Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Lamaran Dadakan


__ADS_3

"Ar sayang, kamu melupakan aku yah? Kata Resti sambil memeluk mesra Anggar dari belakang.



Anya kaget dengan kelakuan Resti, dia diam membeku dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah mereka berdua.



"Siapa sebenar nya dia? Ada hubungan apa kalian berdua" Tanya Anya marah mata nya mulai berembun berkaca-kaca.



"Sayang ini semua bisa aku jelaskan" Jawab Anggar sambil meraih tangan Anya.



"Cukup!! aku tidak mau hidup dengan orang yang ngga punya prinsip, lebih baik kita jangan melanjutkan huhungan ini" Anya pun marah dia teriak sambil nangis dan dia mau melepas cincin yang Anggar sematkan barusan.



"Sayang bentar jangan marah dulu, dia itu keponakan aku" Jawab Anggar langsung memeluk Anya,



"Kamu jahat, kamu jahat, hik,,,hik,,,hik,,," Teriak Anya sambil memukul-mukul dada Anggar dengan deraian air mata nya.



"Maaf kan aku kakak ipar" Kata Resti sambil memeluk Anya. "Aku cuma disuruh sama abang" Lanjut Resti sambil tersenyum.



Anya pun menerima pelukan dari Resti, "Jadi kamu ini? Tanya Anya sambil menghapus air mata nya.



"Iyah kakak ipar, aku adalah keponakan nya Bang Anggar yang lagi sekolah di Ln, tapi dia menyuruh aku pulang buat kasih kakak kejutan, tepat nya malam ini" Jawab Resti sambil tersenyum lebar.



Semua orang yang berada disana pun bertepuk tangan bahagia karena sudah mengerjai Anya.



"Jadi, kalian semua tahu? Tanya Anya sambil melihat kearah mereka satu per satu, mereka pun mengangguk dan tersenyum bahagia.



"Kalian semua jahat!! Mbak Mulan? Tanya Anya yang menatap tajam ke arah Mulan, Mulan pun cuma tersenyum.



"Piss Nya aku cuma di suruh Pak Anggar, jadi kalau kamu mau nyalahin semua nya salahin aja Pak Anggar" Seru Mulan sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya. Anya hanya menatap tajam kearah Anggar, yang ditatap pun cuma cengengesan.



"Sudah-sudah sekarang kita makan, aku udah laper nih" Teriak Denis, yang di setujui semuanya.



Hidangan pun sudah tersedia di meja yang besar ini, semua hidangan favorite di sajikan, Anggar meraih tangan Anya dan mengajak nya duduk disamping nya.


*


*


*


"Anggar Prima Hardian" Teriak Wanita dan Pria paruh baya yang sedang berdiri di pintu ruangan. Semua mata memandang kearah pintu, diantara semua orang hanya Resti yang tidak terkejut sama sekali.


"Papah? Mamah? Gumam Anggar sambil melirik kearah Resti, yang di lirik pun acuh sambil mengedikkan bahu.

__ADS_1



"Apa maksud semua ini hah? Tanya Bu Carlota, ibu nya Anggar.



"Ngomong pelan-pelan mah malu sama keluarga Anya" Jawab Anggar sambil menghampiri kedua orang tua nya.



"Ohhh, jadi nama nya Anya" Teriak Bu Carlota sambil menatap kearah Anya. Anya pun hanya menunduk di tatap seperti itu sama calon mertua nya.



"Bagus, tanpa izin dari mamah dan papah kamu melamar seorang gadis? Kamu pikir mamah mau menyetujui nya gitu? Teriak Bu Carlota.



"Mah, aku mencintai Anya, jadi izinkan dan restui aku menikahi Anya mah? Anggar pun bersimpuh di depan sang mamah.



"Apa kamu yakin dengan pilihan kamu ini? Tanya Bu Carlota.



"Aku yakin sekali mah, aku mencintai Anya dan aku pengen hidup sama Anya sampai kita tua, sampai maut memisahkan kita" Jawab Anggar dengan tatapan sendu nya.



"Kalau mamah tidak menyetujui nya? Apa kamu akan tetap menikahi Anya? Kembali Bu Carlota bertanya.



