
"Maksud lo apa tadi diruangan Anya?" Tanya Anggar pada Denis, yang sekarang sudah berada di ruangan nya.
"Gue hanya menyampaikan pesan dari big boss kok." Jawab Denis chuex.
"Lo pikir gue ga tahu lo ngomong apa aja disana?, pakai acara bilang cantik segala ke Anya." Kata Anggar yang tanpa disadari membuat jiwa emak-emak nya Denis memancar keluar.
"Loh, emang bener kan dia cantik?, salah gue dimana coba." Jawab Denis yang sengaja pengen mancing Anggar.
Anggar pun diam, karena jawaban dari Denis benar adanya. Terus tadi lo ngomong cowok yang sok ga peduli maksud lo apa. Tanya Anggar memojokkan Denis.
"Yah kan emang bener lo sok ga peduli padahal lo suka, kalau emang suka yah bilang aja, nanti kalau di pepet orang, baru tahu rasa lo," Denis menatap kearah Anggar terus melanjutkan omongan nya lagi. "Nih yah, secara Anya tuh bodi nya oke, wajah nya cantik bersinar, laki-laki mana yang ga suka dia bro, gue aja suka sama dia, andai bukan karena lo, udah gue embat dia dari awal." Kata Denis dengan sedikit emosi karena Anggar ga mau berterus terang.
Anggar pun diam seribu bahasa dan melanjutkan pekerjaan nya, Denis melirik dengan senyuman devil nya. "(Nah kan, ga bisa ngomong lo, makan tuh gengsi)." Batin Denis sambil melangkah pergi menuju pantry.
*
*
*
"Eh Nya, kayak nya Pak Anggar suka sama kamu deh." Kata Mulan.
"What,!!!, ga mungkin mbak, dia tuh benci sama aku, orang jutex, dingin dan datar kayak penggaris gitu kok." Jawab Anya kesal.
"Ga mungkin yah? kalau Pak Anggar suka sama kamu?, tapi mungkin kamu yang suka sama Pak Anggar?" Tanya Mulan yang mode jahil nya keluar.
"Ish, mbak apaan orang aku gedek ma dia, nih denger yah mbak, dia itu bagaikan hantu jutex bagiku, dan aku benci sama orang yang sok cool itu." Jawab Anya menggebu-gebu, seakan-akan dia pengen melampiaskan kekesalan nya. Anya kalau udah dengar nama Anggar mode kesal nya muncul
"Wihhh, kayak nya bentar lagi akan ada yang pada bucin ini mah." Ucap Mulan sambil tersenyum sambil menatap kearah Anya, seperti lagi menelisik raut muka.
"Maksud mbak?" Anya masih ga ngerti.
"Nih yah Nya, orang itu kalau udah benci sama seseorang diatas level rata-rata, suatu saat dia akan mencintai nya, bahkan dia akan menjadi bucin pada orang yang di benci nya mati-mati an." Mulan pun bicara layak nya para normal.
"Ish amit-amit, ga deh mbak, aku ga suka cowok jutex," Anya pun mngetuk-ngetuk meja dan kepalanya lalu begidik.
Mulan pun tersenyum terus mengalihkan pandangan nya ke jam dinding yang ada di ruangan. "Kuy udah waktu nya makan siang." Ajak Mulan sambil membereskan meja nya.
__ADS_1
Anya pun melirik jam, lalu membereskan meja nya, "Kuy mbak, kita harus menambah imun biar pas meeting lancar jaya." Anya pun melangkah keluar menuju kantin bersama Mulan.
*
*
*
"Bro cuzz ke kantin, udah waktu nya maksi nih, nanti kan kita meeting sama big boss," Ajak Denis pada Anggar. Anggar pun membereskan meja kerja nya.
Anggar dan Denis pun pergi ke kantin, ga lama lift terbuka, Anggar dan Denis masuk, ternyata sudah ada Rico dan Sani dalam lift tersebut, Seketika suasana hening, mereka seperti lagi perang batin, Sani dan Denis yang sudah tahu jalan cerita nya tentang mereka berdua memilih diam dan hanya saling pandang bicara dengan bahasa isyarat.
Mereka berdua berasa gerah disaat berdekatan, entahlah permusuhan mereka mau sampai kapan, yang jelas mereka sudah kayak yang ga bisa di persatukan lagi. Persahabatan hancur gara-gara keegoisan.
