
Anya sudah lelah menangis seharian ini, dia pun berbaring diatas kasur dengan pikiran menerawang mengingat kejadian siang tadi setelah mandi dan menghabiskan nasi bungkus pemberian pria itu.
FLASHBACK
Diluar pintu kamar pria itu berteriak "Hai kamu, sudah selesai belum" Teriak pria itu sambil mengetuk pintu.
"Sudah" Jawab Anya sambil berteriak juga, setelah mendengar jawaban Anya, pria itu membuka pintu lalu masuk menghampiri Anya.
"Apa yang akan kamu tanyakan, saya akan berusaha menjawab nya" Tanya pria itu sambil duduk menghadap Anya.
"Siapa kamu? Pertanyaan pertama Anya pun terlontar.
"Siapa saya kamu memang ngga akan mengenal saya" Jawab pria itu yang membuat Anya tidak puas dengan jawaban nya.
"Kenapa kamu menculik saya? Jawaban kedua pun terlontar dengan harapan ada titik terang buat Anya.
"Saya menculik kamu karena saya ngga suka selalu di banding-bandingkan sama istri saya bersama mantan nya" Jawaban yang membuat Anya pusing tujuh keliling.
"Terus apa hubungan nya sama saya? Anya bertanya sambil memegang kepalanya karena jawaban pria itu tidak masuk akal menurut Anya.
"Karena kamu adalah orang yang paling dekat dengan dia" Lagi-lagi pria itu menjawab dengan sebuah teka teki, hingga di setiap jawaban nya Anya harus terus berpikir.
Anya pun bingung di buat nya, dia diam mencerna perkataan pria itu, dia berpikir lama tapi tetap saja ngga terlintas sama sekali jawaban perkataan pria itu.
"Apalagi yang mau kamu tanyakan? Tanya pria itu mengagetkan Anya yang sedang melamun.
"Sudah cukup, karena sebanyak apa saya bertanya pada anda, maka saya akan bertambah pusing" Jawab Anya sambil menahan emosi nya.
"Oh iya, bolehkah saya meminta sesuatu pada anda" Kata Anya mencoba bernegosiasi.
"Kamu minta apa? Minta bebas? Jangan harap, sebelum dia merasakan kehilangan orang yang di cintai nya" Jawab pria itu sambil berdiri lalu membalik kan tubuh nya mau pergi.
"Bukan,. Saya bukan minta bebas, karena semua itu mustahil anda kabulkan, saya cuma mau pinjam charger" Jawab Anya.
__ADS_1
"Saya juga tidak bodoh, kalau saya kasih kamu charger itu sama artinya saya menyerah kan diri sama dia" Jawab pria itu sambil berjalan keluar lalu mengunci pintu kamar tersebut.
Anya hanya mendengus menahan segala kekesalan nya, tak ada yang bisa dia lakukan selain berbaring dan berpikir.
*
*
*
Di warung pecel lele pun mereka masih membahas tentang Anya, Hary pun akhir nya memperlihat kan poto Anya yang ada di ponsel nya.
"Maaf, apa Anya ini yang kalian bicarakan? Kata Hary, mereka semua pun sangat terkejut karena Anya yang mereka bicarakan sama persis dengan poto yang ada pada ponsel Hary.
"Iyah benar ini Anya sahabat kami yang kami maksud, dimana Bapak melihat nya? Tanya Mulan yang langsung mengambil ponsel dari tangan Hary.
Mery yang di meja samping pun mendengar nya, lalu dia menghampiri suami dan para sahabat Adek nya.
"Apa benar kalian sahabat adek mbak? Tanya Mery dengan antusias.
"Alhamdulilah ya Allah engkau memberi petunjuk pada kami" Mery pun bersyukur karena ada harapan ketemu sama Adek nya.
"Terus Anya sekarang dimana? Lanjut Mery sambil menatap ke empat orang yang ada dihadapan nya.
"Kita kehilangan Anya mbak? Dan seharian ini kita sudah mencari nya tapi kami belum bisa menemukan Anya" Jawab Mulan sambil berkaca-kaca.
