Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
TEMAN BARU


__ADS_3

pagi hari yang begitu gemerlap, dan hawa sejuk yang begitu menyengat.


" tring, ting, ting, ting, ".


terdengar suara alarm jam yang terletak di samping tempat tidurku, aku langsung mematikan jam alarm tersebut dan beranjak dari tempat tidurku, lalu aku langsung bergegas pergi menuju kamar mandi.


" kau sudah bangun, cepat mandi dan ganti pakaianmu ". ucap ibuku.


aku langsung bergegas ke kamar mandi meski dalam keadaan masih mengantuk.


setelah selesai mandi, aku langsung pergi ke kamarku untuk mengganti baju.


" sherlaa!, cepat makan sarapan mu selagi masih hangat!". ucap ibu memanggilku dari ruang makan.


setelah mengganti pakaian, aku langsung bergegas ke ruang makan untuk sarapan.


" hari ini ayah tidak pulang, ayah harus pergi keluar kota bersama bos ayah ". ucap ayah sambil memakan rotinya.


" ibu juga hari ini berdandan rapi, memangnya mau kemana?". tanyaku sambil melihat penampilan ibu.


" ibu hari ini ada acara arisan di rumah teman ibu ". jawab ibuku.


fuuh, benar yang dikatakan pepatah, HARI SENIN ADALAH HARI YANG SIBUK.


" yasudah, ayah berangkat kerja dulu, dah sayang, dah sherla ". ucap ayahku sambil beranjak pergi keluar rumah.


" daah ". ucap aku dan ibu bersamaan.


" aku juga berangkat sekolah dulu, dah ibu ".


ucapku sambil berpamitan dengan ibu.dan pergi meninggalkan rumah.


" daah, hati-hati di jalan yah!". ucap ibuku dengan lantang.


" yaahh!". ucapku dari jauh.


SAMPAI DI SEKOLAH


saat sudah sampai di sekolah, aku terkejut melihat kondisi kelasku yang masih sepi, sepertinya aku berangkat terlalu pagi.


dari pada aku jenuh sendirian saja di kelas, aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan sebentar.


" ternyata luas juga yah ". ucapku sambil berjalan dan melihat-lihat sekitar.


" eh, awas!, awas!". ????


saat aku menoleh ke belakang...


" bugg!".


tiba-tiba saja ada orang yang menabrakku dari belakang, ternyata dia seorang wanita.


" ma, maafkan aku ". ucap wanita itu sambil mengumpulkan kertas yang berserakan dan langsung pergi meninggalkanku.


" tu, tunggu ". ucapku mencoba mencoba menghentikan wanita itu.


padahal seharusnya aku yang minta maaf karena tidak fokus saat berjalan, namun, saat aku bangun, aku tidak sengaja melihat sebuah berkas yang entah apa isinya, berkas ini tidak terlihat karena tertindih olehku , sepertinya, berkas ini milik wanita tadi.

__ADS_1


" aku harus mengantarkanya!, mungkin berkas ini sangat penting". gumamku.


namun, tiba-tiba saja bek tanda masuk telah berbunyi.


" yahh, sepertinya habis istirahat saja aku mengembalikan berkas ini ".


lalu aku langsung bergegas pergi masuk ke kelas ku.


setelah beberapa jam kemudian, akhirnya bel tanda istirahat sudah berbunyi, aku langsung beranjak dari tempat duduk ku dan bergegas untuk mengembalikan berkas ini.


" tapi, dia dari kelas mana yah?". ucapku sambil menepuk jidat.


lalu saat aku keluar kelas, aku melihat senior yang sepertinya sedang menungguku.


" senior, jika kau ingin mengajakku ke kantin, maaf, aku tidak bisa, aku buru-buru ". ucapku.


" heh?, siapa yang ingin mengajak mu ke kantin, aku hanya ingin memperkenalkan seseorang padamu ". ucap senior.


" seseorang?, siapa?". tanyaku sambil berfikir.


" sudah, ikut saja ". jawab senior sambil berjalan pergi.


" ta, tapi, mmm...baiklah ". ucapku sambil berlari menyusul senior.


kira-kira, siapa yah, orang yang ingin senior perkenalkan padaku, apa laki-laki?, atau wanita?.


lalu senior mengarahkan ku ke ruang osis, hmm, aku jadi makin penasaran kira-kira siapa yah?.


saat aku masuk ke ruangan, aku melihat seorang wanita yang sedang berdiri di hadapan kami, tunggu, aku seperti pernah melihat wanita ini, setelah di ingat-ingat.


