
Semakin dekat jantung Anggar semakin ngga karuan, Anggar pun memegang tangan nya Anya, dengan sekuat tenaga dia tidak menampak kan kesedihan dan tidak menampakkan air matanya.
"Yang,,,,kemana pun kamu pergi aku akan selalu ada disamping kamu, trus kenapa disaat kamu pergi kesini kamu ngga ajak aku" Kata Anggar dengan suara yang bergetar sambil mencium kening Anya.
Seperti udah ada ikatan bathin yang kuat Anya pun bangun karena merasakan hadir nya suami tercnta.
"Mas? Kapan kamu kesini? Kamu ngga capek? Tadi pagi kan kamu baru berangkat dari sini sekarang kamu sudah ada disini lagi? Tanya Anya sambil menahan rasa sakit nya.
"Tidak ada kata capek dari mas buat kamu Yang" jawab Anggar dengan menampilkan senyuman di bibirnya tangan nya ngga lepas menggenggam tangan Anya.
"Mas Zila sama siapa mas? Ada yang urus Zila ngga mas? Takut ngga ada yang sayang sama Zila" kata Anya dengan tatapan sendu.
"Zila di rumah sama nenek nya, Zila anak solehah dia ngga rewel tadi aja lagi main sama Vio dan Abang" jawab Anggar berusaha tegar.
"Ngga usah mikirin apa-apa, ngga usah mikirin Zila, Zila banyak yang sayang, bahkan abang yang chuex pun sama Zila ngga, malah Abang yang selalu ngajak main" jawab Anggar.
"Mas kamu jaga Zila sayangi Zila, jangan pernah kamu mengabaikan anak kita ya mas? Kata Anya sambil menggenggam erat tangan nya Anggar.
"Tanpa diminta pun Mas akan selalu menjaga, menyayangi dan mencintai kalian sepanjang hidup mas" jawab Anggar dengan menahan kesedihannya.
"Kamu sembuh ya sayang? Kamu kan mau pergi ke paris? Nanti kalau kamu udah sembuh kita jalan-jalan ke eparis bareng adek Zila yah? Kata Anggar sambil mengusap pucuk kepala nya Anya.
Anya hanya tersenyum memandang kearah suaminya sambil menggangguk, "iya mas" jawab Anya dengan suara pelan.
Suster tidak pernah lelah memantau kondisi Anya, mereka siaga sekali.
__ADS_1
"Mas, aku mau ketemu kak Mery boleh? Bisik Anya pada suami nya.
"Boleh sayng boleh banget, sebentar ya mas panggilkan" jawab Anggar sambil mencium kening nya Anya.
Sedangkan keluarga Anya yang sedang menunggu mereka lagi berembuk antara yang pulang dulu dan tetap stay di rumah sakit.
"Kak, bapak mau pulang dulu, kasihan ibu di rumah sendirian, nanti kalau ada apa-apa langsung telepon bapak ya? Bisik pak Baskoro kepada Mery, karena dengan melihat keadaan Anya yang kelihatan semakin memburuk pun pak Baskoro mempunyai firasat lain, dan dia mau menjaga istri nya di kala mendengar kabar buruk nanti nya.
Bukan pak Baskoro mengharapkan hal buruk terjadi pada anak nya, tapi ini firasat seorang ayah kepada anak nya.
Istri nya yang sangat dekat dan sangat menyayangi anak bungsunya itu melebihi sayang nya pada siap pun pasti ngga bakalan kuat mendengar atau melihat kondisi Anya, makanya setiap dia menghubungi menanyakan kondisi anya mereka pasti akan menutupi nya dengan jawaban bahwa Anya baik-baik saja.
"Ya sudah bapak pulang aja dulu temanin ibu, nanti kalau ada apa-apa kakak langsung menghubungi bapak, jangan jauh-jauh dari ponsel ya pak? Jawab Mery.
