Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
TERIMA KASIH SENIOR


__ADS_3

matahari mulai terbenam, tidak di sangka akan terjadi suatu hal yang mengerikan pada kami, pada saat perjalanan pulang semuanya terlihat baik-baik saja, sehingga datanglah seorang berandalan yang ingin melecehi kami, jumlah mereka terlalu banyak membuat kami terpojok dan tidak bisa berkutik. bagaimana ini!.


" Rasakan Ini Sialan!!!". pemimpin berandalan itu langsung melancarkan pukulanya dengan penuh amarah.


aku hanya bisa memejamkan mataku sambil memeluk erat tubuh Aida.


" TANG!!!".


aku langsung membuka mataku dan sangat terkejut saat melihat pemimpin berandalan itu terjatuh kesakitan karena sebuah tong sampah terlempar tepat ke arahnya.


lalu, pandanganku langsung tertuju seseorang yang berjalan dari dalam lorong kecil yang gelap.


" wah, kalian memang tidak ada kapok-kapoknya yah ".


aku sangat mengenal suara itu, itu adalah suara...


" SENIOR!!". ucapku sambil menatap senior dengan wajah terkejut.


" ckk, kau lagi!". ucap pemimpin berandalan itu sambil menahan rasa sakitnya.


" hey, tong sampah itu cocok juga untuk mu".


ucap senior dengan nada yang meledek.


" grrr, kali ini aku akan menghabis mu!".


ucap pemimpin berandalan itu yang kelihatanya sangat marah sekali.


" hey, apa kau amnesia?, bukanya kau sudah ku kalahkan tadi ". ucap senior dengan santai.


" tidak, kali ini aku mengerahkan seluruh kekuatan ku ". ucap pemimpin berandalan itu sambil mengerahkan seluruh anak buahnya.


" hey ayolah, ini yang kau sebut dengan mengerahkan seluruh kekuatanmu?, dengan cara mengepungku?". ucap senior sambil terus meledek para berandalan itu.


" aku akan membuatmu tidak bisa berkata lagi, cepat!, habisi dia!!". ucap pemimpin berandalan itu sambil menyuruh anak dua puluh anak buahnya untuk menyerbu senior.


" sherla, cepat bawa Aida pergi dan sembunyilah ". ucap senior sambil menoleh ke arahku.


" apa kau tidak waras?, kau tidak melihat jumlah mereka!". ucapku dengan penuh emosi.


" cepat!, lakukan saja perintah ku ". ucap senior sambil menoleh ke arahku dengan tajam.


aku langsung mengiyakan perintahnya, dan pergi membawa Aida untuk bersembunyi.


aku langsung bersembunyi di belakang tempat sampah sambil mengintip senior dari jauh, aku tidak yakin kalau senior akan menang. sepertinya aku harus cepat-cepat menelpon polisi.


" Aida, kau tunggu di sini sebentar yah, aku akan pergi mencari pertolongan ". ucapku sambil pergi untuk mencari bantuan.


namun, sayangnya tidak ada satupun orang yang lewat di sini, tapi, pandangan ku langsung tertuju pada telepon umum, aku memutuskan saja untuk memanggil polisi.


" 911 Disini ".


" polisi, cepat tolong kami!". ucapku dengan panik.


" tenang, dan katakan lah apa yang terjadi ".


ucap polisi itu yang meciba menenangkan ku


" kami dalam bahaya, kami di serang oleh para berandalan!". ucapku dengan wajah yang panik.

__ADS_1


" baik, beritahu kami dimana lokasinya ".


" killer trajectory nomor 13 ". ucapku sambil menengok ke sekitar dengan wajah panik.


" baiklah, kami akan segera kesana ".


ucap polisi itu sambil menutup panggilan.


aku langsung bergegas berlari ke tempat senior dengan wajah yang sangat panik.


namun, saat aku sudah sampai disana, aku melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan, aku melihat para berandalan itu tergeletak tak sadarkan diri dengan luka yang parah.


saat aku lebih dekat, aku melihat senior yang sedang berdiri diantara berandalan yang tergeletak itu.


" senior!". aku langsung berlari mendekati senior.


namun, senior menoleh ke arahku dengan tatapan yang sangat mengerikan, dia sudah seperti orang yang habis hilang kendali.


" se, senior ". aku mulai mengehentikan langkah ku sambil menatap bulat senior.


selang beberapa waktu, akhirnya polisi sudah datang untuk menolong kami.


" kalian berdua tidak apa-apa?". ucap para polisi itu sambil mendekat ke arah kami.


" tidak, tapi, teman kami terluka parah ".


ucapku sambil berlari ke arah Aida.


