
" persis seperti Ayah kami?, tuan Alex, kami tidak mengerti maksudmu ".
ucapku dengan raut wajah serius.
" apa kau mempunyai hubungan dengan ayah kami?".
ucap senior mencoba menebak.
" tebakan yang bagus Kevin ".
jawab tuan Alex sambil tersenyum.
" tapi, apa hubunganmu dengan ayahku?".
tanyaku merasa heran.
" yah, kami hanya sebatas teman, ayahmu kuliah di New york bersamaku ".
jawab tuan Alex sambil berjalan ke arah kami.
" jadi, kalian adalah teman sejak kecil?".
tanyaku sambil mencoba menebak.
" yah ".
jawab tuan Alex sambil menganggukan kepala.
" bi, bisakah kau ceritakan sedikit tentang kisah kalian?".
tanyaku dengan wajah penuh semangat.
" hmm, baiklah, masih ada waktu untuk ku ceritakan padamu ".
jawab tuan Alex.
" dulu, aku kuliah di universitas new York, jujur saja, dulu waktu itu, aku tidak mempunyai teman berbicara, aku selalu sendirian tanpa teman, hingga saat itu, aku pertama kali bertemu dengan ayahmu, yah, saat itu ayahmu tidak sengaja menabraku saat makan siang, saat itu kami masih belum mengenal satu sama lain, ayahmu langsung pergi begitu saja sambil meminta maaf, aku berpikir kalau dia ini adalah anak nakal dan ceroboh ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum.
" yah, memang sampai sekarang sifat ayah tidak pernah berubah ".
ucapku sambil menggelengkan kepala.
" hhh, tapi entah mengapa, dia sangat membuatku tertarik, hingga sampai di suatu saat, aku dikepung oleh para berandalan yang ingin memalakku, tapi saat yang bersamaan ayahmu datang, dia bilang menyelamatkanku dan mengalahkan berandalan itu, bukanya terasa keren, para berandalan itu malah mentertawakanya kerena sifatnya seperti anak kecil dan ingin menjadi pahlawan, lalu, dengan penuh amarah ayahmu langsung maju melawan para berandalan itu tanpa memikirkan resiko apapun ".
ucap tuan Alex sambil duduk di bangkunya.
" lalu, apa ayah berhasil mengalahkan para berandalan itu sendirian?".
tanyaku dengan penuh penasaran.
" sebaliknya, ayahmu langsung habis di gebukin para berandalan itu, tapi, ayahmu sama sekali tidak menyerah, dia terus memaksakan dirinya bertarung meskipun wajahnya penuh luka, hhh, dia membuatku semakin terkesan ".
jawab tuan Alex.
" lalu, apa ayah berhasil mengalahkan para berandalan itu?".
tanyaku dengan wajah semangat.
" tidak, aku yang mengalahkanya ".
jawab tuan Alex sambil menggelengkan kepalanya.
" astaga ".
ucapku dengan raut wajah kecewa.
" aku bertanya satu hal pada ayahmu, aku bertanya kenapa dia menyelamatkanku, lalu dengan wajah tersenyum, ayahmu berkata kalau kita adalah teman, saat aku mendengar jawaban itu, aku menjadi sangat senang, akhirnya, aku bisa bertemu dengan orang baik seperti ayahmu, dengan tubuh penuh luka, aku membawanya kerumah sakit, dan sejak itulah, kami selalu bersama dan menjadi teman selamanya ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum-senyum.
__ADS_1
" jadi, kalian sudah berteman sejak lama ".
ucapku dengan raut wajah gembira.
" hm, ayahmu adalah orang pertama yang membuatku kagum, dia adalah satu-satunya teman di kala aku sedang kesepian, aku menjadi sangat menyesal saat mengira ayahmu adalah orang yang bodoh, dia jauh lebih baik dariku, ayahmu adalah orang yang hebat Sherla, sama halnya sepertimu ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum ke arahku.
setelah mendengar ucapan tuan Alex, hatiku menjadi sangat bersemangat.
" kau benar tuan Alex, aku yakin, suatu saat nanti aku akan menjadi seperti ayahku, aku akan selalu melindungi teman-temanku, tidak peduli seberapa banyak masalah yang ku hadapi, aku akan terus maju ".
ucapku dengan wajah penuh semangat.
" tunggu, bagaimana dengan ayahku?".
tanya senior yang dari tadi saja terdiam.
