Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
SELAMAT DATANG KEMBALI


__ADS_3

pagi mulai menghilang, matahari mulai muncul perlahan-lahan, jam sudah menunjukan pukul 07.30, anak-anak sudah masuk ke kelas mereka masing-masing untuk memulai pelajaran, namun, berbeda dengan kelas kami, kami di kejutkan dengan seorang anak baru di kelas kami, yah dia seorang perempuan, tapi, entah mengapa wajahnya sangat tidak asing bagiku, dia, sangat mirip sekali dengan merlina.


" perkenalkan, namaku Luilana Aida, kalian bisa memanggilku Aida, aku harap kalian bisa berteman baik denganku ".


ucap wanita itu sambil memperkenalkan dirinya pada kami.


ternyata, namanya adalah Luilana Aida, yah namanya jauh berbeda dengan merlina, tapi wajahnya sangat mirip sekali.


" baik Aida, silahkan, kamu bisa pilih tempat dudukmu ". ucap ibu sambil mempersilahkan Aida duduk.


lalu pandangan Aida langsung tertuju ke arahku, yah, di kelas ini cuman aku yang duduk sendirian.


Aida lalu berjalan ke arahku.


" maaf, apa aku boleh duduk bersamamu disini?". ucapnya sambil tersenyum sedikit ke arahku.


" yah, tentu saja kau boleh, silahkan ".


ucapku sambil menggeser bangku yang ku duduki.


dilihat dari dekat, wajahnya benar-benar sangat mirip sekali dengan merlina, hanya matanya saja yang terlihat berbeda, yah, kau tau bukan, kalau merlina itu mempunyai kelainan yang membuat matanya tidak bisa melihat, tapi kalau di lihat-lihat, Aida mempunyai bola mata yang indah.


" hai, ada apa?". dia langsung menengok ke arahku.


" eh, tidak, tidak apa-apa ". ucapku sambil membuang muka darinya.


" ngomong-ngomong, apa aku boleh tau siapa namamu?". ucap Aida sambil menatap ke arahku.


" namaku Sherla, Sherla Maulinda ".


ucapku sambil menunduk.


" wah, nama yang bagus, ngomong-ngomong, apa kau mau menemaniku ke kantin saat istirahat nanti, aku sangat malu kalau jalan sendiri, apa lagi sekolah ini sangat luas ".


ucap Aida sambil memohon kepadaku.


" baiklah, dengan senang hati ". ucapku sambil tersenyum.


sepertinya dia orang yang baik, dia sangat ramah dan mudah sekali dekat dengan orang lain, dia benar-benar mirip sekali dengan merlina.


" Tring, Ting, Ting, Ting, Ting, Ting!".


akhirnya bel jam istirahat sudah tiba.


" wah, akhirnya, ayo kita ke kantin pergi ke kantin ". Aida langsung menarik tanganku dan membawaku pergi dengan semangat.


" kau sangat bersemangat sekali ". ucapku sambil tersenyum ke arah Aida.


setelah tiba ke kantin kami langsung memesan makanan.


" eh, kau, tidak memakan sayuran?". tanyaku sambil menatap makanan Aida.


" mm, aku tidak doyan sayuran, hihi ". ucap Aida sambil mengelus-elus kepalanya.


padahal, merlina dulu sangat suka sekali dengan sayuran, dan tidak suka dengan daging. ini aneh, Aida menyukai makanan yang tidak di sukai merlina, dan merlina menyukai makanan yang tidak di sukai Aida.


fuh, aku jadi bingung.


kami langsung melanjutkan makan siang kami, setelah itu kami langsung masuk ke kelas saat bel tanda masuk sudah berbunyi.


dan setelah beberapa jam lagi, akhirnya bel tanda pulang sudah berbunyi, aku langsung membereskan tas ku.


" aku pergi duluan yah, sampai jumpa lagi besok ". ucap Aida sambil pergi meninggalkanku.


" yah sampai jumpa lagi ".

__ADS_1


aku langsung bergegas keluar, dan menceritakan semua ini pada senior.


aku akan menceritakanya saat perjalanan pulang nanti.


setelah menunggu senior cukup lama, akhirnya kami langsung pulang bersama.


" senior, ada hal penting yang ku katakan padamu ". ucapku dengan serius.


" apa itu?". tanya senior.


" kau tau, ada murid baru di kelas ku, dan dia, sangat mirip sekali dengan merlina!".


ucapku dengan serius.


" merlina?, orang yang kau bicarakan kemarin?". ucap senior sambil mengingat-ingat.


" yah, merlina, temanku saat aku masih SMP".


ucapku mencoba untuk mengingatkan senior.


" tapi, kau bilang bukanya dia..".


