Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Jodoh


__ADS_3

Anggar pun telah selesai melakukan pembayaran, begitu Anggar balik badan matanya bertemu mata Anya, mereka pun saling menatap, detak kan jantung pun seketika berirama.



"Kamu,,,kamu sengaja yah ngikutin saya?, apa ini,,,? Kata Anggar sambil memegang kaos Anya bagian bahu. "Pake baju pun warna nya sama, dan sekarang kamu pun beli koper yang sama" Lanjut Anggar ketus dan menampilkan senyuman sinis nya.



"Kamu suka yah sama saya, maaf kamu bukan level saya anak manja" Setelah mengucapkan kata-kata yang membuat Anya emosi lalu Anggar pun melangkah pergi.



"Dasar hantu jutex, hantu dingin datar kaya penggaris anak tk, gue juga ga tahu lah kalau lo itu pake baju warna putih terus juga ga tahu kalau lo ada disini, enak saja bilang aku ngikutin kamu, jadi orang kepedean amat sih" Anya pun ngomel tiada henti.



Pelayan kasir yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua pun cuma senyum-senyum melihatnya. "Mbak silahkan? Akhir nya Anya berhenti ngomel setelah terdengar suara mbak kasir nya. Anya pun melakukan pembayaran.


*


*


*


"Mah, kok Aunty lama sih, kan tinggal bayar doang" Kata Vio yang udah ga sabar pengen beli ice cream.


"Sabar sayang, mungkin di kasir nya antri" Jawab Mery sambil melihat-lihat tas keluaran terbaru. Vio pun cuma menghembuskan nafas nya dengan kasar.



Anggar pun keluar dari toko tersebut, sambil menenteng koper yang baru saja dia beli



"Om lihat Aunty Vio ga di dalam? Vio pun bertanya sama Anggar yang baru saja keluar.



Anggar pun seketika menghentikan langkah nya dan menatap ke arah Viona lalu berjongkok menyamakan tinggi badan nya dengan Viona. "Maaf dek, tapi om tidak tahu siapa Aunty nya adek"



"Aahh, om payah, masa ga tahu Aunty Vio sih, dia itu Aunty tercantik yang selalu Vio miliki." Jawab Vio menggemaskan.



Anggar pun gemas dibuat nya, sambil tersenyum Anggar menjawab tangan nya mengusap lembut rambut Vio. "Kalau gitu kapan-kapan Vio harus ngenalin Aunty Vio sama om yah? Kata Anggar sambil berdiri.

__ADS_1



Mery pun yang keasyikan melihat-lihat tas keluaran terbaru melihat adanya seorang pemuda tampan lagi berbincang sama anak nya, lalu Mery pun menghampiri Viona.



"Maaf mas, Viona ganggu mas nya yah? Tanya Mery pada Anggar.



"Oh, ngga mbak, cuman kita ngobrol aja sebentar, kalau begitu saya pamit mbak masih ada yang harus di urus, Vio, om pulang dulu yah? lain kali kita ketemu lagi" Anggar pun pamit lalu pergi dari sana sambil melambaikan tangan nya pada Viona.


*


*


*


Anya pun keluar dari toko tas itu dengan wajah ditekuk seperti menahan amarah nya.


"Kamu kenapa dek? harus nya senang, bahagia, happy dong kan semua yang kamu inginkan dan semua yang kamu butuhkan sudah dibeli" Tanya Mery.



"Aku tadi ketemu sama si hantu jutex, hantu dingin, datar sedatar penggaris anak tk yang selalu membuat adek kesal, marah, emosi, aarrgghh pengen sekali adek tuh pites bibir nya yang selalu mengeluarkan kata-kata pedas yang level nya diatas rata-rata, so kecakepan jadi orang" Anya terus aja nyerocos ga ada rem nya.




"Kamu kesel ma siapa sih dek, sampai bibir komat kamit ga ada rem nya gitu, hantu jutex itu siapa? cowok? Tanya Mery penasaran.



