
Anggar yang lagi menatap Anya🤭
Anya yang menghindar dari tatapan Anggar.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
"Kenapa sih Nya? Tanya Mulan sambil menengok kebelakang, dan Mulan pun kaget ternyata ada Anggar dan Denis disana.
Mulan pun tersenyum kearah Anggar dan Denis sambil melambaikan tangan nya.
"Apa sih mbak, ngapain pake lambaikan tangan ke mereka segala sih" Protes Anya sambil cemberut.
"Yah kan kita kenal mereka, kalau kita chuex nanti di kira kita itu sombong" Jawab Mulan sambil menyeruput minuman nya.
"Dia saja sombong, kenapa kita ngga balik sombong juga ke mereka" Cerocos Anya.
"Menurut mbak mereka itu ga sombong kok, malah perhatian banget sama cewek" Mulan meyakinkan Anya.
"What!! Perhatian? Mbak ngga salah nilai orang kan? Mbak ngga rabun kan? Mana ada orang kaya gitu perhatian" Anya kesal sama Mulan.
"Mbak punya bukti nya lo kalau Pak Anggar itu perhatian" Kata Mulan sambil mengeluarkan ponsel dari tas nya.
"Bukti apaan? Udah jelas-jelas si hantu jutex itu songong" Anya pun terus nyerocos.
Mulan pun memperlihatkan poto Anya yang lagi tidur di pundak Anggar, terlihat sebelah tangan Anggar menahan kepalanya agar tidak jatuh dan sebelah tangan nya lagi megang ponsel nya.
Anya pun terkejut dan sekaligus malu melihat poto tersebut, "Mbak!!! Hapus ngga? Kata Anya sambil berusaha mengambil ponsel dari Mulan.
"Ngga mau, ini kan ponsel mbak, biar ini jadi bukti perhatian nya Pak Anggar sama seorang Zievanya" Jawab Mulan dengan senyum kemenangan nya.
Anya pun merenggut kesal sama Mulan, tanpa sadar dia menghabiskan semua makanan dan minuman yang ada di meja cafe tersebut.
__ADS_1
*
*
*
Sedangkan di meja Anggar, Denis biasa menjadi kompor yang siap meledug.
"Bro liat deh Anya baik-baik sama lo, masa lo mau biarkan dia diambil si Rico? Emang lo ikhlas kalau dia jadian sama mantan sahabat mu itu? Anya tuh cantik, body oke, pinter, suppel, ramah, yah walau kelihatan nya ada sedikit manja, tapi wajar lah kan cewek mau nya dimanja? Denis pun bicara panjang kali lebar mengenai Anya.
Anggar pun diam mencerna perkataan Denis, tapi entah ada apa dengan Anggar ini di hati dia mengakui yang di omongin Denis itu semuanya benar, dan dia juga ngga rela kalau Anya sama Rico, tapi karena terbesit bayangan Raya yang lagi pelukan sama sahabat nya rasa benci pada wanita pun tumbuh kembali.
"Ramah? Menurut mu cewek ga jelas, ceroboh, cerewet gitu bisa dibilang ramah? Anggar pun sewot dengan nada ketus nya.
Denis pun merasa geram dengan sikap Anggar, "Sebenar nya lo itu kenapa sih? Gue tahu lo suka sama dia, tapi lo takut kan? Lo takut kalau Anya sudah jadi milik mu lo takut Anya diambil lagi sama orang lain terutama sahabatmu, come on bro, jangan samakan Anya sama Raya, aku yakin seyakin-yakin nya kalau Anya cewek baik-baik dan dia ngga akan pernah nyakitin hati lo, jangan sampai lo menyesal nanti nya" Denis sangat kesal sekali sama sikap Anggar yang ga bisa move on dari mantan nya, Denis pun pergi begitu saja meninggalkan Anggar yang diam seribu bahasa.
