
Diacara resepsi pernikahan Anggar dan Anya pun bukan cuma keluarga mereka berdua saja yang bahagia, tapi seluruh tamu undangan pun ikut bahagia terutama Sintia yang baru saja dilamar oleh Denis di depan para tamu undangan.
Satu persatu para tamu pun memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, tidak lupa mereka pun mengabadikan momen ini dengan cara berpoto bersama.
"Selamat bro, semoga pernikahan mu langgeng terus sampai tua" Kata Rico yang disusul Sarah.
"Makasih Pak Rico, Sarah sudah mau menghadiri pernikahan kita" Jawab Anya sambil cipika cipiki sama Sarah.
"Selamat yah, wahhh malam belah duren dong, boleh ngga aku ngintip dikit itung-itung mau ngapalin buat ntar kalau udah nikah sama Sintia" Celoteh Denis yang langsung dapat pukulan di tangan nya dari Sintia.
" Rese lu, emang yah otak mu itu perlu di restar ulang biar bersih dari virus" Jawab Anggar.
"Makasih yah Pak Denis, Kak Sintia udah mau menghadiri pernikahan kita" Jawab Anya uang tak luntur senyuman nya.
"Selamat yah Gar bahagia sampai maut memisahkan" Kata Doni sambil memeluk Anggar.
"Thanks udah dateng di acara pernikahan gue" Jawab Anggar.
"Selamat yah Ar, selamat yah Anya, sakinah mawaddah warahmah, bahagia selalu kalian berdua sampai tua, sampai maut memisahkan, maafkan suami aku yah buat kejadian kemarin sehingga membuat kamu tertekan dan takut" Aya pun memberi selamat sekaligus meminta maaf.
"Ngga apa-apa mbak, kita juga sudah melupakan nya kok, masa lalu biarlah berlalu kita lupakan saja, kita hadapi masa depan dengan cerah semoga ke depan nya kita lebih baik lagi" Jawab Anya dengan senyuman di bibir nya.
Mereka pun berpelukan, lepas sudah sesak di dada Doni dan Aya, semenjak kejadian penculikan Anya Doni terus dihantui rasa bersalah sehingga dia jatuh sakit, tapi sang istri selalu kasih semangat, dan di hari ini lepas sudah rasa bersalah pada diri Doni setelah mendengar penuturan Anya.
"Auntyyy ini kado dari ayah dan mamah" Vio pun memberikan sesuatu kepada Anya dan Anggar.
"Ini apa sayang? Kok tipis sih kado nya kak? Mode manja Anya pun keluar kalau udah ketemu kakak nya.
"Buka saja, itu spesial dari kakak iparmu" Jawab Mery sambil melirik kearah suami nya.
Anya pun membuka nya, nampak lah tiket pulang pergi ke Bali, Anya pun bahagia sekali karena emang Anya dari dulu pengen ke Bali.
"Kak,, ini,,, beneran ini? Tanya Anya sambil mengibas-ngibaskan tiket di depan kakak nya, Mery dan Hary pun tersenyum bahagia melihat adik kesayangan nya bahagia.
"Iyah itu tiket perjalanan bulan madu kalian ke Bali" Jawab Hary kakak ipar nya Anya
__ADS_1
"Makasih kak" Anya pun memeluk Mery dan Hary bergantian.
Begitu bahagia nya kedua mempelai disaksikan oleh keluarga dan para sahabat nya, apalagi ditambah dengan hadiah-hadiah yang menurut Anya pantastis.
Dari orang tuanya Anggar mereka mendapat kan sebuah rumah, dari Mery tiket ke Bali dari orang tua Anya perabotan rumah tangga belum yang lain nya dari para sahabat-sahabat nya. Tidak lupa dari Pak Abraham big boss di perusahaan memberikan sebuah mobil buat mereka berdua.
Anggar dan Anya terus mengucapkan rasa syukur karena selain mereka dilimpahkan kebahagiaan mereka juga dilimpahkan oleh berbagai hadiah.