" oh yah, hmm, sebenarnya aku dan ayahmu tidak mempunyai hubungan yang cukup dekat, dia hanya sebatas bawahanku ".
jawab tuan Alex.
" bawahan?".
" yah, ayahmu bekerja sebagai FBI, dia satu pangkat dengan Brips, jika kau ingin tahu lebih jauh, tanya saja padanya ".
ucap tuan Alex.
" ayahku, adalah FBI?".
ucap senior dengan ekspresi santai.
" jadi, apa itu alasanmu mengajakku bergabung?".
tanya senior dengan ekspresi serius.
" tidak, lebih dari itu, tapi sebenarnya, Brips lah yang menginginkanmu kesini ".
jawab tuan Alex.
tanya senior dengan wajah penuh penasaran.
" akan kuceritakan itu nanti, karena kali ini, kalian harus cepat pergi ke markas Red Evil, dapatkan informasi sekaligus bawa kembali orang-orang yang sudah diculik ".
ucap tuan Alex sambil berdiri dari bangkunya.
" Baiklah ".
ucap senior dengan wajah kecewa.
" tunggu sherla, tolong, jaga senior mu, aku punya firasat buruk dalam misi ini ".
ucap tuan Alex dengan wajah serius.
aku hanya menganggukan kepalaku dan pergi meninggalkan ruangan tuan Alex.
" aku tidak yakin akan hak ini, aku tidak bisa bertarung ".
ucapku dengan nada malas.
" tenanglah, aku akan melindungimu ".
ucap senior sambil merapikan jubah miliknya.
" hhh, aku harap akulah yang akan melindungimu ".
jawabku sambil memegang dahiku.
" kau sudah melindungiku ".
jawab senior sambil tersenyum.
__ADS_1
" hey yang disana!, sampai kalian terus mengobrol, cepat masuk ke dalam mobil!".
ucap komandan Brips dari dalam mobil.
" baiklah".
ucap kami bersamaan.
perjalanan berlanjut, misi kali ini tidak semudah sebelumnya, aku harap kami bisa kembali dengan selamat, tentunya dengan hasil yang bagus.
" komandan Brips, ada hal yang kutanyakan padamu ".
ucap senior sambil menatap ke arah komandan Brips.
" tentang ayahmu?".
jawab komandan brips dengan tepat.
" kau tahu?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" hanya menebak ".
ucap komandan brips sambil menghirup rokoknya.
" baguslah kalau begitu, bisakah kau ceritakan semua hal tentang ayahku?".
tanya senior dengan tatapan datar.
" hmm, sebenarnya aku ingin membicarakan ini berdua denganmu saja ".
jawab komandan brips sambil menunjuk senior dari depan.
" ayolah, aku bukan tipe orang yang suka membocorkan aib orang lain ".
ucapku dengan wajah kesal.
" hhh, baiklah, karena kau adalah pacarnya, aku masih bisa bertoleransi ".
ucap komandan Brips sambil menghembuskan asap rokoknya.
" terserah kau saja, cepat ceritakan padaku ".
ucap senior dengan wajah serius.
" baiklah ".
" saat itu, jabatanku masih Sama, sebagai ketua komandan FBI, aku yang sekarang berbeda dengan yang dulu, orang-orang sangat membenciku, tak ada satupun dari mereka yang dekat bahkan mengobrol denganku, karena sifatku yang terlalu tegas dan pemarah saat itu ".
ucap tuan Brips sambil mematikan rokoknya.
" mereka membencimu karena itu?".
ucapku dengan wajah heran.
" lebih buruk dari itu, aku selalu menjalankan misi sendirian, Karena mereka tahu, siapapun yang bekerja denganku, akan selalu berakhir dengan tragis ".
jawab tuan Alex sambil membuka kacamatanya.
" tapi, itu bisa saja hanya musibah bukan?".
ucapku dengan ekspresi serius.
" itu bisa di bilang musibah jika terjadi sekali tau dua kali, tapi, kejadian seperti ini sudah terjadi berkali-kali, bahkan ada yang menyebut ini kutukan ".
jawab tuan Brips.
" kutukan?".
ucap senior dengan wajah datar.
__ADS_1
" yah, sejak kecil, aku selalu kehilangan orang-orang yang berharga bagiku, bahkan orang tuaku terpaksa harus membuang ku, mereka meninggalkan kata-kata terakhir sebelum membuang ku ".
" aku, adalah sebuah parasit ".