Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Memikirkan nya


__ADS_3

Anggar pun berdecak kesal sambil melajukan kembali mobil nya. "Dasar cewek ga tahu diri, udah dianter pulang bukan nya bersikap manis malah membanting pintu seenak jidatnya, emang dia pikir ini mobil nenek moyang nya apa." Anggar terus ngedumel selama perjalanan pulang.


*


*


*


Anya pun masuk kedalam rumah sambil uring-uringan karena sikap Anggar yang super duper jutex.


"Kamu kenapa dek? Datang-datang ngedumel aja, bukan nya ngucapin salam apa kalau masuk rumah itu." Tanya Bu Aisyah sambil melihat kearah Anya yang lagi cemberut.



"Eh,, Ibu.,, Assalamualaikum?," Anya pun memberi salam.



"Kenapa pulang-pulang ngedumel, nanti cepet tua lo." Pak Baskoro pun ikut bertanya.



"Ga ada apa-apa, cuma tadi ada hantu jutek yang bikin adek kesel." Jawab Anya sambil ikut duduk diantara Bapak dan Ibu nya.



"Jangan terlalu benci sama seseorang dek, suatu saat benci bakal kebalik jadi cinta lo," Kata Pak Baskoro, seakan-akan dia tahu kalau anaknya lagi kesel sama cowok.



Pak Baskoro dan Bu Aisyah tentu nya tahu, karena pas ada suara mobil berhenti depan rumah nya, mereka ngintip dari dalam rumah, mereka pun tersenyum lihat anak nya yang diantar pulang sama seseorang, walaupun Pak Baskoro dan Bu Aisyah belum tahu siapa yang telah nganterin anak nya pulang, tapi se engga nya Anya sudah benar-benar melupakan Ardie. Orang tua mana yang ga sedih melihat anaknya bersedih dan terpuruk, begitupun sebalik nya, orang tua akan bahagia bila melihat anak-anak nya hidup bahagia.



Anya pun cuma merenggut, lalu pergi ke kamar nya. "Pak, Bu, aya masuk kamar duluan yah, capek pengen istirahat.



"Ga makan dulu dek?," Tanya Bu Aisyah.



"Adek udah makan tadi Bu." Jawab Anya sambil melangkah pergi menuju kamarnya. Sedangkan Pak Baskoro dan Bu Aisyah hanya geleng-geleng kepala lihat kelakuan anak nya.


*


*


*


Anggar pun tiba di kediaman Hardian, Anggar melangkah masuk, seperti biasa rumah itu sepi bak ga ada penghuni nya, Asisten rumah tangga nya mungkin sudah berisitirahat karena udah malam, sedangkan orangtua Anggar masih berada diluar kota untuk mengerjakan bisnis nya.


Anggar pun melangkah masuk ke kamar pribadinya, lalu dia membersihkan seluruh tubuh nya dan berganti pakaian dengan piyama. Anggar pun membaringkan tubuh nya diatas kasur king size milik nya.



"*Cantik*." Terlintas wajah Anya yang cantik lewat dipikiran Anggar. "Arghh ngapain sih cewek mu ra han itu hadir dinpikiranku, dia kan kekasih nya si playboy Rico".


__ADS_1


"*Kenapa kamu nerima dia yang jelas-jelas dia itu playboy*," Gumam Anggar.



"*Aish,, apa peduliku memikirkan cewek itu, masa bodoh dia mau sama Rico mau sama Sani atau laki-laki manapun gue ga peduli*." Anggar pun menutup mata nya rapat-rapat.



"Aaarrgghhh ada apa denganku ini, kenapa wajah nya selalu muncul di pikiranku, dan ini,,,, apa ini." Anggar pun menyentuh dada nya, terasa detakan jantung yang kayak lagi berdisco ria, setiap wajah Anya muncul jantung nya pun ikut berdetak.


*


*


*


Tidak jauh berbeda dengan Anggar, Anya pun sama sepertinya, Wajah Anggar yang jutex tapi ganteng itu selalu muncul dipikiran Anya.


"Ya allah, hilangkan wajah hantu jutex ini di pikiranku." Anya pun bergumam sambil mengangkat tangan nya keatas, layak nya orang lagi berdo\*a.