" heeh, ka, kau, maaf, maafkan aku sekali lagi, tadi itu aku benar-benar tidak sengaja ". ucap wanita itu sambil membungkuk-bungkuk maaf di depanku.


" ti, tidak, kau tidak perlu meminta maaf sampai seperti itu, seharusnya aku yang minta maaf karena tidak fokus tadi ". jawabku Malu-malu.


" eh, kalian sudah saling kenal?". tanya senior menatap kami berdua.


" belum, kami hanya pernah bertemu saja ".


jawabku.


" oh yah, ngomong-ngomong, perkenalkan namaku adalah sherla maulinda, panggil saja sherla, salam kenal yah ". ucapku sambil memperkenalkan diri.


" perkenalkan juga, namaku adalah Sofia Libia Aurelia, panggil saja Sofia, salam kenal juga yah". ucap wanita itu yang ternyata namanya adalah Sofia.


" baguslah jika kalian sudah saling mengenal, kalau begitu aku pergi keluar dulu untuk membeli makanan, kalian yang akur yah ".


ucap senior sambil pergi meninggalkan kami.


lalu aku langsung mengingat tentang berkas yang aku temukan tadi.


" oh yah, apa berkas ini milikmu ". ucapku sambil memperlihatkan berkas yang ku pegang.


" eh, itu...". lalu Sofia langsung pergi ke meja dan mengecek berkas-berkas lainya.


" astaga!, itu berkas milik kami, ya ampun, untung saja kau yang menemukanya ". ucap Sofia sambil memeluk berkas tersebut dengan gembira.


" ngomong-ngomong, apa isi berkas itu?".

__ADS_1


tanyaku sambil menunjuk ke berkas itu.


" berkas ini sangat penting sekali, karena isinya adalah data keuangan sekolah ini ".


jawab Sofia dengan serius.


" data keuangan?". ucapku dengan heran.


" Iyah, aku bertugas sebagai bendahara OSIS, aku biasanya di tugaskan untuk mengecek dan menghitung pendapatan dan pengeluaran sekolah ini, lalu, aku memberikannya pada kepala sekolah berupa sebuah berkas ". jawab Sofia dengan jelas dan serius.


" ouh, kau sepertinya sangat sibuk sekali yah".


ucapku.


" tidak juga, aku hanya melakukan tugas ini selama satu Minggu sekali ". jawab Sofia.


aku hanya bisa menganggukan kepalaku.


" ngomong-ngomong, kau juga bertugas sebagai wakil ketua OSIS yah?". tanya Sofia.


" Iyah, tapi tugasku hanya di suruh mendampingi senior dan menggantinya jika dia tidak ada ". jawabku.


" tapi, menjadi wakil ketua OSIS juga cukup merepotkan, terkadang kita harus menuruti segala perintah yang di berikan atasan kita, dan kita tidak boleh membantahnya sama sekali ". ucap Sofia sambil menghela nafas.


entah mengapa, aku langsung melihat kenangan saat senior selalu menolongku.


" tidak juga, bagiku senior tidak sampai seburuk itu, memang terkadang aku sangat kesal dengan sifatnya yang dingin dan cuek, tapi, di sisi lain, aku sangat mengagumi sifatnya itu yang terkadang cepat sekali berubah ". ucapku sambil mengingat senyuman senior di kepalaku.


lalu, tiba-tiba Sofia menatapku dengan senyuman yang menyeramkan.


" ke, kenapa kau menatapku seperti itu ". tanyaku ketakutan.


" apa kau yakin hubungan kalian hanya sebagai rekan saja ". ucap Sofia dengan jengkel.


" A, a, aku ".


" _eh, anak-anak, berhubung hari ini guru sedang rapat, diharapkan untuk belajar di rumah kalian masing-masing ".


" wah, yasudah aku pulang dulu yah, sampai jumpa besok sherlaa". ucap Sofia sambil pergi meninggalkanku.


" yah, sampai jumpa besok ". ucapku sambil melambaikan tangan.


lalu, senior datang sambil membawa tas milik ku.


" ayo, kita pulang ". ucap senior.


" ayo ".


lalu kami pergi pulang bersama.


saat sudah melewati gerbang, aku langsung menghentikan langkahku.


" eh, kenapa kau berhenti?". tanya senior.


lalu aku hanya bisa menunduk.


" mmm, senior, apa, kau mau menginap di rumahku lagi?".

__ADS_1


__ADS_2