
Teriakan Anggar dan Anya pun terdengar sampai keluar, hingga mereka semua masuk kedalam, kecuali Denis yang lagi megang tangan Rico.
"Adek,,,Teriak Anya sambil berlari kedalam yang disusul oleh Hary dan Mulan.
Setelah bertemu Anya, Mery pun memeluknya dengan erat sambil keduanya menangis, membuat Mulan pun ikut menangis melihat nya.
"Adek ngga apa-apa kan sayang? Tanya Mery sambil melihat Anya dari atas sampai bawah
"Ngga apa-apa kak, tapi Pak Rico,,,, Jawab Anya sambil melihat ke arah Rico.
"Nya? Anya pun berbalik menatap kearah suara yang memanggilnya, "Mbak Mulan" Seru Anya sambil memeluk Mulan dengan erat.
"Syukur kamu ngga apa-apa, mbak sangat panik nyari-nyari kamu sama yang lainnya" Kata Mulan sambil mengusap air mata nya yang terus keluar.
Mereka pun bertiga berpelukan dengan senyuman yang menghiasi bibir dan air mata kebahagia an yang terus mengalir.
Sedangkan Hary dan Anggar bahu membahu membawa Rico keluar dalam keadaan pingsan.
Sebelum keluar dari ruangan Anya di sekap Mulan melihat seutas tali bekas ngikat tangan Anya, Mulan pun mengambil nya dan meninggalkan ruangan itu menyusul mereka yang sudah duluan keluar.
*
*
*
"Apa yang lo lakukan Don? Lo tahu kan dia itu sahabat lo, sahabat kita, dia selalu mengalah sama kita sahabat nya, lo rebut Aya dia ikhlas walau sebenar nya dia itu menderita sampai-sampai dia tidak percaya sama perempuan" Teriak Denis yang sangat nyaring terdengar ditelinga Doni,.
"Lo tahu orang yang lo culik itu siapa? Dia itu korban sikap sadiz Anggar gara-gara Aya selingkuh sama lo, dan sekarang lo menculik dia, orang yang tidak berdosa, orang yang tidak tahu apa-apa, Lo salah orang bang sat" Denis terus berteriak dekat telinga Doni sambil terus mengunci tangan Doni kebelakang.
"Coba kamu pikir, apa dengan menculik Anya akan selesai semuanya? apa dengan menghancurkan masa depan seorang gadis akan membuat mu bahagia? Ngga Don, ngga!!! Lo, akan meringkuk di balik jeruji besi, keluarga Anya ngga akan tinggal diam, dia akan terus ngejar lo sampai lobang semut sekali pun dengan berbagai cara, dan satu hal lagi, istri dan anak lo akan meninggalkan dan membenci lo, harus nya lo berpikir sebelum bertindak, Aya meninggalkan Anggar yang mencintai dan menyayangi nya dengan tulus hanya demi lo, dan sekarang akibat rasa dendam dan iri yang menguasai hati mu maka kamu menghancurkan diri kamu sendiri, dan hidup mu tidak akan pernah tenang" Kata Denis panjang lebar dengan penuh amarah.
__ADS_1
Doni pun tersadar dengan semua kata-kata Denis, Doni pun menunduk dan meneteskan air mata, dia mengingat anak istri nya di rumah yang menanti nya pulang, dia merasa sangat berdosa sama para sahabat nya terutama Anggar, rasa amarah dan kebencian nya membuat dia gelap mata yang berujung penyesalan.
"Maafin gue, gue khilaf, gue terlalu diliputi rasa iri dan benci" Kata Doni yang terus menunduk.
"Bukan ke gue lo minta maaf, tapi lo harus meminta maaf pada keluarga Anya" Jawab Denis.
*
*
*
"Yang, buka pintu mobil" Perintah Hary pada Mery, Denis pun melirik kearah mereka setelah mendengar suara Hary.
"Rico?? Lo nusuk Rico? Kata Denis sambil mencengkeram tangan Doni lebih kuat lagi, Doni pun yang sudah tidak bisa melakukan perlawanan hanya bisa diam dan menunduk.
