
Keesokan pagi nya mereka sudah siap-siap mau bertemu Mery dan Hary. Tiba-tiba Pak Abraham menghubungi Anggar bertepatan dengan kedatangan Mulan, Denis dan Rico.
"Iyah Pak,,,, baik Pak,,, terima kasih banyak Pak" Hanya segitu percakapan yang di dengar oleh mereka bertiga, Anggar pun melirik ke arah mereka setelah memutuskan panggilan nya dengan Pak Abraham.
"Pak Abraham nanyain kenapa kita semua tidak ada yang masuk kerja" Kata Anggar kepada mereka bertiga
"Terus gimana? Marah ga Pak Abraham sama kita? Tanya Denis dengan penasaran.
"Ngga,, bahkan Pak Abraham mengizinkan kita untuk mencari Anya sampai dapat" Jawab Anggar.
"Alhamdulilah" Ucap syukur mereka lontarkan secara bersamaan.
"Ya udah ayo nanti kita terlambat, jangan sampai Kakak nya Anya menunggu kita" Kata Mulan sambil berjalan dan di ikuti oleh tiga pria dibelakang nya.
Selagi mereka lagi menunggu taxi, tiba-tiba ada sebuah motor menghampiri mereka dan memberikan sebuah amplop kepada Anggar, mereka pun kaget, sebelum mereka bertanya orang tersebut sudah tancap gas dari sana. Mereka tidak tahu siapa orang itu dan juga tidak mengenali nya karena orang tersebut memakai helm full face warna hitam.
"Heeiii,,," seru mereka bahkan Rico sempat memegang jaket nya, tapi sayang karena dia tancap gas maka pegangan Rico pun terlepas.
"Cepat buka Pak" Kata Mulan, Denis dan Rico pun mengangguk tanda menyetujui saran Mulan.
Anggar pun mengangguk lalu membuka nya, mereka pun kaget dengan pesan yang tertulis di dalam amplop tersebut, lalu mereka pun secepat nya pergi ke cafe yang berada di hotel tempat Mery dan Hary menginap.
*
*
*
Anya kembali meneteskan air matanya sambil memeluk guling, "Ibuu adek kangen, ya Allah tolonglah hambamu, tolong datangkan seseorang yang mengeluarkan aku dari sini ya Allah, aku berjanji siapa pun orang nya yang nyelamatin aku pergi dari sini jika orang itu seorang pria maka aku rela jadi istri nya dan aku akan mengabdi pada nya seumur hidupku" Gumam Anya sambil terisak.
Pintu kamar Anya terbuka dan Anya pun buru-buru bangkit dari tiduran nya, dan menatap ke arah pria yang mengurung nya.
"Sudah jangan nangis mulu, nih makan jangan ngebantah, saya ngga mau kamu sakit yang akhir nya akan merepotkan saya" Kata pria tersebut sambil memberikan nasi bungkus dan sebotol air mineral.
__ADS_1
Anya pun cuma diam dan pasrah dengan semua yang telah terjadi padanya, dia ngga henti-henti nya berdoa dan menunggu keajaiban dari sang maha pencipta.
Pria tersebut lalu keluar meninggalkan Anya dengan makanan nya, setelah dia mengunci lagi pintu kamar yang di pake buat mengurung Anya.
Anya pun sempat ngga mau makan nasi yang di kirim orang itu, tapi Anya berpikir lagi, dia juga butuh tenaga buat dia pergi dari tempat ini, dan akhirnya Anya menghabiskan nasi bungkus itu.
*
*
*
Mereka pun sampai ke tempat yang sudah di janjikan Mery dan Hary, mereka masuk ke cafe hotel dan sudah nampak Mery dan Hary sambil menikmati sarapan nya.
"Pagi kak? Sapa mereka bersamaan dan menghampiri Mery dan Hary.
"Pagi juga, ayo kalian pesan makanan kita sambil sarapan, sebelum kita berangkat ke tempat penyekapan Anya" Kata Hary, Mery cuma diam saja dan terlihat mata nya sembab efek menangis terus.