"Iyah ih Aunty, kalau udah ngomel bibir bebek aja kalah manyun nya sama bibir Aunty" Kata Viona dengan wajah menggemaskan nya. "Udah ih Mamah, Aunty jangan ngobrol disini ga enak sama orang, mending ngobrol nya lanjut lagi nanti, sekarang kita beli ice cream dulu, Viona itu udah ga sabar pengen cepet-cepet beli ice cream, Viona ini capek dari tadi ngikutin Mamah sama Aunty shoping. Kata Viona sambil menarik tangan Mery.



"Dia kalau nyerocos udah mirip kamu dek, ga ada rem nya,,he,,he,,he," Bisik Mery, Anya pun cuma mengerucutkan bibir nya. Mereka pun pergi menuju kedai ice cream.


*


*


*


Anggar lagi di perjalanan pulang, karena Anggar orang nya ngga suka di tempat keramian lama-lama, dia pergi kalau ada keperluan yang medesak saja, biasanya kalau perlu apa-apa Anggar selalu bilang sama ibu nya, tapi untuk saat ini dia harus turun tangan dan membeli nya sendiri karena orang tua nya masih ada di luar kota.

__ADS_1


Anggar pun berhenti pas lampu merah menyala, dia melihat ada pejalan kaki yang memakai kaos berwarna putih, seketika dia pun ingat akan wajah Anya yang terlihat begitu cantik hari ini, "Dia kok lebih cantik dari biasa nya yah? terus kenapa bisa gue pakai baju samaan sama dia, apa memang dia,,,,Tidak-tidak itu tidak mungkin dan tidak akan terjadi,," deg,, jantung Anggar pun berdetak kala dia mengingat lagi wajah cantik Anya.



"*Kenapa wajah nya selalu muncul di pikiranku, arrgghhh, stop!, Anggar stop!, kamu ngga ada hubungan apa-apa dan ngga bakalan ada hubungan apa-apa sama cewek ga jelas, cewek manja itu*." Anggar pun menggelengkan kepalanya biar bayangan wajah Anya pergi dari pikiran nya.


*


*


*


Viona pun memesan ice cream rasa strawbery kesukaan nya, sedangkan Mery dan Anya cuma pesan makanan ringan dan coppe late.


"Aunty, tadi Vio bertemu sama om ganteng, nanti Aunty harus kenalan yah sama om ganteng, soalnya Vio udah janji mau kenalin Aunty sama om ganteng" Kata Viona sambil memakan ice cream nya.



Anya pun mengerutkan kening nya, lalu menatap kearah Mery seakan-akan Anya minta penjelasan dari ucapan Viona.



Mery yang mengerti tatapan tidak mengerti adiknya pun menjawab. "Itu dek, tadi ada seorang pria ngajak ngobrol Viona, kakak juga ngga tahu cowok itu siapa" Jawab Mery yang memang dia ngga tahu siapa cowok itu.



""Ada-ada aja kamu sayang, gimana mau ngenalin nya kalau kamu cuma ketemu sebentar aja" Jawab Anya sambil tersenyum.



"Tapi Vio yakin kalau Aunty bakal ketemu lagi sama om ganteng, soalnya yah Aunty tadi aja baju kalian sama warna putih, lengan nya pendek, itu pertanda Aunty dan om ganteng jodoh" Mery pun terbelalak mendengar ucapan putri nya. "Sayang, kamu tahu darimana bahasa jodoh? Tanya Mery heran.



"Ya tahu lah Mah, kan Vio sering denger kalau orang dewasa ngobrol" Mery pun geleng-geleng mendengar jawaban polos anak nya.



"Apa, Vio bilang baju yang sama ma Aunty? terus dia bawa koper yang sama kaya punya Aunty bukan? Tanya Anya penasaran.



Vio pun menjawab dengan anggukan kepalanya karena mulut nya penuh dengan ice cream.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐

__ADS_1


***Akhhh Vio dirimu lucu nak.


Love u all😘***


__ADS_2