" kami akan membawanya ke rumah sakit, kalian semua cepat!, tahan mereka!".


ucap polisi itu dengan tegas.


" baik pak!". para polisi itu langsung memborgol para berandalan itu satu persatu.


ucap polisi itu sambil membuka pintu mobil.


kami berdua hanya mengangguk dan menyetujui ajakan tersebut.


aku duduk di kursi belakang sambil menjaga Aida, dan senior duduk si kursi depan bersama pak polisi itu.


aku hanya memandang senior dari belakang, auranya sangat berbeda sekali dari sebelum-sebelumnya, apa senior sedang memendam sesuatu.


" hey, nak, apa kau yang menghajar para berandalan itu?". tanya polisi itu sambil menyetir mobil.


" menurutmu?". ucap senior dengan nada yang cuek.


" yah, kau benar, hanya kau yang ada di situ ".


ucap polisi itu sambil menyalakan rokoknya.


" hey, nak dari mukamu itu, kau sepertinya sedang memendam sesuatu, apa berandalan itu mengatakan sesuatu yang membuatmu marah?". tanya polisi itu sambil menghembuskan rokoknya.


" itu bukan urusanmu ". ucap senior dengan nada yang cueknya lagi.


" baiklah, kau benar ". ucap polisi itu sambil mempercepat perjalanan.


setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya kami sudah sampai di rumah sakit.


kami langsung masuk ke rumah sakit dan membawa Aida untuk segera di rawat.

__ADS_1


" sherla!".


tiba-tiba saja ibu datang bersama orang tua Aida.


" sherla, apa yang terjadi nak, bagaimana dengan aida?". ucap ibu Aida sambil memeluk ku.


" Tante tidak usah khawatir, aida pasti akan baik-baik saja ". ucapku mencoba menenangkan ibunya Aida.


" tapi, kau tidak apa-apa kan?". tanya ibu mencemaskan ku.


" tidak Bu, aku tidak apa-apa ".


ucapku sambil menenangkan ibu.


setelah beberapa menit menunggu, akhirnya dokter keluar.


" dokter, bagaimana keadaan anak ku?".


tanya ibu Aida dengan panik.


" ibu jangan khawatir, anak anda hanya mengalami luka ringan, tapi untuk sekarang biarkan dia istirahat dulu ". ucap dokter.


" baik, terima kasih dokter ". ucap ibu Aida dengan wajah yang bahagia.


" sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu ".


ucap dokter sambil pergi meninggalkan kami.


untung saja keadaan ini bisa membaik, aku sangat senang mereka bisa kembali tersenyum.


namun, dibalik senyum mereka, aku baru sadar kalau senior tidak ada di sini, aku langsung mencarinya kemana-mana, hingga akhirnya aku menemukanya teras atap rumah sakit, aku melihat senior yang sedang berdiri sambil memandang bintang-bintang.


" indah yah ".


namun senior hanya diam dan fokus memandang bintang-bintang itu.


" senior, kau terluka, aku akan mengambil obat untukmu ". ucapku sambil pergi untuk mengambil obat.


namun, senior langsung menarik tanganku.


" sherla, sampai kapan kau akan terus peduli pada orang lain ". ucap senior sambil menatap datar diriku.


" a, apa maksudmu?". ucapku dengan nada yang gemetar.


lalu senior langsung melepas tanganku.


" kau tau sherla, aku sangat marah sekali saat si berandalan itu berkata kalau kau adalah wanita yang lemah dan hanya beban menjadi beban saja ". ucap senior dengan perasaan marah.


" tapi, memang itulah kenyataanya ". ucapku sambil tersenyum ke arah senior.


" tidak, mereka salah, kau bukanlah wanita yang lemah ". ucap senior sambil mendekat dan menarik kedua tanganku.


" se, senior ". aku hanya bisa melihat senior dengan mata yang berkaca-kaca.


" kau, bukanlah wanita yang lemah, mereka semua hanya berbual, mereka tidak tau apa-apa tentang mu, kau hanya peduli pada orang lain, rasa peduli mu itu lah yang membuat mu tidak ingin melukai orang lain, dan rasa peduli mu lah yang membuat mu selalu ingin melindungi orang lain, bahkan musuh mu sendiri!". ucap senior sambil memeluk ku dengan erat.


" se, senior, hiks ". aku hanya bisa menangis sambil membalas pelukan senior.


" sherla, berjanjilah untuk terus bersamaku ".

__ADS_1


ucap senior sambil memeluk dan mengelus kepalaku.


" Iyah, aku berjanji, aku berjanji, aku berjanji ".


__ADS_2