Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Aku kamu


__ADS_3

Nampak Rico mengerjapkan matanya, dia melirik kearah samping, terlihat Doni sedang berbaring nampak sedikit pucat dan lemas.



"Don lo yang sumbangin darah buat gue? Tanya Rico pelan karena masih lemas, tapi masih bisa di dengar oleh Doni.



Doni pun melirik kearah dimana Rico sedang berbaring lalu mengangguk dan tersenyum. "Maaf kan aku" Kata Doni, terlihat di mata nya kalau ucapan permintaan maaf nya tulus dan jujur.



"Untuk kali ini gue maafin, tapi lain kali gue yang mampusin lo" Jawab Rico sambil tersenyum.


*


*


*


Sementara waktu sudah larut malam mereka yang menunggu di ruang tunggu pun tertidur sambil duduk, Anya tanpa sadar tertidur di pundak Anggar sampai pagi. Anggar yang pertama bangun pun menatap dalam-dalam wajah Anya yang tertidur pulas.


"Cantik dan imut kalau lagi tidur begini" Gumam Anggar hingga membuat Anya terbangun karena Anggar bergumam pas dekat dengan telinga Anya.



"Anya pun mengerjapkan matanya, Anggar tahu kalau Anya terbangun, cepat-cepat dia memejamkan matanya kembali seolah-olah dia masih tidur.



Anya pun melihat kearah Anggar yang masih memejamkan matanya, "Kalau lagi tidur gini tampan dan lucu kaya boneka bear kesayangan aku, tapi kalau udah bangun berubah deh jadi hantu jutex" Gumam Anya sambil tersenyum.



"Jangan dilihatin terus nanti jatuh cinta" Kata Anggar yang masih mode memejam kan matanya, Anya pun kaget dan langsung duduk nya menjauh dari Anggar.



"Siapa juga yang liatin" Jawab Anya sambil menggeser duduk nya.



"Ngga perlu jauh-jauh juga, orang semalam kamu tidur dalam pelukan aku kok" Kata Anggar berbohong.



"What!!! Ngga mungkin, eh bentar kenapa jadi aku kamu sih? Tanya Anya sambil menatap ke arah Anggar.



"Kamu ngga mau panggilan aku kamu, kalau gitu panggilan nya ayang beb aja yah" Goda Anggar.



"Dih, apaan, emang siapa anda mau saya panggil ayang" Jawab Anya sambil manyun.



"Saya adalah calon imam kamu" Kata Anggar sambil mengerlingkan matanya sebelah.



"Apa kepala anda semalam kena pukul yah? Sampai-sampai bersikap seperti ini sama sa,,,," Belum juga Anya menyelesaikan ucapan nya, Anggar sudah menarik tangan Anya dan membuat kepala Anya jatuh di dada bidang nya Anggar.

__ADS_1



Hary, Mery, Denis, dan Mulan pun terbangun karena berisik nya perdebatan mereka berdua. Begitu mereka membuka mata nya nampak lah pemandangan di pagi hari sepasang insan manusia sedang berpelukan.



"Kalian berdua? Tanya mereka dengan sorot mata yang menuntut penjelasan dari Anggar dan Anya.



Anya pun melepaskan diri dari pelukan Anggar, "Ini,,,ini tidak seperti yang kalian lihat" Jawab Anya terbata-bata sambil menjauh dari Anggar.



"Anggar kamu apain adek mbak? Tanya Mery sambil menatap tajam ke arah Anggar.



Anggar pun menjadi salah tingkah dibuat nya, "Mbak beli sarapan yuk? Adek belum makan dari kemarin" Anya pun mengalihkan pertanyaan Mery.



"Ya ampun Kakak sampai lupa, kita juga dari semalam belum makan" Jawab Mery.



"Sebelah rumah sakit kan ada hotel, sewa dua kamar jadi kita bisa mandi dan berganti baju, dari kemarin kita ngga ganti baju lo" Hary pun ngasih solusi sama istri nya.



"Tapi baju kita ada di mobil yang, kan mobil nya masih ditempat sewaan? Kata Mery.




"Kalau gitu aku sekalian belikan yah kakak ipar yang baik dan cantik" Denis pun merayu Mulan, "Oke, adik ipar tampan" Jawab Mulan sambil mengulurkan tangan nya.



