
Rico pun masuk keruangan Mulan dan Anya. "Pagi menjelang siang mbak dan nona Anya yang cantik?" Sapa Denis.
"Pagi menjelang siang juga Pak Denis," Jawab mereka barengan, lalu menatap ke arah Denis penuh tanya.
"Tumben Pak Denis masuk keruangan sini, ga nyasar kan Pak?," sambung Mulan dan Anya pun hanya tersenyum.
"Ooohh,, tentu tidak," Jawab Denis sambil mengangkat kedua tangan dan bahu nya. "Saya datang kesini membawa kabar biar kalian ga kabur." Kata Denis sambil tersenyum. Biasa kalau Denis sudah bicara pasti mode Emak-emak nya keluar.
"Kita ga akan kabur kalau Pak Denis ngasih Kabar," Mulan pun meladeni candaan Denis.
"Aish, aku ini selalu kalah kalau ngomong sama mbak Mulan." Denis pun protes lalu duduk di depan Anya. "Aku ngomong sam kamu aja yah cantik." Lanjut Denis.
"Pak Denis, jangan godain Anya, kalau Pak Denis godain Anya, aku pites nanti." Mulan pun mengancam Denis.
"Uhh atut." Kata Denis sambil berlagak ketakutan. Anya pun cuma tertawa melihat kedua senior nya lagi becanda.
"Udah ah, Pak Denis kesini sebenar nya mau apa sih?, mau godain Anya?," Kata Mulan.
"Oh iyah sampai lupa," Jawab Denis sambil menepuk jidat nya. "Nanti setelah makan siang kita meeting sama bos besar. Jawab Denis serius.
Mulan dan Anya pun saling menatap. "Waduch, tumben-tumbenan Big Boss ngadain meeting, pasti ada yang sangat amat penting ini mah." Jawab Mulan.
"Anya kan masih baru Pak Denis, berarti Anya ga ikut kan? " Kata Anya.
"Eits, kata siapa?, yah ikut lah, semua divisi ikut meeting Anya cantik." Selalu ada gombalan dari Denis buat Anya.
Anggar yang sengaja lewat depan ruangan Anya pun tak sengaja mendengar suara Denis. Lalu Anggar pun menghampiri ruangan Anya.
__ADS_1
Mulan dan Anya yang posisi duduk nya menghadap pintu ruangan yang terbuka jelas melihat Anggar disitu, tapi mereka diam saja, seakan-akan mereka ga melihat nya.
"(*Ish, hantu jutex ngapain lagi disitu, kaya yang ga ada kerjaan aja, kayak nya mau nguping nih*)." Batin Anya.
"Anya yang cantik, udah punya pacar belum sih?," Tanya Denis yang ga sadar kalau dibelakang ada Anggar.
Mulan pun berniat untuk ngerjain Denis. "Emang kalau Anya belum punya pacar, Pak Denis mau jadi pacar nya anya?" Tanya Mulan sambil melirik kearah Anggar tanpa sepengetahuan Denis. Mulan sebagai wanita yang sudah berpengalaman tahu kalau Anggar menyukai Anya dan cemburu dikala Denis deketin Anya.
Anya cuma diem aja mendengarkan pembicaraan dua senior nya itu. Apalagi Anya tahu ada hantu jutex lagi liatin dirinya.
"Yah kalau emang Anya masih sendiri apa salah nya mbak?, lagian cowok yang satu itu gengsi nya gede, sudah tahu suka tapi sok-sok an ga peduli, udah dipepet cowok lain aja nanti nangis, daripada neng Anya dapat cowok playboy cap kangkung yah mending neng Anya sama saya aja, bener ga?" Denis terus aja nyerocos, padahal yang dibelakang sudah geram dengar ocehan nya.
Mulan pun melirik ke arah Anggar, terlihat muka nya merah, tangan nya pun terkepal, Mulan pun tersenyum penuh arti. "Cowok itu, cowok yang mana maksud Pak Denis?" Mulan sengaja mancing-mancing Denis. Sedangkan Anya yang dijadikan bahan gibahan kedua senior nya cuma bisa menunduk.