"Apapun yang terjadi, walaupun mamah memcoret namaku dari keluarga Hardian aku akan tetap mencintai dan menikahi Anya" Jawab Anggar tegas.




"Maksud kamu? Tanya Anggar menatap kearah Resti.



"Yah kamu dikerjain sama mamah bang? Seperti kamu ngerjain calon kakak iparku tadi" Jawab Resti santai.



"Mah, jadi, jadi mamah menyetujui kami kan? Anggar pun berdiri dan mengahampiri mamah nya.



"Siapapun pilihan kamu mamah pasti akan menyetujui nya" Jawab Bu Carlota sambil merentangkan tangan, Anggar pun memeluk erat ibu nya.



Semua orang pun menghela nafas, dan menyunggingkan senyuman.



"Makasih mah, makasih banyak" Anggar pun mencium pipi ibu nya berulang kali, "Bentar, bentar,, mamah dan papah tahu kami disini dari siapa? Tanya Anggar.



"Tuh, dari keponakan mu, mamah sudah tahu semuanya dari dia" Jawab Bu Carlota sambil menghampiri Anya dan keluarga nya.



"Kamu yah, awas kamu, hampir saja jantung abang copot" Kata Anggar sambil menatap kearah Resti.


__ADS_1


"Rasain lo Bang" Resti pun tertawa dan ikut bergabung kembali dengan yang lain nya.



Mereka pun berkumpul mempersatukan dua keluarga, penuh canda dan tawa, lengkap sudah kebahagiaan Anya malam ini, selain banyak nya yang kasih ucapan selamat, dia pun bahagia karena apa yang jadi cita-cita nya terwujud malam ini.


*


*


*


"Bagaimana Pak Baskoro kalau kita sekalian aja membahas pernikahan mereka" Tanya Pak Hardian setelah mereka menghabiskan makan malam nya.,


"Jadi cerita nya ini sekalian acara lamaran dong" Seru Denis.



"Ya, mumpung kita lagi kumpul apa salah nya" Jawab Pak Hardian.



"Pah tapi kita ngga bawa apa-apa? Masa lamaran ngga ngasih apa-apa? Protes Bu Carlota.



"Ngga apa-apa bu, kami sekeluarga tidak mengharapkan apa-apa, melihat Anak bungsu kami bahagia saja kami sudah bahagia" Jawab Pak Baskoro.



"Pake yang ada aja Bu? Jawab Pak Hardian sama istrinya.



Bu Carlota pun melepas kalung yang berliontin kan permata, "Ya sudah pak pake ini saja" Kata Bu Carlota.



Pak Hardian pun mengeluarkan cek dan menulis nominal yang lumayan banyak untuk acara lamaran ini.



"Maaf kalau acara lamaran ini mendadak, ini semua diluar rencana kami, Saya sebagai ayah nya dari Anggar mewakili untuk menyampaikan niat baik yang tulus untuk melamar putri Bapak dan Ibu sebagai wujud keseriusan putra kami Anggar" Pak Hardian pun mengutarakan keinginan nya.



"Terimakasih banyak buat Bapak sekeluarga yang sudah menyempatkan waktu nya datang ke acara ulang tahun putri kami dan tanpa di duga ternyata sekaligus acara lamaran, Saya sebagai orangtua Anya hanya bisa mendo\*a kan yang terbaik buat anak saya, jadi bagaimana dek? Apa adek menerima lamaran dari keluarga nak Anggar? Tanya Pak Baskoro sambil menatap kearah Anya.



Semua mata memandang kearah Anya, Anya yang menundukan wajah nya mengangguk pelan, "Iyah Adek terima Pak" Jawab Anya.



"Alhamdulilah" semua yang hadir pun mengucapkan rasa syukur nya.



"Maaf kami datang tidak membawa apa-apa, dan kami hanya membawa ala kadar nya mohon di terima" Pak Hardian pun memberikan sebuah kalung dan cek dengan nominal seratus juta rupiah dan di terima oleh Pak Baskoro diakhiri dengan jabat tangan.



Anggar pun memakaikan kalung pada Anya yang disertai tepuk tangan bahagia dari keluarga dan para sahabat nya.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Ahhhh, akhirnya babang Anggar melamar Anya juga.


Love u all😘***

__ADS_1


__ADS_2