
perjalanan yang menegangkan tadi membuat kami sangat lelah, fiuh, akhirnya aku bisa membuang nafas lega, rasanya aku tidak ingin lagi berurusan dengan hal-hal yang berkaitan dengan militer, tapi takdir selalu saja mempertemukan ku, entah hal aneh apa lagi yang akan ku hadapi nanti, setidaknya biarkan aku beristirahat dulu dengan tenang.
" maaf yah, aku cuman bisa menghantar kalian sampai sini ".
ucap komandan brips sambil membalikan arah mobilnya.
" kau kejam sekali komandan brips ".
jawabku dengan wajah kesal.
" aku ada urusan penting, lagi pula rumahmu juga tidak terlalu jauh dari sini ".
balas komandan brips sambil tersenyum meringis.
" baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, sampai bertemu lagi, jika takdir mengijinkan ".
ucap komandan brips sambil menancap gas mobil miliknya.
" huh, padahal aku sangat lelah ".
ucapku menggerutu.
" kau mau ku gendong?".
ucap senior sambil mengulurkan tanganya.
" ti, tidak usah, aku masih kuat kok ".
jawabku malu-malu.
kami terpaksa melanjutkan perjalanan kami dengan jalan kaki, meskipun seluruh tubuhku terasa hancur lebur.
" aku haus, ayo kita istirahat dulu disana ".
ucap senior sambil menunjuk ke arah taman.
" baiklah, aku juga haus ".
jawabku dengan singkat.
kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di taman, kondisi disini juga masih sepi karena suasana masih sangat pagi, jadi anak-anak pasti sedang berangkat ke sekolah masing-masing. eh, sekolah?.
" ini, es krim mu ".
ucap senior yang tiba-tiba saja mengagetkanku sembari menyodorkan es krim yang dia beli.
" senior, aku lupa lagi kalau kita tidak masuk sekolah, bagaimana ini!, ibuku pasti sangat marah sekali ".
ucapku dengan wajah panik.
" kau sudah lupa?, kelas 1 dan 2 diliburkan dulu selama satu minggu, dikarenakan kelas 3 sedang mengikuti kegiatan ujian tengah semester ".
jawab senior sambil menggigit es krimnya.
" eh, memangnya kenapa harus diliburkan?".
jawabku sambil menjilat es krim milikku.
" entahlah, mungkin untuk jaga-jaga saja agar mereka tidak terganggu ".
jawab senior sambil menjilat es krimnya.
" hey ".
senior tiba-tiba saja menatapku dengan serius.
" ke, kenapa?".
ucapku dengan wajah terkejut.
tapi senior hanya diam saja dan terus menatapku semakin dekat.
" se, senior?".
aku merasakan aura aneh lagi dalam diri senior, kenapa detak jantungku terus berdebat sangat kencang yah, mana senior terus menatap bibirku lagi, apa dia...
aku hanya memejamkan mataku sambil menghadap ke arah senior.
" jaga etika makanmu, kau jorok sekali ".
ucap senior sambil mengusap bekas es krim di bibirku.
" ka, ka, ka, kau benar ".
huhu, sialan, aku kena prank senior lagi, astaga Sherla, kau terlalu berharap, jaga pikiran anehmu dari orang lain, padahal itu sedikit lagi.
" kau tahu, kau sangat imut sekali saat memakan es krim itu ".
ucap senior sambil tersenyum.
" be, be, benarkah?".
__ADS_1
ucapku sambil membuang muka.
" tentu saja ".
jawab senior.
" baiklah, aku harus segera pulang, ibuku pasti sedang mengkhawatirkan ku ".
" baiklah ".
jawab senior sambil mengikutiku.
saat sampai di depan rumahku, aku langsung berpamitan dengan senior.
" aku duluan yah, sampai minggu depan ".
ucapku karena aku tahu kalau aku dan senior hanya akan bertemu saat di sekolah dan menjalankan misi.
" tunggu ".
senior berjalan mendekat ke arahku.
" sore nanti, kau punya waktu?".
tanya senior.
" untuk apa?".
tanyaku dengan rasa penasaran.
" aku ingin mengajakmu ke taman sekali lagi ".
jawab senior sambil tersenyum.
" ba, baiklah ".
ucapku dengan ekspresi malu.
" baiklah, sampai bertemu nanti sore ".
ucap senior sambil melambaikan tanganya ke arahku.
setelah mendengar ucapan senior, aku langsung bergegas masuk kedalam rumah.
