
Anya pun langsung kritis kembali, Mery teriak-teriak memanggil dokter dan suster, dokter dan suster pun dengan sigap langsung menangani Anya.
Mery dan Anggar memberi ruang buat dokter dan suster buat menangani adek nya.
Putri langsung mengambil ponsel dan menghubungi Ibra suaminya.
"Halo mas dimana? Cepet kesini adek kritis mas? kata Putri yang sambil menangis karena sudah ngga tahan melihat adek ipar nya yang lagi berjuang dengan penyakit nya.
"Iya mas lagi di jalan, sebentar lagi sampai" jawab Ibra yang langsung mematikan ponsel nya dan fokus ke jalanan karena Ibra sedikit kencang menjalankan mobil nya.
Ibra sudah ngga sabar pengen cepat sampai ke rumah sakit, dengan setengah sadar Ibra menjalankan mobil nya udah kaya di sirkuit, cacian dan makian para pengendara yang lain pun dia abaikan, yang ada di pikiran nya sekarang adalah kondisi adik kesayangan nya yang sedang berjuang melawan penyakit nya.
Tidak berapa lama Ibra pun sampai di rumah sakit dan langsung berlari menuu ruangan icu.
*
*
*
Pak Baskoro pun masuk kedalam rumah langsung ke kamar Anya, dia melihat Zila yang sedang tidur dengan nyenyak ditemani Vio dan istri nya.
Bu Aisyah yang mendengar suara pintu kamar terbuka pun menoleh kearah pintu, dan menampakkan suaminya sedang berdiri melihat kearah dirinya.
"Pak gimana keadaan adek pak? Tanya bu Aisyah sambil berjalan kearah suami nya lalu memeluk suami nya dengan erat dan tangisan yang memilukan.
"Adek baik-baik saja bu, sudah jangan ditangisi lagi, mendingan sekarang kita sholat dan berdoa buat kesembuhan adek" jawab Pak Baskoro yang masih menutupi keadaan anak bungsunya.
Bu Aisyah pun mengangguk sambil menghapus air matanya, mereka pun pergi dan bersiap untuk melakukan sholat dan berdo\*a meminta kesembuhan buat anak mereka sama yang maha kuasa.
*
*
*
Mery pun sempat menghubungi keluarga Hardian untuk memberitahukan keadaan menantunya, demi apapun Anggar seakan-akan lupa akan semuanya hingga Anggar pun lupa untuk memberitahukan orangtua nya dengan kondisi istrinya.
Pak Hardian dan istrinya yang sedang ada di makasar pun langsung terbang ke Jakarta setelah mendengar kondisi menantu nya saat ini.
__ADS_1
"Pak menantu kita pak, mamah berasa berdosa karena mamah baru tahu keadaan nya" teriak bu Carlota histeris setelah mendengar kabar dari Mery tentang keadaan menantunya.
"Sabar mah, kita berdoa saja, semoga menantu kiita baik-baik saja" jawab Pak Hardian sambil menenangkan istrinya.
Malam hari Zila terbangun, Zila pun menangis, bu Aisyah dan pak Baskoro yang sedang berdo\*a pun langsung menuju kamar anya.
"Zila sayang kenapa nak? Adek Zila haus? Tanya bu Aisyah sambil menggendong ZIla, Vio yang lagi tertidur nyenyak pun merasa terganggu dengan tangisan Zila disamping nya, Vio pun bangun dan membantu bu Aisyah dan pak Baskoro untuk menenangkan Zila.
"Adek Zila kenapa nangis sayang? Sama kakak yu main boneka mau ngga? Bujuk VIo pada Zila, zila pun berhenti menangis lalu memandang kearah Vio.
Vio yang lagi di gendong Pak Baskoro pun minta turun lalu menghampiri Viona, sedangkan bu Aisyah lagi pergi ke dapur untuk mengambilkan minum, walaupun Zila selalu menolak minum susu formula tapi bu Aisyah selalu menyeduhnya dengan harapan Zila mau meminum nya walaupin cuma sedikit.
