
Sebulan sudah kepulangan Anya dari Bali, semakin hari Anya selalu merasakan lelah dan mual, seperti pagi ini Anya yang baru saja bangun merasakan perut nya mual dan langsung berlari kearah kamar mandi.
Anggar yang masih terlelap pun terbangun mendengar Anya yang lagi muntah-muntah di kamar mandi.
"Kamu kenapa Yang? Kita ke dokter ya? Tanya Anggar sambil terus memijit tengkuk nya Anya.
"Ngga usah mas aku mau istirahat saja, mungkin masuk angin" jawab Anya.
"Ya udah kamu ngga usah masuk kerja dulu, atau kamu berhenti saja bekerja biar aku saja yang kerja, sekarang kamu cepet lelah" kata Anggar sambil memapah Anya keluar dari kamar mandi.
"Aku masih pengen kerja mas, aku janji kalau seandai nya nanti aku mengandung, aku baru mau berhenti" jawab Anya manja.
"Ya sudah terserah kamu aja, yang penting bukan aku yang maksa kamu buat kerja" jawab Anggar.
Anya pun cuma tersenyum lalu membaringkan tubuh dan memejamkan matanya.
Anggar pun pergi ke kamar mandi setelah membaringkan Anya, Anggar melakukan semua nya sendiri karena ternyata Anya sudah terlelap lagi tidur.
Sebelum berangkat Anggar menyentuh kening Anya, "Ngga panas" gumam bathin Anggar, lalu dia mengecup kening kening Anya dan berbisik, "Aku berangkat ya Yang? Kalau ada apa-apa kamu telepon aku"
Anggar pun pergi ke kantor meninggalkan Anya sendirian di rumah, sebenar nya Anggar ngga tega meninggalkan istrinya sendirian dalam kondisi kurang sehat seperti itu, tapi mau gimana lagi, dia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.
*
*
*
Dikantor Anggar bekerja ngga tenang, dia ingat terus sama Anya di rumah, di chat ngga di balas di telepon ngga diangkat, "Apa dia masih tidur ya? Gumam bathin Anggar.
Mulan pun lewat depan ruangan Anggar yang pintu nya tidak tertutup, Mulan melihat kedalam mencari sosok Anya.
"Pak Anggar, Anya nya kemana? Tanya Mulan sambil masuk kedalam ruangan.
"Eh,, iya kenapa mbak? Anggar pun kaget dengan kedatangan Mulan.
"Pak Anggar lagi melamun ya? Sampai-sampai pertanyaan saya yang begitu jelas tidak di dengar nya" jawab Mulan.
"Maaf mbak, saya lagi kepikiran Anya di rumah" jawab Anggar sambil menatap kearah Mulan.
__ADS_1
"Emang Anya kenapa? Dia ngga kerja? Jangan bilang kalian berantem ya? tanya Mulan yang sedikit kaget, karena Anggar bilang Anya di rumah.
"Dia sekarang cepat lelah mbak, bahkan tadi pagi dia muntah-muntah terus muka nya pucat, saya ajak ke dokter dia nya ngga mau malah memilih untuk istirahat saja" Anggar pun menjelaskan pada Mulan.
"Berarti dugaanku benar dengan perubahan dia sekarang" gumam Mulan yang samar-samar di dengar Anggar.
"Kenapa mbak? Anggar pun betanya karena mendengar Mulan bergumam.
"Ngga ada apa-apa, tapi coba deh nanti pas pulang, pak Anggar mampir ke apotek beli tespack, kalau mendengar ciri-ciri yang bapak ceritakan tadi menurut saya Anya lagi ngidam deh" Kata Mulan memberi saran pada Anggar.
"Yang bener mbak? Mudah-mudah han apa yang mbak bilang benar" jawab Anggar yang kelihatan bahagia mendengar prediksi Mulan.
"Tapi jangan dulu percaya sama omongan saya sebelum bapak memeriksa kan Anya ke dokter atau memeriksa dengan tespeck, siapa tahu prediksi saya ini salah" jawab Mulan.