"Ya sudah kalau gitu Ibra yang antar bapak pulang, ayo pak? Ajak Ibra pada pak Baskoro.
"Dek, bapak pulang ya? Bukan bapak ngga mau nemenin adek disini, tapi ibu sendirian di rumah, adek cepet sembuh dan pulang dalam keadaan sehat ya nak, bapak pulang, adek sama kakak dan suami adek dulu ya nak? Gumam bathin hati pak Baskoro sambil menatap Anya dari balik jendela.
"Ayo pak" ajak Ibra sambil menggandeng tangan bapak nya, Ibra dan pak Baskoro pun pergi meninggalkan rumah sakit dengan hati yang ngga karuan.
"Tapi aku mau kalau mas juga disini disamping aku, jangan kemana-mana ya mas? Temenin aku? Kata Anya dengan tatapan memohon nya, Anggar pun mengangguk sambil tersenyum lalu melirik kearah suster.
Suster yang mendengar permintaan Anya pun mengerti dengan lirikan Anggar, lalu dia pergi keluar menemui keluarga yang menunggu Anya.
__ADS_1
"Keluaraga pasien Anya ada yang bernama Mery? Tanya suster dengan suara sedang nya.
"Saya suster" jawab Mery sambil berlari menghampiri kearah suster yang memanggilnya.
"Silahkan masuk, pasien pengen bertemu dengan anda" jawab suster dan mempersilahkan Mery masuk kedalam ruangan.
"Sus saya mohon izinkan saya masuk juga, saya kakak nya pasien, saya mohon sus? Putri pun memohon bahkan hampir berlutut, suster yang melihat nya merasa kasihan dan mengizinkan putri masuk.
"Ya sudah silahkan masuk, tapi jangan terlalu dekat dengan pasien, yang boleh dekat dengan pasien tidak boleh lebih dari dua orang" jawab suster sambil memberikan baju berwarna hijau kepada Putri.
Putri pun masuk tapi dia melihat dari sudut ruangan, walaupun hanya melihat dari sudut ruangan, putri sudah bersyukur bisa menemani adik ipar kesayangan suami nya itu, sedangkan Hary menunggu diluar ruangan karena di dalam tidak diperbolehkan banyak orang.
"Kak" Panggil Anya sambil meraih tangan Mery, Mery pun menggenggam tangan adik kesayangan nya dengan tegar.
"Tolong jaga adek Zila sama ibu ya? Bilang sama adek Zila dan ibu kalau aku sangat menyanyangi mereka" Bisik Anya pada kakak nya, Mery sudah ngga sanggup untuk berkata-kata, dia pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Iya sayang, kita semua juga sangat menyangi adek, maafkan kakak kemarin malah pergi ninggalin adek dan ikut sama mas Hary, andai kakak tahu akan seperti ini kakak memilih diam sama kamu" jawab Mery dengan suara bergetar, dengan sekuat tenaga mery menahan agar airmata nya tidak jatuh dihadapan adek nya.
"Ngga apa-apa kak, itu sudah kewajiban kakak pada mas Hary, kak, ibu sama adek Zila di rumah sama siapa? Tanya Anya dengan suara yang sudah melemah.
"Adek Zila sama ibu ditemenin bapak, barusan bapak pulang mau nemenin mereka, ngga apa-apa kan dek kalau bapak ngga ikut tidur disini nemein adek? Tanya Mery sambil mengusap kepala Anya dengan lembut.
Anggar yang berada disebelah nya sudah ngga kuat melihat istrinya seperti itu dia pun menggenggam erat tangan Anya dan mencium kening nya.
"Tiba-tiba Anya melambaikan tangan nya kearah Putri, Putri yang tadi hanya memandang Anya dari sudut ruangan pun pelahan berjalan menghampiri Anya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Dadah kakak" Bisik Anya melambaikan tangan nya sambil tersenyum.
⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
***Ngga kuat sumpah😭😭😭😭
Love u all😘***
__ADS_1