Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Fazila Prameswari Anggara


__ADS_3

Sekali lagi Anya mengejan sambil terus menjambak rambut suami nya, dan akhirnya lahir lah seorang bayi perempuan yang sangat cantik seperti Anya.



"Oeekk,,,,oeekkkk,,,oeekkk" suara bayi perempuan pun terdengar sampai keluar ruangan.



"Alhamdulilah, makasih sayang kamu telah memberikan seorang putri yang cantik buat aku" kata Anggar sambil terus menciumi seluruh wajah Anya.



Anya pun hanya bisa menampilkan senyuman manis di sisa-sisa kelelahan nya yang sudah berjuang melahirkan seorang bayi perempuan, dokter pun menelungkupkan bayi di dada Anya.



Anya dan bayi nya pun sudah di bersihkan, Anggar pun mengumandangkan adzan di telinga sang putri menghadap kearah kiblat.



Anya di pindahkan keruang rawat inap sedangkan bayi nya diruang bayi.



Pak Hardian dan Bu Carlota pun langsung menemui Anya di ruang perawatan



"Selamat sayang kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu" kata bu Carlota sambil mencium kening Anya.



"Makasih nak kamu sudah berjuang" kata pak Hardian sambil mengusap kepala Anya yang dijawab dengan seulas senyuman dari Anya



"Mas, kamu udah telepon ibu sama kakak belum? Tanya Anya sama suami nya.



"Ya allah Yang, aku lupa saking paniknya tadi" kata Anggar sambil menepuk jidat nya, lalu ia pun menghubungi keluarga Anya.


*


*


*


Ruang rawat inap Anya pun di penuhi dengan seluruh keluarga nya, untung mertua nya berinisiatif ngambil ruang vvip jadi mereka sedikit bebas.


"Aduch cantik nya anak kamu dek" kata Mery sambil menggendong bayi Anya.



"Dia mirip sekali ya sama ibu nya, waktu kecil pun adek persis begini" kata bu Aisyah.



"Aunty nama dede bayi nya siapa? Kata Vio yang terus saja mendekati bayi Anya.



"Namanya siapa mas? Anya pun bertanya sama suami nya, tangan Anggar tidak lepas menggenggam tangan sang istri.


__ADS_1


"Fazila Prameswari Anggara, Fazila artinya sempurna, sungguh hidup kita jadi sempurna karena adanya Fazila diantara kita, Prameswari artinya Permaisuri, jadi Fazila hadir menyempurnakan hidup kita dan dijadikan permaisuri oleh seluruh keluarga" kata Anggar sambil.memandang istrinya sambil tersenyum.



"Bagus banget mas namanya, makasih ya mas" kata Anya sambil mencium tangan suami nya.



"Harus nya aku yang berterima kasih sama kamu Yang, kamu sudah menjaga anak kita selama dalam kandungan, dengan sabar kamu membawa dia kemana-mana, aku bangga padamu, aku akan selalu menjaga kamu dan anak kita sampai kapan pun" jawab Anggar sambil mencium kening Anya.



"Ya udah kita bawa pulang saja dede Fazila nya, biar ayah bunda nya pacaran terus" kata Mery sambil pura-pura membawa bayi Fazila.



"Enak saja main bawa, orang aku taruhan nya nyawa menghadirkan Zila" Jawab Anya yang membuat mereka semua tertawa.


*


*


*


Anya pun sudah diperbolehkan pulang, perdebatan antar keluarga pun terjadi, semua pada mau membawa pulang Anya dan Zila ke rumah nya.


"Bu adek tinggal di rumah mamah dulu yah? Nanti kalau Zila udah agak besar adek bawa ke rumah ibu, kan kalau adek di rumah ibu, adek dan Zila kesepian, kan ibu tiap hari harus ke toko" Anya pun memberikan pengertian pada ibu nya dan memilih tinggal bersama mertua nya untuk sementara.



Keputusan sudah di tentukan, akhirnya ibu Anya pun mengalah, dan memberikan izin untuk Anya tinggal bersama mertua nya.




