Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Menahan sakit


__ADS_3

Hari ini hari sabtu janji Anggar untuk mengantarkan Anya dan Zila ke Jakarta pun di penuhi nya.



Disepanjang perjalanan mereka habiskan dengan berbincang dan bercanda, hingga perjalanan pun tak terasa capek.



Sekitar kurang lebih empat jam perjalanan yang mereka tempuh, akhirnya sampai juga ke rumah kediaman Pak Baskoro.



Pak Baskoro dan bu Aisyah yang sudah tahu akan kedatangan Anya dan Zila pun sudah menanti di depan rumah untuk menyambut kedatangan keluarga anak bungsu nya.



Zila pun disambut dengan rasa bahagia oleh kakek dan nenek nya, mereka langsung menggendong cucu kesayangan nya.



"Apa kabar bu? Pak? Kata Anya sambil mencium tangan orangtua nya disusul oleh Anggar.



"Alhamdulilah baik nak? Kalian juga pada sehat kan? Bu Aisyah pun balik bertanya.



"Alhamdulilah bu kami semua baik" jawab Anya menyembunyikan rasa sakit nya.



"Ya udah ayo masuk, ibu sudah masakin makanan kesukaan kamu" kata bu Aisyah sambil menggendong Zila.



"Zila mau mamam ma ikan ngga? Disuapin ma nenek yah? Kata bu Aisyah sama zila, dan Zila pun hanya tersenyum dan mengangguk.



Mereka pun akhirnya makan bersama, Anya lahap sekali makan nya sampai-sampai minta nambah untuk kedua kalinya.



Suami dan kedua orangtuanya pun memaklumi karena Anya lagi menyusui Zila, jadi makan banyak ngga jadi masalah malah bagus buat Asi.



Zila memang full Asi karena Zila ngga mau minum susu formula, jadi Anya pun harus banyak menkonsumsi makanan dan minuman.



"Bu kakak ngga kesini ya? Kata Anya setelah mereka berkumpul di ruang keluarga.



"Nanti katanya mau kesini soalnya dua hari lagi dia mau pergi sama suami nya keluar kota.



"Horee adek Zila mau ketemu mamah dan Vio juga nanti" seru Anya dengan suara yang menyerupai anak kecil.



Mery memang pengen dipanggil mamah sama Zila katanya biar sama manggilnya dengan Vio, Anya dan Anggar pun tidak keberatan dengan permintaan Mery.



Mereka berbincang dan becanda diruang keluarga, hingga datang lah Mery, Hary dan Vio.

__ADS_1



"Asslaamualaikum? Sapa Mery, Hary dan Vio bersamaan, kalau abang nya Vio seperti biasa dia mah ngga pernah mau ikut bareng orangtua nya, karena sudah dewasa.



"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" mereka pun serempak menjawab salam.



"Adek Zila,,,,kakak Vio kangennn" teriak Vio sambil berlari kearah Zila yang lagi di gendong kakek nya.



Vio pun mencium seluruh wajah Zila, Zila pun ketawa karena geli, mereka semua tertawa melihat kelakuan Vio dan Zila.


*


*


*


Mery dan Anya pun lagi ngobrol berdua di dalam kamar Anya, sedangkan Zila lagi main sama Vio beserta kakek dan nenek nya, kalau Anggar jangan ditanya pasti lagi berbincang masalah kerjaan dan bisnis sama Hary.


"Kak kalau aku kerja lagi siapa ya yang jagain Zila? Kata Anya pada Mery.



"La emang kamu ada niat mau kerja lagi dek? Mery pun malah balik bertanya sama Anya.



"Pengen nya sih kak, tapi mas Anggar ngga izinin aku kerja" kata Anya sambil membereskan baju Zila.



"Sudah urus saja Zila ngga usah kerja lagi, lagian juga Anggar kan bertanggung jawab memenuhi semua kebutuhan kamu dek, jadi buat apa kamu kerja lagi" kata Mery.




"Ya kalau jenuh kamu ajak main Zila aja, atau kamu bisnis online aja, biar kamu dapat duit terus Zila juga ke urus" kata Mery memberi solusi.