"Baik mbak, nanti pulang kerja saya mampir ke apotek, makasih ya mbak atas saran nya" jawab Anggar dengan hati yang bahagia.
"Sama-sama, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya" kata Mulan sambil berjalan keluar dari ruangan Anggar.
*
*
*
Anggar pun masuk kedalam rumah dan langsung mencari istrinya.
"Yang, kamu dimana? Tanya Anggar sambil terus berjalan ke arah kamar nya.
"Aku disini mas" jawab Anya yang masih tiduran diatas kasur.
"Yang kamu masih pusing? Kalau gitu kita ke dokter aja yah? tanya Anggar khawatir.
"Ngga usah besok juga sembuh kok, ini juga udah mending segeran, mas aku lapar pengen makan soto" kata Anya sambil menggelayut manja.
"Ya udah mas pesenin delivery aja yah? Jawab Anggar sambil mengeluarkan ponsel nya.
"Aku mau nya makan di tempat nya mas" jawab Anya sambil mengerucutkan bibir nya.
"Ya udah ayo kita beli dan makan disana, tapi senyum dong, udah ngga pusing lagi kan? Tanya Anggar sambil menyentuh kening Anya.
__ADS_1
"Ngga udah baikan ko, ya udah ayo mas kita beli soto" Anya sudah ngga sabar pengen segera makan soto.
Anggar pun tersenyum melihat istri nya yang sudah ceria kembali, Anggar pun menggandeng mesra Anya sambil berjalan.
Mereka keliling mencari yang jual soto, dan akhirnya mereka menemukan warung yang jual soto, Anya pun sudah ngga sabar langsung turun dari mobil dan sedikit berlari masuk ke warung tersebut, Anggar hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Anya pun sangat lahap makan soto di tempat itu sampai-sampai dia ngga peduli sama keberadaan Anggar di depan nya yang lagi merhatiin dirinya.
"Kamu lapar ya yang? Enak soto nya? Kata Anggar sambil makan, Anya cuma menjawab dengan sebuah Anggukan karena mulut nya penuh sama makanan.
*
*
*
Pagi hari Anggar terbangun duluan dia melihat kearah istrinya yang masih terlelap dalam pelukan nya, Anggar pun mencium kening Anya dengan mesra.
Anya yang merasakan ada yang menempel di keningnya pun mengerjapkan matanya, ia memandang kearah suami nya.
"Udah bangun mas? Emang jam berapa ini? Tanya Anya sambil meringsek kembali kedalam pelukan Anggar
"Udah pagi, bangun yu? Terus kamu cek air pipis nya pake ini ya? Kata Anggar dengan suara khas bangun tidur nya.
Anya pun mengerutkan kening nya, "Maksud mas? Tanya Anya.sambil mengambil tespeck dari tangan Anggar.
"Kemarin mas cerita sama mbak Mulan, terus mbak Mulan nyaranin mas beli tespeck, dicoba ya Yang? Please??? Kata Anggar memohon.
"Tapi kalau hasil nya tidak seperti yang kita harapkan gimana mas? Jawab Anya sendu, dia takut kalau hasil nya membuat suami nya kecewa.
"Ngga apa-apa kita kan masih muda, masih baru juga nikah nya, jadi masih ada harapan dan kita akan terus produksi tiap malam bila perlu" kata Anggar sambil tersenyum
"Tapi aku takut mas, takut mas kecewa" jawab Anya masih ragu.
"Mas janji apapun hasil nya, mas akan terima, mas ngga akan kecewa" kata Anggar meyakinkan Anya.
Anya pun bangun dari tempat tidur nya lalu pergi ke kamar mandi, setelah sepuluh menit di dalam kamar mandi Anya pun keluar dengan memegang tespeck ditangan nya, dia berjalan menghampiri suami nya dengan menunduk sedih.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
__ADS_1
***Sabar dengan hasil nya ya mas Anggar🤭
Love u all😘***