
sore mulai datang, tapi sayangnya, tidak ada warna jingga yang menghiasi awan tersebut, melainkan awan-awan ini terlihat gelap seperti mendung. itu membuat perasaanku tidak enak, aku dan senior sudah beberapa jam di rumah, tapi, ibu masih saja belum memberi kabar untuk kami.
" ngomong-ngomong, kapan ibumu akan pulang, sepertinya, disini akan hujan lebat".
ucap senior sambil menatap ke jendela.
" mmm, bersabarlah mungkin sebentar lagi ".
ucapku mencoba untuk menenangkan senior.
senior hanya menghela nafas panjang sambil melihat ke jendela.
" senior, jika kau ingin pulang, kau pergi dari sekarang, sebelum hujan benar-benar turun ".
ucapku menyuruh senior pulang.
lalu senior menoleh ke arahku sambil tersenyum.
" tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disini ". ucap senior.
" tapi, bagaimana dengan kakek mu?, dia pasti akan mengkhawatirkan mu ". ucapku terus meyakinkan senior untuk pulang.
" tenang saja, kakek selalu percaya padaku, dia selalu menganggap ku sebagai anak yang kuat, lagi pula, kita juga hanya harus menunggu ibumu pulang, agar aku bisa pergi dengan tenang ". ucap senior sambil menatapku.
" senior, kau, sangat mempedulikan ku yah ".
ucap ku sambil tersenyum ke arah senior.
" tidak, aku hanya tidak ingin meninggalkan mu, soalnya kamu itu penakut ".
ucap senior sambil membuang muka dariku.
" eh, Apa!". ucapku langsung membentak senior.
" tring, Ting, Ting, Ting, Ting, Ting ".
tiba-tiba saja terdengar suara telepon berdering, sepertinya itu dari ibu.
" halo ".
" halo, sayang, maaf ibu sepertinya hari ini tidak pulang ke rumah, disini hujan lebat sekali, ibu akan menginap di rumah teman ibu dulu, mungkin ibu akan pulang besok, kamu jaga diri baik-baik yah sayang, daaah ".
lalu, ibu langsung mematikan telefon.
" he, heee, tunggu bu-".
lalu, aku langsung mencoba untuk menghubungi ibu, tapi, meski mencoba beberapa kali, tetap saja tidak berhasil, sepertinya koneksi kami terputus akibat hujan lebat ini.
ba, bagaimana ini!, apa yang harus ku katakan pada senior.
" se, senior, hari ini, ibuku tidak pulang ".
ucapku sambil tersenyum malu ke arahnya.
" hmmm ". senior hanya terdiam sejenak.
lalu, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebat.
" astaga " ucap senior sambil memandangi hujan-hujan tersebut.
" ya ampun, bagaimana ini?". aku malah panik tidak karuan.
__ADS_1
senior hanya menghela nafas panjang.
" sepertinya tidak ada pilihan lain, selain bermalam disini untuk sementara waktu ".
ucap senior.
" heh, kau serius?". ucapku masih dengan keadaan panik.
" yah, mau bagaimana lagi, apa boleh aku menginap semalam disini?". tanya senior.
" yah, baiklah, hanya semalam ". jawabku dengan nada yang pelan.
lalu kami melihat hujan semakin yang lebat bercampur angin kencang, membuat air-air hujan itu sangat sulit untuk terlihat.
" ini bukan sekedar hujan, ini bisa di katakan badai ". ucap senior sambil menatap hujan dari jendela.
" entah mengapa, perasaanku jadi tidak enak".
ucapku sambil memegang dadaku.
" DUAAARR!!!".
tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh petir yang sangat kencang, hingga membuat lampu di sekitar menjadi mati.
" haaaa!". aku langsung refleks memeluk tubuh senior karena panik ketakutan.
" hey, kau tidak apa-apa ". ucap senior dengan nada yang datar.
" a, aku takut dengan kegelapan ". ucapku dengan mulut yang gemetar.
" yasudah, bagaimana kalau kita cari lilin ".
ucap senior sambil menatapku.