Anya dibuat ga bisa tidur, karena wajah Anggar selalu muncul di kepalanya, hingga yang dia lakukan hanya berguling ke kanan dan ke kiri saja.



Mungkin efek kecapean berguling-guling, Akhirnya Anya tertidur dengan lelap nya.


*


*


*


Bayangan Anggar yang menggendong Anya siang tadi terlintas kembali di pikiran dia. "Tidak,,,,jangan sampai Anya jadi milik dia, aku harus secepat nya mendapat kan Zevanya bagaimana pun cara nya." Gumam Rico sambil mngepalkan tangan nya.



Yah dia adalah Rico, yang terobsesi pada Anya, dia mau memiliki Anya hanya karena takut Anggar memiliki nya."Waktunya sekarang kamu yang harus kalah dan mengalah, Anggar Prima Hadian." Setelah mengucapkan kata-kata itu Rico pun menyobek dan menghancurkan poto Anggar dan dirinya disaat sekolah dulu.


*


*


*


Pagi hari seperti biasa Anya melakukan rutunitas di pagi hari, setelah sarapan pagi bersama kedua orang tua nya, Anya pun berangkat ke kantor dengan mengendarai motor matic nya.


Dilampu merah Anya pun berhenti, dia fokus kedepan hingga dia tidak sadar, ada seseorang yang memperhatikan nya dari dalam sebuah mobil.



Lampu hijau pun telah menyala Anya pun melanjutkan perjalanan nya yang di ikuti sebuah mobil dibelakang nya.



Sesampainya di kantor, Anya langsung menuju ruangan nya, dan disana sudah ditunggu sama Mulan.


__ADS_1


"Pagi mbak." Kata Anya sambil jalan menuju meja nya.



"Pagi juga, gimana keadaan mu sekarang?, lebih baik kan?," Mulan pun nanyain kabar Anya.



"Alhamdulilah mbak segeran." Jawab Anya sambil siap-siap melakukan pekerjaan nya.



"Syukurlah, eh iyah,, gimana semalam ngobrol apa aja kamu sama Pak Anggar," Mulan mulai kepo.



"Ngobrol apaan, orang sepanjang perjalanan kita pada diem kaya ga ada tanda-tanda kehidupan gitu." Jawab Anya.



"Ekh, masa sih, terus kamu ga ngucapin makasih gitu, udah dianterin." Tanya Mulan lagi



"Yeee si mbak ini, ya bilang lah, masa ga bilang, kan ga sopan." Cerocos Anya yang kesal karena mengingat lagi kejadian semalam.



"Terus, terus kata pak Anggar gimana,? Terus Pak Anggar kasih senyuman dong sama kamu." Cecar Mulan.



"Boro-boro senyuman mbak, aku bilang makasih aja jawaban nya jutex, pake acara kepaksa lagi nganterin aku, kan ngeselin, dasar emang hantu jutex, geselin." Jawab Anya menggebu-gebu, dia repleks menutup bibir nya, karena keceplosan manggil Anggar Hantu jutex.



" Apa Nya? Hantu jutek?" Mulan pun berpikir, lalu tersenyum, "Ooohh,, berarti yang kapan hari di toilet kantin itu kamu ketemu sama Pak Anggar." Mulan mulai menggoda Anya.



"Au ah, sudah mbak ayo kerja jangan gibah." Anya pun mengalihkan pembicaraan tentang Anggar, karena kalau dilanjutkan dia pasti akan terus-terus san di goda sama Mulan. Mulan pun hanya tersenyum melihat Anya yang grogi, lalu Mulan dan Anya pun melanjutkan pekerjaan nya



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


Wahhhh Anya dan Anggar satu hati yah bestie, mereka pada memikirkan nya.


***Kalian mikirin siapa hayooo???


Kalau aku mah mikirin, ada ga yah yang mau kasih aku mawar atau secangkir kopi gitu


Biar agak fresh cari inspirasinya.


Dan jempol semangat ngetik nya.


Makasih all udah mau dukung karya recehan aku ini.


Love u all 😘***

__ADS_1


__ADS_2