
" fuuuhh ".
akhirnya aku bisa sampai di puncak bukit yang tinggi ini, butuh kaki sekuat gajah untuk mendaki di bukit ini dengan mata yang tertutup.
" kita sudah sampai, tidak terasa sekali perjalanan ini sudah seperti beberapa detik yang lalu?".
tidak terasa?, itu menurutmu senior, kau tidak tahu aku harus melewati dua rintangan yang selalu menahanku, yaitu rasa lelah dan lapar.
" kau tampak lesu sekali, apa kau tidak merasakan pemandangan yang indah ini?". ucap senior sambil tersenyum saat melihatku duduk bersender di sebuah batu dengan badan yang lemas.
" aku tidak bisa merasakan apapun selain lelah dan lapar ". jawabku dengan wajah kesal.
tapi ada benarnya juga ucapan senior, pemandangan ini benar-benar sangat indah, berbeda dari bukit yang kami daki sebelumnya. kami bisa melihat pemandangan hutan dan perkotaan dari sini. rasanya aku seperti bisa melihat seluruh dunia dari arah sini.
" kau benar juga senior, melihat pemandangan ini membuat rasa lelah ku menjadi hilang, kecuali rasa lapar ".
lalu senior menggelar sebuah karpet yang hanya muat untuk dia orang saja, tapi senior menggelar karpet itu ke arah timur, Temat diantara perbatasan hutan kota.
" senior, kau menggelarnya terlalu jauh ".
senior hanya tersenyum sambil menaruh barang-barang dari tasnya, makanan, air hangat bahkan kamera sudah dia siapkan. sedangkan aku hanya membawa uang saja, huhu.
" kau tidak makan?". ucap senior saat melihatku hanya melongo melihat makananya.
" a, aku tidak membawa bekal ". ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku. aku tidak tahu kalau senior membawaku ke tempat ini.
" kau tidak menyiapkanya?".
" aku hanya membawa uang saja, aku kira aku bisa membeli beberapa makanan nanti, tapi aku tidak tahu kalau kau akan membawaku ke atas bukit ".
ucapku dengan wajah murung.
senior seharusnya memberitahuku lebih awal, jika aku tahu, mau sebanyak apapun aku membawa uang tidak akan ada gunanya, yang dikatakan ayah benar, tidak semua uang bisa berguna ditempat tertentu.
" ini ". senior memberikan makananya untukku, padahal itu adalah satu-satunya makanan miliknya.
" ka, kau memberikanya untukku?". ucapku dengan perasaan terharu. aku tidak menyangka senior akan sebaik ini padaku.
" tidak semuanya juga, aku ingin kau menyuapkan makanan itu untuk ku, dan juga untukmu ". ucap senior sambil memberikan sendoknya padaku.
" me, menyuapimu?".
__ADS_1
" aku hanya mempunyai satu sendok saja ". tegas senior.
sepertinya aku tidak boleh berfikir terlalu positif pada siapapun, bahkan senior. tapi setidaknya aku bisa mendapatkan cukup makanan untuk menghilangkan rasa lapar ku.
dia ingin kita berbagi sama rata, satu suapan Pertaman untukku dan suapan kedua untuknya, itu yang kulakukan berulang-ulang sampai makanan habis.
jujur saja, ini akan memalukan jika ada orang yang tau hal ini, untung saja disini tidak ada orang.
" tinggal satu suapan lagi ". ucapku sambil menunjukan nasi yang tertinggal satu suap aja di bekal senior.
" untukmu saja, aku sudah kenyang ". jawab senior sambil merebut sendok itu dariku dan mencoba memberiku suapan terakhir.
" buka mulutmu ". ucap senior sambil mencoba memberi sesuap nasi tersebut.
aku langsung menelannya sambil mengalihkan pandanganku, melihat wajah senior membuatku menjadi salah tingkah.
" bagaimana, apa kau sudah kenyang?".
dia baru saja menyuapiku, ini baru pertama kalinya ada laki-laki yang memperlakukan ku seperti ini selain ayahku.
