Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Dia...


__ADS_3

Hary pun membuka amplop yang diberikan Denis, lalu membaca nya dengan teliti begitu pun Mery yang ada di samping nya Hary.



"***Cewek lo ada sama gue. gue akan menghancurkan masa depan nya, biar lo tahu rasa, tapi tenang saja untuk saat ini cewek lo masih belum kusentuh, gue akan buat cewek lo jatuh hati dulu sama gue***.



Hary pun meremas kertas yang barusan dia baca, "Breng sek!!! Mau main-main rupanya sama gue" Hary pun tersulut emosi dan mengepalkan tangan nya.



"Apa kalian sudah selesai sarapan nya? Kalau sudah ayo berangkat sekarang" Kata Hary sambil menatap mereka satu per satu.



"Sudah Pak" kata mereka serempak, lalu mereka pun berdiri dari tempat duduk nya masing-masing dan berjalan keluar cafe hotel tersebut.



Mereka pun berangkat naik mobil Hary, untung mobil Hary mobil Fortuner terbaru, jadi muat untuk tujuh orang.



"Mbak Mulan penunjuk arah yah? Kata Hary pada mulan yang duduk di kursi ke dua.



"Iyah Pak" Jawab Mulan dengan terus memusatkan perhatiann nya pada jalanan.Sedangkan Denis, Anggar dan Rico mereka diam dengan pemikiran mereka masing-masing.


*


*


*


Karena sedikit macet, perjalanan pun di tempuh satu jam lebih ke tempat yang di tuju.


"Pak tolong agak pelan dikit soalnya takut kelewat rumah nya, kalau benar alamat yang di kasih teman nya Bapak itu benar, berarti daerah sini Pak" Kata Mulan sambil terus melirik kenan dan ke kiri.



"Mas kita tanya sama pemilik warung itu mas" Kata Mery sambil menunjuk sebuah warung yang ada di daerah itu.



Hary pun menepikan mobil nya kepinggir lalu turun dari mobil, tampak si pemilik warung lagi membereskan dagangan nya.



"Assalamualaikum, maaf Bu mengganggu" Kata Hary dengan sopan.



"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" Si ibu pun berbalik menghadap Hary, "Iyah nak ada yang bisa ibu bantu? Tanya si ibu pemilik warung.



"Mau tanya bu, kalau atas nama Bapak Wandy Rt 01 Rw 02 rumah nya sebelah mana yah? Tanya Hary sambil melihat ponsel nya.



"Oh Pak Wandy, itu nak rumah nya yang berwarna cat putih" Jawab si ibu sambil menunjuk sebuah rumah.



"Oh yang itu ya bu, makasih banyak ya bu" Kata Hary sambil berlalu dari warung si ibu.

__ADS_1



Hary pun melajukan kembali mobil nya kearah rumah yang di tunjukan si ibu warung.



"Biar saya saj yang turun sendiri, kalian Semua tunggu disini aja" Kata Hary sambil turun.


*


*


*


Hary pun kini sudah duduk di dalam rumah Pak Wandy, dan kebetulan Pak Wandy sedang ada di rumah nya.


"Ada keperluan apa nak kesini? Tanya Pak Wandy.



"Maaf mengganggu waktu Bapak, saya datang kesini mau tanya apa benar mobil dengan flat D 1234 SJA ini milik Bapak Wandy? Tanya Hary dengan sopan dan hati-hati.



"Oh benar itu mobil saya nak, tapi seminggu yang lalu saya jual" Jawab Pak Wandy.



"Kalau boleh tahu di jual nya ke siapa dan orang mana yah Pak? Hary pun bertanya kembali pada Pak Wandy.



"Kalau ngga salah atas nama Doni, sebentar saya punya kartu nama nya kalau ngga salah" Jawab Pak Wandy sambil membuka dompet dan memberikan sebuah kartu nama pada Hary.




"Iyah nak, sama-sama, kalau butuh bantuan ini kartu nama saya" Pak Wandy pun memberikan kartu nama nya kepada Hary.