Mulan, Denis, dan Rico pun memberikan kado buat Zila berupa box bayi dan lain nya.


*


*


*


Hari, minggu hingga bulan pun telah dilewati, Zila pun tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat cantik dan pintar. Zila kini sudah berumur satu tahun, mereka pun tinggal di rumah mereka yang di Bandung.


"Mas kita rayain ultah Zila di rumah ibu saja ya? Nanti pas ultah ke dua baru di rumah mamah" kata Anya pada suami nya.



"Terserah kamu Yang, aku mah nurut saja" jawab Anggar sambil ngajak main Zila.



Zila pun berusia satu tahun, dan dirayakan di rumah ibu nya Anya, banyak sekali Zila mendapatkan hadiah dari sanak keluarga.



Semenjak kelahiran Zila, kebahagiaan selalu mengiringi rumah tangga Anya dan Anggar, semua sanak keluarga sangat menyayangi Zila, mereka seakan hanya mempunyai Zila saja.



Rasa sayang semua keluarga mereka tumpahkan hanya untuk Zila seorang, Anya begitu sangat bahagia menjalani hidup nya.


__ADS_1


Hingga suatu hari Anya selalu merasakan sakit dikepalanya, namun Anya selalu menahan dan mengabaikan rasa sakit yang ia alami.



Anya pun tidak memberitahukan suami nya kalau dia sering merasakan sakit di kepala nya, dia lalui hari-hari nya selalu dengan senyuman kebahagiaan.



"Mas aku mau nginep dirumah ibu bersama Zila boleh ngga? Kata Anya disaat mereka mau tidur.



"Kamu kangen ibu ya? Boleh Yang, tapi nanti aja hari sabtu ya biar aku antar" jawab Anggar sambil memeluk Anya.



"Tapi mas harus bolak balik Jakarta Bandung dong? Ngga capek? Tanya Anya sambil membalas pelukan suami nya.



"Buat kamu dan Zila ngga akan pernah keluar kata capek dari mulut mas, pokok nya mas akan selalu ada buat kalian berdua" Jawab Anggar sambil mencium kening Anya.



Anya pun tersenyum dan tertidur di dalam pelukan suami nya, "Aku sangat menyayangi kalian berdua, entah apa jadi nya kalau aku ditinggalkan kamu Yang" gumam bathin Anggar sambil menatap wajah cantik istri nya.



Pagi hari nya seperti biasa Anggar sudah siap berangkat kerja, sebelum berangkat Anggar selalu ngajak main Zila.



Disaat Zila diajak main sama Anggar, Anya pun memanfaatkan waktu untuk membereskan rumah dan buat sarapan, Anggar sudah menyarankan punya asisten atau baby sister, tapi Anya selalu menolak nya.



"Mas ayo sarapan dulu, Zila nya sini aku gendong" kata Anya sambil meraih Zila, tapi Zila mencengkeram kerah kemeja Anggar.



"Sudah Yang, sama mas aja, Zila nya nya ngga mau lepas lihat? Jawab Anggar dan menunjuk kearah tangan Zila.



"Zila sayang sini sama mamah dulu ya nak? Papah nya mau sarapan dulu, kan papah harus berangkat kerja, nanti hari sabtu kita ke rumah nenek diantar papah ya? Anya pun merayu Zila agar mau lepas dari papah nya.



Zila pun melepaskan cengkeraman tangan nya lalu merengkuh ke tubuh ibu nya, "Unch anak mamah pinter" kata Anya sambil terus mencium Zila.



Selesai sarapan Anggar pun berangkat kerja, sebelum nya dia pamitan sama istri dan anak ny.



Setelah kepergian Anggar berangkat kerja Anya pun merasakan sakit kembali di kepalanya, "Ya Allah sakit banget" gumam Anya sambil memejamkan mata nya.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Menuju detik-detik end ya bestie


Love u all😘***

__ADS_1


__ADS_2