"Appaa!!! Mas, Adek mas, sejak kapan Anya menghilang? Adek,,kamu dimana sayang? Hik,,,hik,,,hik,,," Teriak Mery yang shock mendengar kabar hilang nya Anya, Mereka berempat pun cuma bisa diam dan menunduk kan kepala mereka.
"Tenang Yang, kamu harus tenang, kita dengarkan dulu penjelasan dari mereka, ayo sini duduk" Hary pun mengajak Mery untuk duduk dan bergabung bersama mereka.
"Bisa kalian cerita kan kronologi nya sampai Adek saya menghilang? Tanya Hary sambil menatap ke empat orang di depan nya.
"Begini mas, mbak,,,,,,,,,,,,,,,," Denis pun menceritakan dari awal sampai mereka berada di warung pecel lele ini, tidak ada yang Denis tutupin lagi. "Begitulah mas, mbak dan kita pun masih bingung kenapa Anya sampai ada yang menculik nya padahal selama saya kenal Anya dia ngga punya musuh atau sekedar saingan" Denis pun menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Mas,, Adek di culik mas cepat tolong Adek, cepat cari Adek masss" Mery pun terus berteriak hingga akhirnya Mery pingsan, untung Hary sang suami selalu gercep dalam melindungi istri tercinta nya.
"Mbak" Mereka pun langsung panik melihat Mery pingsan. Mulan langsung mengambil minyak kayu putih yang selalu dia bawa di dalam tas nya.
"Mas, pake ini" Kata Mery sambil memberikan minyak kayu putih pada Hary, Hary pun menerima lalu mendekat kan nya pada hidung Mery.
Tidak berapa lama Mery pun sadar dari pingsan nya. "Mas,,hik,,,hik,,,hik,,Adek Mas, tolong adek Mas" Mery terus saja menangis.
"Mbak ini minum dulu, tenang ya mbak, kami juga lagi berusaha mencari nya" Kata Mery sambil memberikan segelas air putih.
Setelah Mery tenang, mereka pun melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi, "Tadi kamu bilang Anya ada yang membawa nya dengan sebuah mobil yang kalian lihat dari cctv mall, apa kalian mencatat no flat mobil nya? Tanya Hari.
"Ini,,,saya sudah merekam dengan jelas di ponsel saya" Rico pun memberikan ponsel nya pada Hary.
"Kemana pun kamu pergi pasti aku dapatkan, jangan main-main kamu sama saya" Gumam Hary yang masih sempat terdengar oleh mereka, mereka pun saling melirik satu sama lain nya.
Hary pun langsung menghubungi seseorang, mereka semua cuma diam dengan pikiran masing-masing sambil memperhatikan Hary yang lagi menghubungi seseorang dengan wajah amarah nya.
"Kalau begitu sekarang kita pulang dulu, besok kita rundingkan lagi untuk mencari nya, barusan saya sudah menghubungi teman saya yang jago dalam hal bidang IT, jadi saya pastikan sebentar lagi kita akan mendapat kan nama dan alamat pemilik mobil yang membawa Anya" Kata Hary serius sambil menatap ke arah mereka.
"Ya ampun, Pak sopir taxi menunggu kita kelamaan ini, kalau begitu ayo kita pulang" Kata Denis sambil menepuk jidat nya.
Mereka pun memutuskan pulang dan akhirnya mereka di antar Hary dan Mery, sedangkan sopir taxi di suruh kembali setelah mereka membayar nya, Anggar dari tadi cuma diam membisu, dia sedang bergelut dengan pikiran dan perasaan nya. Pikiran yang selalu memikirkan keadaan Anya, perasaan Anggar sedang merasakan begitu sakit nya dua hari ini kehilangan Anya.
"Ternyata benar apa kata orang, kalau sudah tiada baru terasa" Gumam bathin Denis sambil menghembuskan nafas nya pelan.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
***Nah kan baru kerasa kan?
Makanya jangan sok ga peduli deh jadi cowok
Aku masih betah akh ngumpetin Anya🤪
Makasih all sudah mau mampir di karya recehan nya aku.
Love u all😘***
__ADS_1