*
*
*
Malam.semakin kelam, acara pun satu persatu sudah dilewati tamu pun berangsur pulang hingga menyisakan keluarga inti dari keluarga Anggar dan keluarga Anya.
"Pak Baskoro dan keluarga malam ini ngga usah pulang, saya sudah siapkan kamar buat kalian masing-masing" Kata Pak Hardian kepada keluarga Pak Baskoro.
"Makasih Pak, jadi ngga enak ini, masa kita juga sekalian di kasih nginep disini" Jawab Pak Baskoro.
"Ngga apa-apa lagian kita semua juga kan cape kalau langsung pulang, jadi kita istirahat disini malam ini" Bu Carlota pun ikut bicara.
"Kalau begitu kami berdua permisi duluan ya Pah, Mah, Pak, Ibu, dan kakak-kakak semua" Kata Anggar sambil menggandeng Anya.
"Wah udah ngga sabar nih" Goda Hary sambil memainkan alis nya, Anya pun menunduk malu dengan godaan kakak ipar nya.
"Sudah mas jangan di goda terus kasihan adek mu tuh, muka nya sudah merah gitu menahan malu" Sela Mery pada suami nya.
"Ya sudah kalian istirahat sana, awas besoj kesiangan buat sarapan pagi" Kata Pak Hardian.
Anggar dan Anya pun cuma mengangguk dan tersenyum lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan keluarga nya yang masih berada disitu.
*
*
__ADS_1
*
Didalam.kamar pengantin yang dihias begitu indah dengan pita-pita berwarna yang di desain langsung oleh para sahabat nya dan bunga-bunga bertebaran di sekitar kamar serta lampu yang remang-remang menambah suasana lebih romantis.
Anya pun berdiri di depan cermin mau membersihkan make up nya tapi Anggar memeluk pinggang nya dan kepala Anggar diletak kan di bahu Anya, Anggar pun mencium leher jenjang Anya dengan lembut.
"Mas ish aku mau cuci muka dan ganti baju" Anya pun mencoba menghindar karena malu.
"Kamu panggil apa barusan? Tanya Anggar sambil terus mencium leher dan pipi Anya.
"Emang aku manggil apaan? Ngga manggil yang aneh-aneh kok" Jawab Anya sambil menghidar dari Anggar.
"Coba ulangi lagi" Anggar pun terus menggoda Anya.
"Pak Anggar yang tampan aku mau cuci dan ganti baju dulu" Kata Anya sambil menjauhkan muka Anggar.
Anggar pun kesal dengan panggilan Bapak yang diucapkan istrinya, tiba-tiba Anggar membuat kepemilikan di leher Anya.
"Massssss, Anya pun teriak sambil menjauhkan kepala Anggar dari leher nya.
"Itu hukuman karena kamu telah memanggilku dengan panggilan bapak" Jawab Anggar yang lagi mode kesal lalu pergi ke kamar mandi.
Anya pun melihat leher nya di cermin dan sangat jelas sekali tanda yang dibuat Anggar di kulit putih Anya, "Aduh gimana cara menutupi besok, awas kamu mas" Gumam Anya sambil membersihkan muka nya.
Anggar pun sudah selesai mandi, dia keluar dengan memakai jubah handuk nya, lalu menatap kearah Anya.
"Yang sana mandi dulu, air hangat nya sudah aku siapkan" Kata Anggar.
"Uh suamiku yang tampan ini memang super duper baik deh" Jawab Anya sambil melangkah ke kamar mandi, Anggar pun cuma senyum lihat kelakuan istri nya itu.
Selagi Anya mandi Anggar dapat telepon dari Denis yang memberitahukan kalau kado dari Sintia harus di pakai malam ini sama Anya, Anggar pun penasaran dan membuka kado nya, Anggar pun tersenyum bahagia setelah melihat isi kado dari Sintia.
"Thanks Sintia kamu memang mengerti aku, nanti aku kasih kado istimewa di hari pernikahan kamu dan Denis.
β. β. β. β
__ADS_1
***kado apa sih sin aku jadi kepo nih.π€
Love u allπ***