" te, terima kasih ".
senior hanya tersenyum sambil mengelus-elus kepalaku. wajahnya langsung berubah dalam sekejap, dia langsung memandang ke arah sunrise.
benar juga, senior ditinggal Kedua orang tuanya saat masih kecil, aku tidak bisa membayangkan kesepian yang dia alami, kehilangan orang yang sangat berharga dalam kehidupan merupakan rasa sakit yang bahkan tidak bisa kita hilangkan, dan senior mengambil banyak sekali rasa sakit itu di dalam hatinya.
" kau tahu sherla, ketika aku di bangun dipagi hari dalam keadaan lapar, aku ingin sekali ibuku masuk kedalam kamarku dan menyuapi makanan yang enak untukku ". ucap senior dengan mata yang berkaca-kaca.
ibuku selalu membangunkan ku dipagi hari dan menyuruhku untuk makan, tapi terkadang aku menolaknya dan pergi begitu saja. aku tidak bisa membayangkan jika aku ada diposisi senior, yang di penuhi dengan kesepian.
" senior, kau adalah orang yang kuat, belum tentu ada orang yang bisa seperti dirimu, tapi kau tidak pernah sendirian senior, kau masih mempunyai orang-orang yang menyayangimu, kakek, aida, Sofia, dan aku, kami semua adalah keluargamu ".
senior langsung memeluk tubuhku dengan erat, dia mengeluarkan tetesan air dari matanya. ini adalah pertama kalinya aku bisa melihat senior menangis. aku sangat senang sekali dia bisa berbagi kesedihannya denganku.
" terima kasih sherla ". ucap senior sambil mengusap air matanya.
" jika kau lapar, aku akan menyuapimu makanan yang enak, senior ".
aku tahu kenapa senior mengajakku ke tempat ini, ini adalah tempat dimana senior menceritakan dirinya, tempat yang indah dengan kisah pria kelam.
****
__ADS_1
tidak terasa sekali hari sudah mulai siang, kami harus kembali ke stasiun sebelum kehabisan tiket kereta, setelah turun dari bukit tubuhku rasanya seperti tertimpa batu. hah, tapi perasaanku jadi terus gelisah dengan kejadian tadi.
" jika kau mengantuk, kau bisa meminjam bahuku ". ucap senior dengan senyuman lebar.
" aku tidak ingin menganggumu, kau juga boleh meminjam bahuku ". jawabku sambil membuang muka.
saat kereta mulai berjalan, aku menantang diriku agar tidak tidur dalam perjalanan, aku harap senior lah yang akan bersender di bahuku, tapi aku gagal tepat beberapa menit saja saat kereta berjalan aku sudah tepar duluan.
****
" hoaamm, kita sudah sampai yah?, sepertinya aku kalah lagi ". ucapku sambil mengucak mata.
" bangunlah si tukang tidur, kau bisa tertinggal disini jika kau tidak mau beranjak ". ucap senior sambil menepuk-nepuk pipiku.
entah mengapa perjalanan pulang sangat cepat sekali, perasaan saat kita berangkat lama sekali sampainya.
" hah, tidak terasa sekali hari sudah mulai sore, rasanya sudah seperti satu jam lalu kita berangkat ". ucapku sambil menghela nafas.
" kau benar juga, tapi aku sangat senang sekali hari ini, itu karena dirimu ". ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" aku, juga ingin berterima kasih soal makanan tadi, aku berjanji akan menggantinya saat berangkat sekolah besok ".
aku akan meminta ibu membuatkanku makanan yang jauh lebih enak dan jauh lebih banyak nanti.
" aku tidak sabar ingin mencobanya ". jawab senior sambil tersenyum.
tak lama kemudian kami akhirnya sampai di rumahku, padahal jaraknya satu kilometer dari stasiun tapi rasanya begitu dekat sekali.
" kita sudah sampai di rumahmu ".
" aku, terima kasih karena kau sudah mengantarku sampai ke rumah ". ucapku dengan pipi memerah.
" dengan senang hati, aku juga pergi dulu yah ". ucap senior sambil melangkahkan kakinya menjauh dariku.
" lubang!".
" hah?".
" semakin besar yang kau buat, semakin banyak yang bisa kau ambil!".
senior hanya tersenyum setelah mendengar jawabanku, dia lalu pergi melanjutkan langkah nya menjauh dariku.
__ADS_1
sekarang dia kau tidak kesepian lagi,
aku akan selalu di sampingmu senior, untuk mengisi lubang di hatimu.