"Den ikat dia pake tali ini" Mulan pun memberikan seutas tali pada Denis, lalu mengikak nya kencang.
"Biar gue yang jaga Rico" Kata Denis sambil ikut masuk kedalam mobil dan memberikan kunci mobil Doni sama Mulan.
"Mbak tolong bawa mobil Doni, aku mau nemenin Rico di belakang" Denis pun menidurkan kepala Rico diatas pangkuan nya.
"Pak Anggar, Anya, ayo masuk" Kata Mulan sambil masuk ke pintu depan dan duduk di belakang kemudi, Anggar pun membuka kan pintu belakang buat Anya.
Anya tersentuh dengan semua perlakuan Anggar malam ini kepada dirinya, Mulan pun mulai melajukan mobil nya mengikuti mobil Hary yang sudah melaju duluan menuju rumah sakit.
*
*
*
Rico pun sudah ditangani dokter di dalam ruangan, sedangkan mereka semua menunggu diluar termasuk Doni yang memaksa pengen ikut.
__ADS_1
Doni yang ikatan nya sudah di buka karena permintaan Anya pun menghampiri Hary dan bersimpuh di depan Hary dan Mery.
"Pak Hary, mbak Mery saya minta maaf yang sebesar-besar nya, atas ke khilafan saya, saya benar-benar menyesal, rasa iri dan dendam telah menguasai hati saya, hingga adik kalian kena imbas nya" Doni pun bicara dengan suara bergetar sambil menunduk kan wajah nya.
Hary yang masih ada sisa-sisa amarah sudah siap mau melayangkan pukulan nya pada wajah Doni, tapi Mery melarang nya dengan menahan kedua tangan suami nya itu sambil menggeleng Hary pun menurut pada istri nya.
"Pak Doni, saya mau tanya pada anda, misalkan posisi Anya adalah adik kandung anda sendiri, apa yang akan anda lakukan kepada orang yang sudah menyekap nya? Tanya Mery dengan santai.
"Mungkin saya akan membunuh nya" Jawab Doni yang masih dalam posisi bersimpuh dan menunduk.
"Dan itulah yang ingin kita lakukan semuanya kepada anda, tapi saya sebagai seorang wanita dan sebagai seorang ibu bagi anak-anak saya, saya memikirkan istri dan anak anda, bukan kita ngga mampu untuk melukai bahkan membunuh anda kita mampu, tapi kalau kita membunuh anda sama hal nya saya membunuh mental anak anda, saya tidak mau mental anak anda terganggu karena perbuatan ayah nya sendiri karena anak anda yang masih suci akan menanggung segala perbuatan keji ayah nya sendiri dan kalau kita membunuh anda saya ikut bersalah akan perubahan mental anak anda" Kata-kata yang Mery ucapkan menusuk kedalam hati Doni.
Doni pun menangis mendengar semua perkataan Mery dan terus-terus san meminta maaf pada Mery dan Hary.
Anya menghampiri Doni, "Sudah Pak, ayo berdiri Kami semua termasuk saya pribadi sudah memaafkan anda,, sekarang anda obati luka nya jangan sampai istri dan anak anda melihat kondisi anda seperti ini" Kata Anya sambil mengusap pundak Doni.
Mereka yang melihat semua itu kagum sama Anya, yang mau berbesar hati memafkan Doni yang telah menyekap nya beberapa hari ini.
"Keluarga pasien Rico" Teriak seorang dokter yang menangani Rico.
"Iyah pak" Ucap mereka secara bersamaan. "Begini Pak, Ibu,. Pasien kehabisan banyak darah dan dia lagi membutuhkan transfusi darah sementara darah yang di butuhkan pasien di bank darah nya lagi kosong, sedangkan pasien harus secepatnya melakukan transpusi darah.
"Ambil darah saya dok, kebetulan darah kami sama"
β. β. β. β
***Aduch darah siapa yah yang sama dengan Rico, tidak mungkin kan darah akuπ€
__ADS_1
Love u allπ***