*


*


*


Setelah masuk ke dalam mobil , Hary pun menceritakan semua nya, lalu dia memberikan kartu nama Doni kepada sang istri Mery.


"Mas ini kan ada no ponsel nya kalau kita hubungi gimana? Kata Mery sambil mengambil ponsel nya.



"Mana kak biar aku yang hubungi" Kata Rico, Anggar pun cuma melirik ke arah Rico.



"Tidak,,, kalau orang itu tahu dengan Anggar otomatis sama kalian pun pasti kenal, jadi biar saya yang menghubungi nya" Jawab Hary.



Akhirnya Hary pun menghubungi Doni dengan pura-pura mau membeli mobil nya yang ber flat D 1234 SJA dengan alasan istri nya lagi ngidam pengen mobil dengan flat no tersebut, sayang Doni tidak mau menjual nya, karena itu pun angka yang disukai istri nya.



Dengan berbagai alasan yang Hary lontarkan kepada Doni sampai Hary pun memohon akhir nya Doni mengusulkan kalau Hary boleh datang ke rumah nya dengan membawa istri nya yang lagi mengandung, dan memperbolehkan Hary dan istrinya memakai mobil nya, Hary pun bagai kan mendapat kan sebuah jacpot dan langsung menyetujui nya.


__ADS_1


Rico, Denis, dan Anggar pun saling menatap satu sama lain pas mendengar Hary menyebut nama Doni.



"Apa lo berdua sepemikiran sama gue? Tanya Denis pada Anggar dan Rico, mereka berdua pun mengangguk.



"Jika yang ada di pikiran kita sama dia orang nya, gue ngga bakalan kasih ampun ba ji ngan tengik itu, gue akan habisi dia tanpa ampun meski nyawa gue taruhan nya gue rela demi Anya" Kata Anggar dengan mata merah tangan nya pun terkepal.



"***Kelihatan nya Anggar sangat mencintai Anya, apa gue terlalu egois kalau memisahkan mereka? Gue cuma mau balas dendam saja sama dia***" Gumam Bathin Denis sambil melirik ke arah Anggar.


*


*


*


Mereka pun akhir nya sampai ke tempat kediaman nya Doni, terlihat dari luar mobil yang mereka cari ada di depan halaman rumah nya.


"Dengar, kalian berempat diam di mobil jangan ada satu orang pun yang keluar, kalian pantau saja dari dalam mobil nanti kita lanjutkan ide kedua kita, hingga kita sampai ke tempat Anya di sekap, karena gue yakin kalau Anya dia sekap di suatu tempat" Hary pun memberikan instruksi kepada mereka.



"Dan mbak Mulan rekam semua yang kita lakukan mulai sekarang, itu nanti nya akan menjadi bukti buat lapor polisi" Lanjut Hary.



"Kamu udah siap Yang? Tanya Hary sama istrinya sambil menyentuh perut buncit bohongan Mery. "Ngikat nya kuat kan? Lanjut Hary.



"Udah kuat Yang tadi kan aku di bantu Mulan juga ngikat nya" Jawab Mery.



"Ya udah sekarang kita turun, dan kalian awas jangan sampai ada yang keluar" Hary pun terus mengingatkan mereka.



Hary dan Mery pun keluar mobil lalu berjalan menghampiri rumah Doni, Hary pun menekan bel yang ada disamping pintu masuk, tidak lama mereka menunggu akhirnya pintu rumah di buka dari dalam.



"Cari siapa yah? Tanya seorang wanita.



"Kami mencari Pak Doni, mbak? Apa Pak Doni nya ada? Tanya Hary dengan sopan.



Tiba-tiba Keluar lah seorang pria yang di cari Hary. Ini Pak Hary yang tadi menghubungi saya bukan?



"Diaa,,,,," Ucap Anggar, Denis, dan Rico sambil saling menatap.


⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Hai hai siapa dia🀭🀣


Hayo bestie siapa dia?


Makasih all udah mau mampir ke karya recehan nya aku.

__ADS_1


Love u all***


__ADS_2