"Ekhemmm,,," Anggar pun berdehem supaya Denis tidak melanjutkan kata-katanya, yang akan membuat harga diri Anggar jatuh.
Denis pun langsung membalik kan badan dan menatap kearah Anggar. "Ekh, Pak Anggar." Kata Denis sambil garuk-garuk belakang kepala yang tidak gatal.
"Ternyata Pak Denis disini yah?, pantesan saya keruangan Bapak kosong." Tanya Anggar dengan tatapan tajam nya.
"Iyah Pak, daritadi malahan mah Pak Denis disini, dia kesini cuma mau ngerayu Anya saja, pake tanya-tanya punya pacar apa belum coba." Mulan mulai jadi kompor.
"Mbak, ish." cum itu yang keluar dari mulut Anya.
"Nggak, kok Pak,aku kesini ngasih tahu mereka kalau nanti siang harus pada ikut meeting sama big boss, itu aja kok." Jawab Denis sambil melotot sama Mulan. Sedangkan Mulam cuma tersenyum meledek.
__ADS_1
"Lah bener kok Pak, tadi Pak Denis tanya-tanya hal pribadi lo ke Anya." Mulan semakin gigih menjadi kompor, sekalian Mulan pengen tahu sikap Anggar yang sesungguh nya pada Anya. Mulan pun semakin curiga setelah melihat muka Pak Anggar yang kelihatan nya lagi cemburu. "(*Kena kau Pak Anggar, mau sampai kapan Bapak menutupi perasaan bapak dengan sikap jutex dan dingin ini, aku ga bisa dibohongi, kelihatan nya Pak Anggar cemburu, Bukan nya cemburu itu tanda nya cinta*)." Gumam Mulan dengan senyuman devil nya.
Anggar pun menatap tajam kearah Denis, "Ngapain masih disini, ayok balik kerja." Anggar pun menyeret tangan Denis keluar dari ruangan Mulan dan Anya.
"E,,eh,, bentar dong Bro, kok gue kayak orang yang ketahuan selingkuh sama istri lo yah, pake di seret-seret begini." Kata Denis sambil berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Anggar.
Mulan dan Anya pun sudah ga tahan lagi menahan tawa mereka, "Ha,,,ha,,,ha,,,ha,," Akhir nya mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dua pria yang sudah menghilang dari pandangan.
*
*
*
Sementara diluar ruangan Mulan dan Anya, sesosok pria lagi menahan amarah nya melihat Anggar dan Denis keluar dari ruangan mereka. "Breng sek kamu Anggar, lihat saja nanti, kamu ga bakalan bisa mendapatkan Anya, Anya hanya milik ku, hanya milikku, ba ji ngan." Gumam Rico.
Yah, yang melihat Anggar dan Denis keluar dari ruangan Mulan dan Anya adalah Rico Sebastian rival nya Anggar.
Awalnya Rico mau pergi keruangan Sani, tapi tiba-tiba dia melihat Anggar yang sedang menuju ruangan Anya, Rico pun turut mengikuti Anggar, tapi posisi dia agak jauhan, jadi Rico tidak tahu pembicaraan di dalam ruangan. Dia hanya menduga-duga kalau Anggar mau merebut Anya dari nya.
Rico pun pergi dari sana, dan menuju ruangan Sani dengan hati yang dipenuhi dengan kemarahan yang membara.
β. β. β. β
***Haredang haredang haredang
Panas panas panas π€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺ
Rupanya ada yang kepanasan nih bestie.
Padahal cuaca lagi hujan lo.
Biar hati Anggar ga panas kuy kasih sekuntum mawar biar hati nya adem lagi.
Atau kasih kopi biar dia berpikir jernih dan bisa mengungkapkan perasaan nya pada Aku, upz eh salah maksud nya pada Anya
Kabur akh takut digetok ma readers
Love u allπ***
__ADS_1