Mereka pun memesan makanan karena jujur mereka belum sempat mampir ke warung nasi dan belum makan apa pun.
"Alhamdulilah sudah, kakak sudah mendapat kan nama pemilik mobil dan alamat rumah nya, cuman kita ga tahu pasti mobil itu milik nya atau bukan, karena bisa saja dia membeli mobil tersebut dari orang lain, dan belum di balik nama, tapi se engga nya ini awal yang baik buat kita secepat nya menemukan Anya" Jawab Hary dengan jelas.
"Boleh kita melihat nama dan alamat nya kak? Kata Rico.
"Boleh, ini informasi yang kakak dapatkan dari teman kakak semalam" Hary pun memberikan ponsel nya kepada Rico, mereka berempat pun melihat secara bersamaan.
"Saya tahu alamat ini, kalau tidak macet paling sekitaran satu jam dari sini" kata Mulan antusias dan membuat Mery yang dari tadi hanya diam pun angkat bicara.
"Ayo mas, ayo kita kesana sekarang" Ajak Mery sambil berkaca-kaca.
"Sabar sayang, kita habiskan dulu sarapan nya, ini sarapan kamu juga habis kan yah, kalau kamu ga sarapan nanti magh kamu kambuh" Hary pun berusaha membujuk Mery untuk makan.
__ADS_1
Mery hanya diam dan ngga menyentuh sama sekali makanan yang ada di depan nya, dia kepikiran Anya, dia memikir kan Anya sudah makan apa belum, kondisi dia saat ini bagai mana, dia kepikiran Ibu nya juga yang mengkhawatirkan Anya.
"Oke kalau kamu ngga mau menghabiskan sarapan nya, aku dan mereka ngga akan mencari Anya" Hary pun mengancam istrinya.
Mery pun meraih sendok lalu mulai menyantap sarapan dan menghabiskan nya, Hary pun tersenyum karena ancaman nya berhasil sambil mengelus kepala sang istri penuh kasih sayang.
Mereka berempat merasa terharu melihat pasangan suami istri di depan nya ini, Mulan pun ingat sama suami nya yang selalu perhatian sama dirinya.
Tiba-tiba Anggar menghampiri Mery dan berjongkok di depan mery, dengan deraian air mata Anggar pun mengucap kata maaf.
"Maaf kan aku kak, ini semua gara-gara aku, aku berjanji akan membayar semua kesedihan kakak dengan kebahagian melimpah, aku berjanji akan menyelamatkan Anya dan aku berjanji akan menerima Anya apapun keadaan nya nanti, walaupun nyawa aku taruhan nya aku rela kak" Kata Anggar disela isak tangis nya, dia sudah tidak perduli lagi semua orang disana melihat ke arah dia.
"Apa maksudmu" Kata Mery sambil menatap ke arah Anggar lalu menatap kearah mereka bertiga.
Mulan, Denis, dan Rico cuma diam sambil menunduk.
"Jangan bilang hilang nya Adek mbak gara-gara kamu, jangan bilang yang menculik itu musuh kamu" Teriak Mery sambil terus memukul pundak Anggar yang kebetulan Anggar masih bersimpuh di depan Mery.
"Tenang Yang, tenang, sabar, semua kita bicarakan dalam keadaan tenang, kalau dengan emosi seperti ini kita malah saling menyalahkan nanti nya" Hary pun menenangkan istrinya sambil di peluk.
"Maaf kak sebenar nya tadi pas kita mau berangkat kesini, tiba-tiba ada seseorang yang ngasih ini pada Anggar" Kata Denis sambil memberikan amplop tadi kepada Hary.
"Kalian kenal orang nya? Tanya Hary sambil membuka amplop tersebut.
Mereka semua pun menggeleng tanda tidak kenal, Anggar yang masih duduk bersimpuh pun diajak berdiri oleh Denis.
β. β. β. β
***Ada yang tahu ngga bestie isi amplop nya apaan?
__ADS_1
Makasih all sudah mampir di karya recehan nya aku.
Love u allπ***