyah pun kelihatan bahagia sekali karena pagi ini anak menantu nya kumpul dan makan bersama.


*

__ADS_1


*


*.


Satu persatu mereka pergi, Mery yang pergi keluar kota bareng Hary, Ibra sama pak Baskoro pergi ke toko, istri nya Ibra pergi bekerja, Abang pergi kuliah, Vio udah berangkat ke sekolah, dan untuk hari ini bu Aisyah tidak pergi ke toko, dan suami nya mengizinkan istrinya untuk tidak ikut ke toko, karena pak Baskoro mengerti kalau istri nya masih kangen sama anak bungsu dan cucu nya Zila.


Tinggallah bu Aisyah, Anya, Anggar dan Zila di rumah, mereka duduk santai sambil berbincang-bincang dan becanda, sesekali mereka tertawa melihat kelakuan lucu Zila.



"Bu ada rumah yang mau dijual ngga disekitaran sini" tanya Anya tiba-tiba.



"Buat siapa dek? Jawab bu Aisyah sambil menatap kearah anak nya.



"Buat adek bu, kayak nya adek mau menetap disini deh, boleh kan mas? Tanya Anya pada suami nya.



"Boleh Yang, apa pun kemauan mu pasti mas izinkan dan kabulkan selagi mas bisa" jawab Anggar sambil tersenyum.



"Nanti tanya saja sama bapak mu, ibu kurang tahu nak" jawab bu Aisyah.



"Mas nanti kita ganti mobil juga ya? Sama yang agak besaran dikit, biar kalau jalan-jalan semua nya ikut, kan kak Ibra belum punya mobil, jadi kak Ibra dan kakak ipar bisa ikut" permintaan Anya pun disetujui Anggar.



"Iya, nanti kita ganti, kita jual dulu yang ini ya Yang, atau nanti kita tukar tambahkan saja" Jawab Anggar yang tak pernah menolak keinginan istrinya.




Mereka pun terus berbincang dan bercanda, tanpa disadari oleh Anggar dan bu Aisyah Anya sejak tadi menahan rasa sakit di kepalanya yang semakin hari semakin sering dan sakit.



"Mas titip Zila ya? Aku pengen istirhat dulu sebentar" kata Anya pada suami nya.



"Kalian istirahata saja, biar Zila sama ibu" jawab bu Aisyah melihat kearah Anya yang sedikit agak pucat.



"Makasih ya bu, adek istirahat dulu, titip Zila ya bu? Kata Anya sambil berjalan ke kamar nya disusul oleh Anggar suaminya.



Mereka pun kini sudah berbaring diatas kasur dengan posisi Anggar memeluk Anya.



Anya yang lagi menahan sakit di kepalanya pun hanya bisa diam memejamkan matanya sambil memeluk erat suami nya.


*


*


*

__ADS_1


Jam tiga pagi Anggar pun terbangun, dia mandi dan memepersiapkan tas slempang nya yang biasa dia bawa.


"Yang? Aku berangkat ya? Anggar pun pamitan pada Anya lau mencium seluruh wajah Anya.



Anya yang masih tidur pun mengerjapkan matanya, "Mas udah mau berangkat? Tanya Anya sambil terus menerima ciuman dari Anggar.



"Iya yang? Takut keburu macet, kan mas mau langsung ke kantor" jawab Anggar sambil mencium Zila.



"Mas, hati-hati di jalan ya? Jawab Anya sedikit ngga rela Anggar pergi dari nya, tapi tuntutan pekerjaan mengharuskan Anggar berangkat.



"Iya Yang" jawab Anggar yang kembali mencium istri nya.Seakan-akan mereka itu berat dan enggan untuk berpisah, padahal udah biasa mereka seperti ini tapi entah mengapa pagi ini diantara mereka terasa berat untuk berpisah



Anggar pun berangkat tanpa pamitan kepada kedua orangtua Anya, karena mungkin mereka masih pada tidur, tapi semalam Anggar sudah pamit sama mereka.



Pagi pun menjelang pak Baskoro dan bu Aisyah merasa heran karena sudah hampir jam tujuh Anya dan Zila belum keluar dari kamar nya.



"Adek kenapa belum keluar kamar ya pak? Tanya bu Aishyah pada suami nya.



"Mungkin masih tidur atau masih nyiapin suami nya berangkat" jawab pak Baskoro.



"Kayak nya nak Anggar juga sudah berangkat pak, soalnya mobil nya juga sudah ngga ada" jawab bu Aisyah sambil melihat kearah depan rumah.



Selagi berbincang terdengar suara tangisan Zila yang sangat kencang, pak Baskoro sama bu Aisyah pun berlari ke kamar Anya.



"Adek, ini ibu, buka pintunya dek? Teriak bu Aisyah sambil memegang gagang pintu yang ternyata tidak di kunci.



Bu Aisyah pun masuk ke kamar Anya disusul pak Baskoro, mereka melihat Zila yang sedang duduk menangis melihat kearah Anya.



Sedangkan Anya sedang merasakan kesakitan yang hebat di kepalanya.



"Adek" teriak pak Baskoro sama bu Aisyah sambil berlari menuju kearah ranjang Anya.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Kenapa dengan Anya bestie🤭


Mudah-mudah han ngga ada apa-apa sama Anya ya?

__ADS_1


Love u all😘***


__ADS_2