Anggar termenung sendiri mencerna semua kata-kata yang Denis ucapkan barusan. "Gue pun ga paham bro, disatu sisi gue suka sama dia, bahkan hati gue bergetar setiap melihat dia, tapi disatu sisi gue takut, gue takut Anya pergi dari gue, dan gue ngga siap untuk ditinggal untuk yang ke dua kali nya" Gumam hati Anggar sambil menatap kearah Anya lalu menunduk entah apa yang dia lihat diatas meja. Seandai nya Anggar cewek sudah dipastikan sekarang dia lagi menangis.
*
*
*
"Oh,, iyah Pak silahkan? Mulan dan Anya pun menjawab sambil saling menatap heran.
"Ada apa yah mbak sama Pak Denis? Kaya yang lagi kesal gitu deh" Tanya Anya yang merasa heran dengan raut muka Denis.
"Entahlah, mungkin lagi berdebat sama Pak Anggar" Jawab Mulan sambil melirik ke arah Anggar.
Anya pun melirik ke arah Anggar, dia melihat kalau Anggar lagi menunduk dan kelihatan lagi sedih, "Kalau lihat dia seperti itu, kok aku kasihan yah? Gumam Anya yang masih bisa di dengar oleh Mulan.
"Kalau kamu merasa kasihan, hibur dia dong" Mode jail Mulan muncul.
"Is,,, mbak ini selalu deh, ya udah ah mbak kita pulang aja yuk? Aku belum mempersiapkan buat kerja besok soalnya" Kata Anya sambil berdiri.
__ADS_1
Mulan pun ikut berdiri lalu melirik ke arah Anggar, kebetulan Anggar pun lagi melirik kearah mereka, "Mari Pak, kita duluan yah? Tanya Mulan pada Anggar, sedangkan Anya chuex aja sambil melangkah kan kaki nya keluar.
"Mari mbak Mulan" Jawab Anggar datar.
*
*
*
Denis yang lagi mode kesal pun pergi dari cafe, dia pun menyetop sebuah taxi, pas Denis mau membuka pintu Taxi, tiba-tiba ada seorang perempuan cantik menyerobot dan langsung masuk begitu saja ke dalam taxi tersebut.
Denis pun kesal dengan ulah cewek itu, "Hay cewek ga jelas kamu lihat ga yang mesan taxi ini duluan siapa? Bentak Denis.(Denis kesal sama Anggar marah nya sama aku, upz salah maksud nya sama cewek lain yang dia ngga kenal) 🤭🤣
"Maaf pak? Saya lagi buru-buru saolnya" Jawab perempuan itu.
"Ya sama saya pun buru-buru, terus kenapa panggil saya Bapak? Emang saya ini bapak kamu? Jawab Anggar tidak mau kalah.
"Begini saja, gimana kalau taxi nya nganterin saya dulu, terus habis itu nganterin om, yah,,yah,, please? Perempuan cantik itu pun memohon sama Denis.
"Kenapa jadi kamu yang ngatur? Terus ngapain lagi panggil saya om? Emang saya nikah sama tante mu? Cerocos Denis.
"Stop!!! Cukup!! Kalau kalian berdua masih berdebat, saya ngga bakalan nganterin siapa-siapa" Sopir taxi pun kesal dengar mereka berdebat yang ngga ada ujung nya itu.
Akhir nya Denis pun memgalah, dan naik kedalam taxi tersebut. Denis melirik kearah wanita tersebut "Cantik juga" Gumam bathin Denis sambil tersenyum.
"Stop Pak di depan" Kata perempuan yang berada disamping Denis. Dia pun buru-buru keluar karena sudah hampir terlambat, dan tanpa di sadari dia belum bayar taxi nya, dan dompet nya pun terjatuh dibawah kursi mobil.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
***Hayo bestie siapa perempuan yang berada dalam taxi tersebut?
Adakah kalian ada yang tahu?
Makasih all atas dukungan buat karya aku yang recehan ini.
__ADS_1
Love u all😘***