Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
RASA SYUKUR


__ADS_3

" AIDA!?".


bagaimana dia bisa datang kesini?, aku bisa tebak kalau merekalah yang membawanya. aku harap Aida tidak menanyakan hal apapun mengenai kejadian tadi. itu hanya akan merepotkanya saja.


" jadi, kau orang yang mendonorkan darahnya untukku?". tanyaku. jika memang, ini memang sebua keberuntungan sih, aku juga baru tahu kalau darahku dengan darah aida mempunyai golongan yang sama.


" Iyah, tadi aku tidak sengaja mendengar suara kegaduhan di rumahmu, saat aku mendekat, ayah dan ibumu bilang kalau kau Terkena kecelekaan, aku juga ikut cemas jadi aku memutuskan untuk ikut ". jawab Aida dengan suara yang lemas namun tidak dengan senyumanya.


" maaf yah Aida, aku membuatmu repot lagi".


ucapku sambil menundukkan kepala. benar juga, aku jadi tidak enak sekali dengan Aida, aku selalu membuatnya repot akhir-akhir ini.


" kau tidak perlu minta maaf, lagian mendonor darah ini tidak terlalu buruk untukku, itu membuat tubuhku sedikit lebih ringan, hehe ".


jawab Aida sambil mencubit pipiku.


ini sudah kedua kalinya aku harus di rawat dirumah sakit, ayah dan ibu pasti sangat khawatir sekali denganku. tapi ngomong-ngomong mereka sedang dimana yah, katanya sudah kesini bersama Aida, apa mereka sedang pergi sebentar yah?.


" sherla sayang!, akhirnya kamu sudah bangun juga, huhu ". akhirnya mereka sudah datang, padahal baru saja aku memikirkannya


" ayah, ibu, kalian dari mana saja?". tanyaku sambil menatap barang bawaan ibu yang berisi buah-buahan dan beberapa makanan ringan lainya.


" tadi ayah dan ibumu menerima kabar kalau kau Tertiba kecelakaan, kami menjadi cemas dan langsung datang kesini, tapi kau masih belum sadarkan diri, lalu ibumu mengajak ayah untuk pergi membeli buah-buahan sebentar untukmu ". jawab ayah dengan wajah yang sedikit kesal. sepertinya ibu yang telah memaksa ayah untuk menemaninya berbelanja, itu memang sudah biasa, lagi pula ayah juga tidak bisa melawan.


" yah, ayahmu selalu menggerutu di setiap perjalanan, dia selalu bilang kalau seharusnya kita tetap di rumah sakit untuk menemanimu ". ucap ibu langsung melanjutkan perkataan ayah tadi, dengan wajah yang puas. ibu sangat senang sekali melihat ayah sengsara. padahal kalau di tinggal bilangnya gamon, giliran pulang malah di smackdown.


" kau tahu, ayahmu ini selalu mencari alasan ketika ibu ingin mengajaknya ". ucap ibu sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


" apa?!, itu karena kau selalu memintaku di saat-saat yang tidak pas!". tegas ayah. .


" tidak pas apanya, kau selalu mementingkan kesibukan lain dari pada diriku ". jawab ibu dengan kesal.


astaga, sekarang kita sedang berada di puncak *******, sangat sulit sekali menghentikan mereka ketika berdebat, dua-duanya sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


" drrtt ". beruntung sekali, ponsel ayah berdering pada waktu yang tepat.


" yah, halo?, hmm, baiklah saya akan segera kesana ". sepertinya ayah sedang ada urusan penting, pasti tentang pekerjaanya.


" ada-ada saja, aku harus pergi ke tempat kerjaku sekarang ". ucap ayah dengan wajah serius.


" tunggu, maksudmu kau akan pergi kembali ke kota sebelah?, tapi kau kan baru saja pulang satu Minggu yang lalu ". ucap ibu dengan ekspresi terkejut. memangnya apa yang terjadi dengan perusahaan ayah, bukankah seharusnya perusahaan itu maju semenjak Jack di tangkap.