" ibu!, aku pulang!".
ucapku sambil menekan bel pintu.
ucap ibuku dengan wajah penasaran.
" kunjungan ".
jawabku dengan wajah heran.
" yah, bukanya tadi kau bilang ke ibu kalau akan berkunjung ke rumah Kevin ".
ucap ibu dengan wajah heran.
" i, Iyah bu, disana sangat menyenangkan ".
jawabku mencoba untuk mengelabui ibu.
" lalu?".
gawat, aku tidak mau terus-terusan berbohong pada ibu, aku harus mencari topik lain.
" mmm, oh yah, bagaimana dengan ayah Bu?".
" ouh, kau akan melihat ibu memukulinya sampai habis ".
ucap ibu dengan wajah kesal
" memukulinya?".
jawabku dengan wajah heran.
" Iyah, tadi bosnya bilang kalau ayahmu masih berada di Jepang, dia seharusnya sudah pulang tiga hari kemarin, bosnya menemukan dia sedang mabuk, dan orang yang mengirim rekaman itu adalah teman ayahmu yang juga sedang mabuk, aku benar-benar akan menghajarnya sampai habis ".
jawab ibuku dengan wajah marah.
hhh, ini pasti ulah komandan brips, aku tidak tahu bagaimana caranya dia mengelabui ibuku, tapi, setidaknya aku bisa tenang dengan keadaan ibuku yang sudah membaik.
terima kasih komandan brips.
16.00 pm
tak terasa hari sudah mulai sore, aku langsung bergegas pergi ke taman seperti yang sudah dijanjikan oleh senior.
" kau mau kemana?".
tanya ibu dari dalam dapur.
__ADS_1
" aku akan pergi sebentar Bu ".
jawabku sambil terburu-buru.
" ini sudah sore ".
" sebentar saja bu, kasian senior pasti sedang menungguku ".
jawabku sambil memakai sepatu dengan tergesa-gesa.
" ouh, Kevin, baiklah, hati-hati yah ".
ucap ibu mengijinkanku.
" baik bu ".
ucapku sambil pergi meninggalkan rumah.
setelah sampai di taman, aku melihat senior yang sedang melambaikan tangan ke arahku di balik pohon beringin.
" maaf, kau pasti sudah menungguku sangat lama ".
ucapku dengan wajah lelah.
" tidak apa-apa, aku juga baru sampai kok ".
jawab senior sambil tersenyum.
" ini ".
ucap senior sambil menyodorkan es krim yang sudah ia beli.
" te, terima kasih ".
jawabku malu-malu.
" memangnya ada apa denganmu?".
tanya senior sambil menggigit es krimnya.
" sebenarnya ".
aku menceritakan semua kejadian saat aku pulang ke rumah pada senior.
" hhh, ibumu lucu sekali ".
ucap senior sambil tersenyum meringis.
" yah, dia mudah sekali dikelabui ".
jawabku sambil menggigit es krim ku.
" ngomong-ngomong, pemandangan dari sini indah juga yah ".
ucapku sambil memandangi area perkotaan dari bawah pohon beringin.
" kau benar ".
" hey Sherla, jika kau di beri kemampuan, kau ingin apa?".
tanya senior dengan wajah serius.
" aku, ingin mempunyai kemampuan untuk bisa menyembuhkan orang lain , karena, aku tidak tega melihat orang lain menderita ".
jawabku sambil memandang ke arah langit.
" kalau kau?".
tanyaku sambil beralih ke arah senior.
" aku ingin mempunyai kemampuan bela diri yang hebat ".
jawab senior sambil memandang ke arah kota.
" itu sangat menggambarkan dirimu ".
ucapku sambil menghela nafas.
" hhh, aku bercanda, jika aku mempunyai kemampuan, aku ingin menjadi orang baik sepertimu, karena dengan sifat baikmu, sangat mustahil orang-orang akan membencimu ".
jawab senior sambil menatapku.
" kau bisa saja, hahaha ".
aku hanya bisa tersenyum saat mendengar jawaban senior.
TAPIlI...
" mmph ".
tiba-tiba saja senior mencium bibirku saat aku lengah, perasaan ini, rasanya campur aduk, jantungku berdebar sangat kencang, aku bisa merasakan bibir senior yang begitu hangat. aku hanya diam terpaku sembari memejamkan mataku, aku benar-benar tidak bisa menggerakkan tubuhku.
__ADS_1
inikah, yang disebut perasaan CINTA.