" yah, itulah yang aku tidak mengerti, tapi, dia benar-benar sangat mirip sekali dengan merlina, yah, hanya matanya saja yang berbeda ". ucapku sambil terus meyakinkan senior.


" yah, mungkin itu hanya kebetulan saja ".


ucap senior.


" entahlah, aku benar-benar bingung dengan semua ini ". ucapku sambil menghela nafas.


" tapi, seharusnya kau senang bukan, kau bisa bertemunya lagi ". ucap senior mencoba menghiburku.


" yah, kau benar, aku rasa, ini adalah kesempatan kedua yang Tuhan berikan padaku ". ucapku sambil tersenyum.


" oh yah, ngomong-ngomong, siapa namanya?". tanya senior.


" Aida?, dia orang yang barusan masuk menjadi anggota OSIS tadi pagi ".


ucap senior dengan ekspresi terkejut.


" hee, dia anggota OSIS?". ucapku dengan ekspresi terkejut.


" yah, kalau tidak salah jabatanya sebagai sekertaris ". ucap senior sambil menatapku dengan serius.


aku benar-benar tidak menyangka kalau dia masuk anggota OSIS, dulu, merlina juga pernah menjadi anggota OSIS, dia juga menjabat sebagai sekertaris, apa ini cuman kebetulan yah?.


setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami telah sampai di pertigaan yang memisahkan rumahku dengan stasiun.


" aku pergi dulu yah, sampai jumpa lagi ".


ucap senior sambil berbelok ke arah jalan menuju stasiun.


" yah, sampai jumpa lagi ". ucapku sambil melambaikan tangan pada senior.


aku langsung bergegas pergi ke rumahku.


" ibu, aku pulang!". ucapku sambil membunyikan bel rumah.


" yah!, cepat mandi dan ganti bajumu ". ucap ibu yang sedang di dalam ruangan.


aku langsung bergegas pergi ke kamar mandi.


aku berfikir untuk pergi berjalan-jalan ke taman setelah ini, aku ingin merelaxkan pikiranku.


setelah mandi, aku langsung bergegas ke kamar dan mengganti pakaianku.

__ADS_1


setelah selesai, aku langsung bergegas untuk pergi ke taman.


" hey, sudah sore begini mau kemana?".


ucap ibu yang tiba-tiba saja muncul di belakangku.


" aku ingin pergi ke taman sebentar ". ucapku.


" yasudah, tali jangan lama-lama yah ". ucap ibu membolehkanku pergi.


" baik Bu ".


aku langsung pergi berjalan menuju ke taman yang letaknya tidak jauh dari rumahku, yah sendirian.


namun, saat aku sudah sampai di taman, aku melihat seorang wanita yah sedang duduk di ayunan sendirian, dari belakang rupanya sangat tidak asing bagiku.


saat ku dekati, yah tidak salah lagi, ternyata dia Aida.


" Aida?, apa yang kau lakukan disini?". tanyaku.


" eh, kau sherla, aku hanya sedang berjalan-jalan saja sambil mengenal kota ini ". jawab Aida.


aku langsung duduk di ayunan samping Aida.


" ternyata, kota ini sangat indah dan luas yah ". ucap Aida sambil menatap ke arah gedung-gedung.


" yah, kau benar ".


" ngomong-ngomong, kau juga sedang berjalan-jalan yah sepertiku?".


" yah, tepat sekali ".


aku melirik ke wajah Aida, dari Samping, dia sangat mirip sekali dengan merlina.


" merlina, kau kembali ". ucapku dengan pelan.


" eh, merlina, siapa dia?". tanya Aida yang tidak sengaja mendengar ucapanku.


" eeh, dia temanku saat SMP ". jawabku sambil tersenyum.


" lalu, dia sekolah dimana sekarang?". tanya Aida.


" dia sudah pergi, untuk selamanya ". jawabku sambil menunduk.


" eh, maaf, aku, aku tidak tau soal itu ".


ucap Aida yang merasa bersalah.


" hmp, kau tau Aida, kau sangat mirip sekali dengan temanku merlina ". ucapku sambil tersenyum ke arah Aida.


" benarkah?, jadi, itu alasan kenapa kau selalu menatap wajahku ".


" yah, aku merasakan keberadaan merlina saat berada di sampingmu ".


" kalau begitu, boleh memanggilku merlina ".


ucap Aida sambil tersenyum ke arahku.


" mm, tidak, nama Aida jauh lebih bagus untukmu ".


" kalau begitu, berjanjilah untuk menjadi temanku ".


ucap Aida sambil menunjukan jari kelingkingnya.


" yah, aku berjanji ". ucapku sambil menunjukan jari kelingkingku.

__ADS_1


bukan hanya itu, aku juga akan terus melindungimu, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku, sangat senang bisa melihatmu lagi, selamat datang kembali, Merlina.


__ADS_2