"Masa Kakak ipar salam sama adik ipar" Jawab Denis yang ngga peka sama sekali. Mulan pun mendengus kesal.



"Kan tadi bilang sekalian beliin baju nya, terus beli nya pake apa? Pake senyuman" Jawab Mulan kesal. Mereka pun semua tertawa melihat kelakuan calon adik dan kakak ipar ini.



Anggar pun menghampiri Anya, "Kamu belikan kita semua baju, sewakan hotel dan bawain kita sarapan yah? Kata Anggar sambil memberikan sebuah kartu ATM kepada Anya.



"Ambil dek, kita habiskan isi nya" Kata Mery sambil ketawa. Anggar pun cuma tersenyum mendengar ucapan Mery.



"Pin nya tanggal lahir kamu" Ucapan Anggar membuat Anya kaget. "sejak kapan pin ATM kamu tanggal lahir aku? Tanya Anya.



"Sejak aku melihat dan mengenal kamu" Jawab Anggar sambil terus menatap ke arah Anya.


__ADS_1


"Cieeeeee,,, yang udah aku kamu" Goda Mulan dan Denis bersamaan.



"Is apaan sih Mbak, Pak Denis" Jawab Anya sambil pergi meninggalkan mereka semua.



"Adek,, Anya,,, tunggu dong" Teriak Mulan dan Mery dan langsung mengikuti langkah Anya keluar dari rumah sakit.


*


*


*


Para pria kini sudah ada di dalam ruang inap Rico, Doni dan Rico pun sudah kembali segar tidak pucat seperti malam.


"Bro, makasih yah buat kalian semua yang sudah mau memaafkan semua kesalahan gue, terutama buat Pak Hary saya benar-benar minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam, sebenar nya saya malu sama anda dengan kelakuan saya yang teramat bodoh ini, mungkin kalau saya jadi anda, saya belum bisa memaafkan kejahatan yang seperti saya lakukan" Ucap Doni sambil terus menunduk.



"Sudah lah yang sudah terjadi lupakan, ambil hikmah nya dari semua kejadian yang sudah dilakukan, mari menuju hidup lebih baik lagi" Jawab hary sambil menepuk pundak Doni, Mereka semua pun tersenyum bahagia.



Akhirnya persahabatan yang sempat renggang karena ke egoisan masing-masing kini bersatu kembali. Mereka pun tersenyum bahagia.


*


*


*


Pintu ruangan pun terbuka, mereka semua melihat kearah pintu, nampak lah para wanita yang sudah pada cantik dan segar berjalan masuk dengan di tangan nya membawa masing-masing paper bag.


Mery memberikan paper bag nya sama sang suami, Mulan memberikan nya pada Doni dan Denis lalu Anya memberikan nya kepada Rico dan terakhir Anya berikan pada Anggar.



"Ini baju ganti kamu, mudah-mudahan pas yah" Kata Anya malu-malu, Anggar pun mengambil paper bag yang di berikan Anya sambil tersenyum manis.



"*Aduch, aku baru sadar tarnyata kalau dia tersenyum manis juga*" Bathin Anya sambil senyum-senyum menatap Anggar.



"Nya, oee lo kesambet setan apaan senyum-senyum sendirian" Teriak Denis yang memgaget kan Anya.



"Is, apaan sih Pak Denis ini, udah lah sono pada mandi, bau tahu, eh iyah, hotel nya kamar no 234 sama 235, dan ini ATM kamu" Kata Anya sambil memberikan ATM kepada Anggar. "Kamu pegang aja" Kata Anggar dan mereka pun beranjak dari kamar mau menuju hotel.



Sebelum mereka membuka pintu kamar rumah sakit tiba-tiba pintu terbuka duluan dari arah luar dan tampak lah seorang wanita cantik masuk kedalam kamar rawat inap Rico dan mengagetkan semua nya, terutama para pria.


⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Aduch siapa cewek cantik yang masuk keruangan Rico ya?


upz lupa kan aku yang masuk mau nengok babang Rico🀭🀭🀣🀣🀣

__ADS_1


Love u all 😘***


__ADS_2