" lilin ada di rak dapur ". ucapku sambil menunjuk ke arah dapur yang sangat gelap.
kami langsung pergi mengambil lilin bersama, meskipun gelap, untung saja aku sudah menghafal seisi ruangan ini.
setelah sekian lama mencari, akhirnya kami bisa menemukan lilin ini, kami langsung menyalakan lilin tersebut dan menaruhnya ke seisi ruangan.
" fiuh, untung saja di rumah masih ada lilin ".
ucapku sambil mengusap keringat.
" syukurlah kalau begitu ". ucap senior yang juga sedang mengusap keringat karena kegerahan.
" sherla, apa aku boleh mandi di rumah mu?".
tanya senior.
" silahkan saja, tapi, apa kau tidak takut?".
tanyaku sambil menatap ke kamar ayahku.
" tidak, untuk apa aku harus takut, yasudah aku pergi mandi dulu yah ". ucap senior sambil meninggalkan ku sendirian.
" ba, baik, aku juga pergi mandi dulu ". ucapku sambil bergegas pergi ke kamar mandi.
saat aku di kamar mandi, aku hanya bisa menahan rasa takut ku, aku hanya bisa melihat-lihat sekitar, semoga saja tidak ada yang muncul mengagetkanku.
setelah selesai mandi aku langsung bergegas pergi ke kamar sambil tidak melepas pandangan ku ke arah sekitar.
__ADS_1
setelah aku sudah selesai mengganti baju ku, aku langsung bergegas pergi ke ruang tamu.
di sana aku melihat senior yang sedang duduk di sofa sambil memakan cemilan rumah.
" kau sudah selesai?". tanya senior sambil menatap ke arahku.
" i, iya ". ucapku sambil menahan rasa takut.
" kau kenapa, seperti orang yang habis lihat hantu saja ". ucap senior menatap ku dengan sinis.
" ti, tidak, aku hanya sedikit ketakutan saja ".
ucapku sambil duduk di samping senior.
" ngomong-ngomong, kenapa kau tidak mengajak teman wanita mu saja untuk menginap ke rumahmu ". ujar senior sambil memakan cemilanya.
" tidak, aku tidak mempunyai teman selain dirimu semenjak Baru pindah ke tempat ini, bahkan aku jarang sekali keluar rumah meski ayah dan ibuku selalu menyuruh ku untuk berteman dengan anak-anak di tetangga sebelah ". ucapku sambil menunduk.
" memangnya kenapa kau tidak ingin berteman dengan mereka?". tanya senior.
" entahlah, tidak ingin mengulangi kejadian yang sama ". jawabku dengan nada yang pelan.
" hah, apa maksudmu?". tanya senior sambil menatapku dengan serius.
" ti, tidak, aku hanya ingin sendirian saja dan menikmati hari ku di rumah ". ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan.
senior hanya menganggukan kepalanya.
" wah, sepertinya kau pasti mempunyai banyak teman di kampung halaman mu ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" eeh, i, ituuu ".
" DUAAARR!!!".
lagi-lagi terdengar gemuruh petir yang sangat kencang, di tambah hujan yang semakin deras.
" mmm senior, lalu bagaimana dengan mu, apa kau juga mempunyai banyak teman ?".
tanyaku sambil menatap serius senior.
" aku?, entahlah, sepertinya aku sama sepertimu, aku jarang sekali keluar rumah dan berbicara dengan orang lain, yah, meskipun banyak orang yang mengenalku dan ingin menjadi temanku, tapi, bagiku sendirian memang lebih menyenangkan ".
ucap senior sambil tersenyum menunduk.
" yah, sepertinya kita memang sama ". ucapku.
lalu aku langsung melihat jam yang sudah menunjukan pukul 21.00.
" sudah hampir larut malam, sebaiknya kita tidur saja, aku juga sudah mulai mengantuk ".
ucapku sambil mengelus-elus mataku.
" yah kau cepat tidur sana ". ucap senior sambil membereskan sofa untuknya tidur.
" kau tidak ingin tidur bersamaku?". ucapku dengan nada yang sangat pelan.
" apa?". tanya senior yang sepertinya tidak mendengarku karena suara hujan.
" tidak, tidak apa-apa, kau tidur yang nyenyak yah, selamat malam ". ucapku sambil tersenyum dan pergi meninggalkan senior.
__ADS_1
" yah, selamat malam ".