Zila pun duduk diatas kasur ditemani Vio sambil bermain boneka dan mainan lainnya, bu Aisyah masuk ke kamar dengan membawa dua botol minum, yang satu air putih dan yang satu nya susu formula.
"Zila sayang ini susu nya sayang minum dulu biar adek ngga haus" kata bu Aisyah sambil memberikan botol susu buat Zila, seperti biasa Zila menolak nya.
"Bunda sebentar lagi pulang sayang? Jadi adek harus mau minum susu ini ya? Sini mau sambil digendong ma kakak Vio ngga? Vio pun merayu Zila yang sedang menangis.
Zila pun seketika berhenti menangis lalu menghampiri Vio dan duduk dipangkuan Viona.
Pak Baskoro dan bu Aisyah pun sedih melihat nya, tanpa terasa airmata mereka pun kembali lolos terjun membasahi pipi mereka.
Bu Aisyah pun seketika memeluk suaminya dan menangis dalam pelukan suaminya dengan tersedu-sedu.
Vio yang sudah mengerti dengan keadaan pun terus membujuk Zila agar mau meminum dan menghabiskan susu nya dengan cara mengajak nya bermain dan bercanda.
Karena Vio sambil mengajak bermain dan bercanda Zila pun ngga sadar susu yang dimunum nya pun habis.
"Apis tak tutu na apis" kata Zila sama Vio sambil memberikan botol susu nya pada Viona.
__ADS_1
"Wah adek Zila pinter susu nya habis, nek adek Zila menghabiskan susu nya' teriak Vio senang.
Bu Aisyah yang masih menangis dalam pelukan pak Baskoro seketika melepaskan pelukan nya dan langsung menghampiri Vio dan Zila.
"Wah cucu nenek yang cantik pintar menghabiskan susu nya" kata bu Aisyah sambil menghapus air matanya.
"Adek Zila kita bobo lagi yu? Besok kita main sama bunda Anya" Vio pun mengajak Zila untuk tidur kembali.
"Unna ain" kata Zila yang belum jelas bicara karena usianya baru menginjak delapan bulan.
"Iya besok main sama bunda ya sayang? Tapi sekarang adek Zila tidur lagi sama kakak Vio ya? Kata bu Aisyah sambil memeluk dan mengusap punggung Zila dengan lembut.
Akhirnya Zila pun tidur lagi dengan Vio, mungkin karena sudah kenyang minum susu jadi Zila bisa tidur kembali.
*
*
*
Anya pun tenang kembali, dokter dan para suster pun kembali ke tempat mereka yang berada diruangan icu, Anya pun memejamkan matanya tenang, disamping kiri nya ada Putri dan disamping kanan nya ada Mery, sedangkan Anggar ada disebelah Mery tepat di dekat kaki nya Anya.
"Saya mohon kalian jangan lengah, dan terus dampingi pasien, saya bersama suster akan berusaha semampu kami untuk menolong nya, kami selalu berada disini kok, kami juga ngga bakalan meninggalkan pasien, kami akan terus memantau kondisi pasien" kata dokter yang menangani Anya sambil berjalan kembali ke meja kerja nya.
Ibra dan Hary hanya bisa melihat adik kesayangan nya dari balik jendela kaca ruangan dengan perasaan yang kacau.
Mery dan Putri tidak henti-henti nya melapadzkan asma Allah ditelinga Anya.
Mereka semua lagi dalam keadaan was-was dengan kondisi Anya, mereka semua berusaha tegar dan terus-terus san berdo\*a buat kesembuhan Anya, sekuat apapun putri berusaha tegar, tetapi airmatanya lolos juga.
Selagi Mery dan Putri terus-terusan melapadzkan asma Allah tiba-tiba cairan infussan pun keluar dari mulut dan hidung nya Anya.
⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
***Sumpah part ini aku no komen😭😭😭😭😭
__ADS_1
Love u all😘***