" ada masalah di tempat perusahaan milik bos ayah, mungkin ayah akan tinggal disana beberapa hari ". ucap ayah sambil pergi meninggalkan kami dengan tergesa-gesa.


" huh, ayahmu selalu saja seperti itu, dia selalu meninggalkan ibu semaunya sendiri ".


ucap ibu dengan kesal. tapi setidaknya itu berhasil menghentikan perdebatan mereka.


" hhh, sepertinya kau selalu terpojok oleh kelakuan orang tuamu yah sherla ". ucap Sofia sambil tersenyum.


" yah begitulah ". jika aku jadi Sofia aku tidak akan mengatakan hal itu. semoga saja keajaiban terjadi.


" apa maksudmu mengatakan hal itu?, maksudmu tante ini orang yang rewel?". ucap ibu dengan tatapan sinis. semoga saja ibu tidak marah, aku harap Sofia bisa menarik kata-katanya itu.


" aku tidak tahu, aku hanya iri saja dengan kehidupan sherla, dia selalu merasakan kasih sayang dari seorang ibu, tidak sepertiku ". jawab Sofia sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang berubah.

__ADS_1


" memangnya, kemana ibumu pergi?". tanya ibu dengan heran. ah benar juga, aku baru ingat kalau ibu Sofia sudah meninggal waktu dia kecil.


" ibunya sudah meninggal, saat dia masih kecil ". lanjutku.


" apa?!". ucap ibu dan aida bersamaan dengan ekspresi terkejut.


" Sofia, kau tidak pernah mengatakan hal itu padaku!". ujar Aida dengan wajah serius.


sepertinya Sofia hanya mengatakan hal padaku, meskipun sifatnya yang mudah bergaul dengan orang lain, tapi dia jarang sekali terbuka dan mengatakan isi hatinya, lalu waktu di stasiun tadi, dia mengatakan hal itu bukan karena agar aku bisa mempercayainya, melainkan ucapan itu datang dari isi hatinya.


" tante bisa merasakan hal yang sedang kau rasakan Sofia, kehilangan sesosok orang yang begitu berarti dalam hidup kita sangatlah menyakitkan, tapi itu bukanlah alasan kau harus hidup sendiri, kau tidak sendirian Sofia, kau masih mempunyai teman-teman yang sangat menyayangimu, jangan pernah berfikir kalau tidak ada yang peduli padamu yah Sofia, kami akan selalu ada di sampingmu ".


ucapan ibu tadi membuat hatiku juga benar-benar tersentuh, tumben sekali ibu bisa mengatakan kata-kata mutiara seperti itu.


" Apa yang dikatakan ibuku benar Sofia, jika kau merasa kesepian, datanglah pada kami, kami akan memelukmu, anggap saja kami ini sebagai keluarga barumu ". aku juga harus membangkitkan kembali semangat Sofia, karena kejadian di rumah tua tadi, pasti membuat hatinya juga down.


" tenang saja Sofia, jika kau juga lapar, aku bisa memasakkan makanan yang enak untukmu ". tegas Aida.


" hmp, kalian benar, satu-satunya hal yang kurang dariku adalah rasa bersyukur, aku selalu memikirkan hidup orang lain tanpa memikirkan hidupku, aku angkat beruntung bisa mengenal kalian semua, Terima kasih ".


baguslah, Sofia akhirnya bisa tersenyum kembali, lega rasanya membuat orang lain bahagia. aku juga belajar banyak hal sekali hari ini, bahwa setiap orang mempunyai masa lalu mereka masing-masing. tidak peduli masa lalu itu buruk ataupun baik.


tapi yang jelas adalah dimana kita bisa menerima semua yang telah terjadi dalam hidup kita, hal buruk yang telah menimpa kita, mungkin saja jauh lebih buruk yang dirasakan orang lain. dan satu-satunya cara untuk menerima semua masa lalu itu adalah dengan rasa bersyukur.


bersyukur karena kita bisa hidup, bersyukur karena kita bisa tersenyum, dan bersyukur karena kita mempunyai orang-orang yang sangat berharga dalam hidup kita.


itulah yang dimaksud rasa syukur.

__ADS_1


__ADS_2