"Entahlah kak adek bingung, di satu sisi adek pengen sekali meraskan kerja seperti dulu lagi, tapi disatu sisi adek juga kasihan kalau harus ninggalin Zila" jawab Anya.



"Ya sudah jangan terlalu di pikirkan, yu kita gabung bersama yang lain" ajak Mery sambil menggandeng tangan Anya dan diajak nya Anya ke ruang keluarga.



"Kapan balik ke Bandung? Tanya Hary pada Anggar.



"Senin pagi kayak nya kak biar langsung kerja, kan Anya sama Zila mau nginep disini agak lama katanya" jawab Anggar sambil meminum kopi nya.



"Ngga capek kamu dari sini langsung kerja" tanya Hary kembali. "Ngga lah kak, udah biasa mungkin" jawab Anggar.



Mereka pun bercengkerama hingga larut malam, rasa bahagia berkumpul bersama keluarga dan orang yang di sayang adalah momen bahagia yang tidak bisa ditukar sama apapun.


__ADS_1


Hingga satu persatu mereka masuk kamar masing-masing, bahkan Mery sama Vio pun ikut nginep di rumah pak Baskoro, sedangkan Hary pulang ke rumah sendiri karena anak pertama nya ngga ada teman di rumah.



Anya pun sudah berbaring diatas kasur nya, Anggar pun memeluk Anya dengan erat, sedangkan Zila tidur bersama Mery dan Vio.



"Mas seandai nya aku yang pergi duluan, kamu akan nikah lagi ngga? Tanya Anya sama suami nya.



"Kamu ini ngomong apaan sih jangan ngaco deh, udah ayo tidur" jawab Anggar sambil mencium kening Anya.



"Kan ini mah cuman berandai-andai, kamu harus jaga Zila buat aku ya mas" kata Anya sambil menatap kearah Anggar.



"Aku akan selalu menjaga kamu dan anak kita Zila sepanjang hidupku, jadi kamu ngga usah khawatir" kata Anggar memastikan Anya.



Anya pum tersenyum dalam dekapan Anggar, tiba-tiba rasa sakit di kepalanya kembali datang, dengan sekuat tenaga Anya pun menahan nya, karena dia ngga mau suami nya khawatir.



Anya memejamkan mata untuk menahan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya, dia sampai memeluk Anggar sangat erat sekali.



"Yang, kamu kenapa? Kamu sakit? Tanya Anggar sambil melihat Anya yang terpejam.



"Ngga mas, aku cuma mau tidur dalam pelukan kamu aja, kamu harus selalu hati-hati ya mas kemana pun kamu pergi jangan lupa sama Zila" dengan mata terpejam Anya masih memikirkan Zila.



"Iya sayang nya mas yang cantik dan sexy, mas akan selalu mengingat kalian berdua dimanapun mas berada" jawav Anggar sambil mencium seluruh wajah istri nya.



"Ya udah sekarang tidur ya? Kamu belum istirahat dari siang" kata Anggar sambil memeluk erat Anya.



Anya pun hanya mengangguk kan kepala di pelukan suami nya sambil menahan rasa sakit di kepalanya.



Zila yang tidur bersama Mery dan Vio pun terbangun, seakan hati dia sudah menyatu bersama ibu nya, Zila seperti merasakan keresahan dan kesedihan ibu nya.



Mery pun dengan cekatan menidurkan kembali Zila dengan memberi Asi yang sudah disiapkan oleh Anya tadi sebelum pergi ke kamar, walau dengan susah payah Mery menidurkan Zila, tapi dengan rasa sabar Mery terus membujuk Zila untuk tidur kembali bersama mereka.



Akhirnya dengan kesabaran Mery, Zila pun tertidur kembali di samping Vio. Mery pun tersenyum sambil melihat kearah Zila lalu Mery pun menyusul tidur bersama mereka.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Mbak Mer sini Zila nya ma aku aja.


Ah, Anya jangan ngaco deh sampai berandai-andai segala. Kan aku jadi. 😭

__ADS_1


Love u all😘***


__ADS_2