Setelah lift terbuka, Anggar sedikit berlari menuju kantin, yang disusul oleh Denis. Suasana kantin sudah penuh dengan karyawan lainnya hingga mereka tidak kebagian meja kosong.
"Biasa nya sepenuh apapun karyawan yang makan disini, ga pernah kita ga kebagian meja" Kata Anggar sambil melirik kesana kemari mencari meja kosong.
"Yah mungkin yang biasa bawa bekal hari ini ga bawa, jadi meja nya penuh." Jawab Denis. Anggar pun mengangguk, "Bisa jadi."
"Oh itu dia, kuy bro kita duduk disana masih kosong tuh kursinya 2 lagi." Ajak Denis sambil melangkah pergi, Anggar pun mengikuti langkah nya Denis.
"Boleh Pak," Jawab Anya sama Mulan sambil mengangkat kepalanya dan melihat kearah suara tersebut.
Anya pun kaget, karena bukan Denis saja yang dia lihat, tapi Anya pun melihat Anggar yang berdiri dibelakang Denis.
"Ekh Anya, Mbak Mulan, ternyata kalian toh," Jawab Denis sambil duduk, sedangkan Anggar masih berdiam diri.
"Lo mau berdiri terus disitu?, yah terserah paling lo pegel nanti." Tanya Denis sambil makan makanan nya.
Anggar pun dengan keterpaksaan tingkat dewa duduk disamping Anya, raga nya boleh terlihat terpaksa, tapi hatinya,beuhhhh dag dig dug serr dia. Denis dan Mulan pun saling lirik dan tersenyum penuh arti.
*
*
*
__ADS_1
Flashback
Sebelum jam makan siang, Mulan pergi ke pantry mengambil minuman, pas di pantry dia ketemu Denis yang lagi bikin kopi.
"Mbak, gimana kalau kita deketin Pak Anggar sama Anya." Tanya Denis sambil mengaduk kopi nya.
"Maksud Pak Denis?," Mulan belum mengerti dan paham akan rencana Denis.
"Gini lo mbak, sebenarnya Pak Anggar itu suka sama Anya, tapi dia masih trauma sama yang namanya perempuan, jadi dia bersikap jutex, dingin dan datar, coba deh mbak pikir, pas Anya pingsan saya ga boleh gendong Anya, terus pas tadi saya diruangan mbak, dia marah dan interogasi saya terus pas ke rumah sakit jemput Anya dia ikut, padahal aku cuma bilang mau nganterin tas sama motor nya Anya, tapi dia ga terima kalau Anya yang baru keluar dari rumah sakit harus naik motor dengan alasan Anya tanggung jawab dia, pokok nya banyak deh sikap nya yang menunjuk kan kalau dia suka sama Anya." Denis pun bercerita panjang kali lebar kali tinggi melebihi rumus matematika.
Mulan pun berpikir, "Iya sih mbak juga merasa kalau Pak Anggar suka sama Anya, terus kita mesti ngapain?," Mulan pun bertanya kembali pada Denis.
"Kita buat pas makan siang nanti mereka semeja, gimana?," Denis pun memberi ide pada Mulan.
"Oke juga tuh, tapi kalau misal masih ada kursi kosong gimana? Pasti Pak Anggar akan duduk di kusri kosong tersebut." Mulan pun berpikir.
"Gampang itu mah, nanti saya yang bicara sama ibu kantin dan Pak Satpam." Jawab Denis sambil menyeruput kopi nya.
"Oke deh kalau begitu." Mulan pun mengangkat jempol nya lalu pergi dari pantry.
β. β. β. β
***Oh ternyata kalian sekongkol yah.
Terus kenapa aku ga diajak rencana kalian.
Kalian hahat yah Denis, Mulan
Awas kalian ku getok nanti pake mawar.
Ayo, siapa yang mau getok Mulan pake mawar?
Ga usah banyak banyak satu tangkai aja udah senang kok. Iyah kan Mulan?
Kalau babang Denis kasih kopi aja secangkir udah bahagia dia mah.
Makasih yah all udah mau dukung karya recehan saya ini, kalau masih ada salah-salah mohon dimaklumi dan dimaafkan yah bestie.
__ADS_1
Love u all. π***