
rasanya setelah menjalankan misi tadi membuatku menjadi sangat kelelahan, tapi aku sangat senang bisa kembali ke hari-hariku yang biasa ini, namun, di saat awal masuk sekolah, aku malah mendapat hal buruk yang menimpaku, yah untung saja ada senior, bahkan saat pulang ke rumahpun kami harus melewati beberapa rintangan, mau itu hujan, badai, angin ribut, huhhh. dan lebih buruknya lagi...
" apa!?, tunggu Bu, apa ibu serius ingin menyuruh senior untuk menginap si rumah ini lagi?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" tentu saja ibu serius, memangnya kenapa?".
ucap ibu sambil menatapku dengan kesal.
" ta, tapi Bu-".
" tidak ada tapi-tapi apa kau lihat di luar sana sedang hujan lebat, apa kau tidak memikirkan nasib seniormu ini ".
ucap ibu dengan nada kesal.
" hmm, Tante, kalau memang merepotkan, aku lebih baik pulang saja, hujan seperti ini juga tidak akan membahayakan ku ".
ucap senior sambil pergi menuju pintu rumah.
" eh tunggu-tunggu, baiklah, untuk sementara kau tinggal disini saja dulu ".
ucapku sambil membuang muka.
" nah, gitu dong, yasudah cepat sekarang kau pergi mandi dulu sana ".
ucap ibu sambil menatap ke kamar mandi.
aku hanya menganggukan kepalaku dan langsung bergegas pergi ke kamar mandi.
" hmm, entah apa yang terjadi akhir-akhir ini, begitu banyak sekali kejutan setiap harinya ".
ucapku sambil mengenggelamkan tubuhku ke bak mandi.
" tapi, akhir-akhir ini juga banyak sekali orang yang sangat dekat denganku ".
ucapku sambil membilas muka ku dengan air.
" terutama dengan senior, entah mengapa semakin lama hubungan kami semakin dekat, dan, entah mengapa, perasaanku menjadi aneh saat dekat dengannya akhir-akhir ini ".
ucapku sambil menutup muka dengan kedua tanganku.
setelah, selesai mandi aku langsung bergegas pergi ke kamarku untuk mengganti pakaianku.
namun, saat aku sedang berjalan menuju ke kamar.
" haaaa!".
aku terkejut saat melihat senior yang tiba-tiba saja keluar dari kamar ayahku dengan memakai handuk saja.
" heh, ada apa itu ribut-ribut!".
ucap ibuku dari dalam dapur.
" ti, tidak apa-apa Bu!, tadi aku hanya melihat kecoa saja ".
ucapku sambil melirik ke arah dapur.
" hey senior, kau membuatku terkejut saja ".
ucapku sambil memeluk tubuhku erat-erat.
" hah?, kau yang membuat terkejut, kenapa kau teriak tadi ".
ucap senior dengan wajah kesal.
" lagian kenapa kau keluar hanya memakai handuk saja ".
ucapku dengan wajah kesal.
" aku mau mengambil pakainku yang tertinggal disana ".
ucap senior sambil menunjuk ke ruang tamu.
" baiklah, cepat sana, nanti kalau ketahuan ibuku bisa mati kita ".
ucapku sambil bergegas pergi masuk ke dalam kamar.
" fiuh, ada-ada saja ".
ucapku sambil tersenyum.
__ADS_1
setelah selesai mengganti pakaianku, aku langsung bergegas pergi ke ruang makan.
namun, saat aku keluar, aku melihat senior dan ibu yang sedang asik mengobrol di ruang makan.
" wah, ibu masak banyak sekali ".
ucapku sambil memandang makanan yang di sajikan oleh ibuku.
" tentu saja, tapi ini juga berkat bantuan dari seniormu ".
ucap ibu sambil menunjuk ke senior.
aku hanya menganggukan kepalaku dan langsung duduk ke kursi. namun..
" aww!".
tiba-tiba saja, rasa sakit di kakiku kambuh lagi.
" sherla, kamu kenapa sayang?".
ucap ibu yang langsung memegang tubuhku.
" ti, tidak apa-apa Bu, mungkin ini karena sherla kelelahan saja ".
ucapku mencoba menenangkan hati ibu.
" tapi kamu beneran ngga papa kan ".
ucap ibu sambil menatapku dengan cemas.
" ibu tidak usah khawatir, nanti tinggal di kasih obat saja pasti sembuh kok ".
ucapku yang mencoba untuk menenangkan ibu.
" yasudah, cepat di lanjutkan makanya ".
ucap ibu yang langsung duduk ke kursinya kembali.
setelah, seperti biasanya aku pergi keluar rumah untuk melihat-lihat pemandangan, namun, sayangnya hujan di luar masih sangat deras sekali, aku hanya bisa melihat gemelitik hujan itu dari balik jendela.
" eehh ".
tiba-tiba saja senior menggendong tubuhku.
ucapku dengan wajah terkejut.
" ibumu menyuruhku untuk segera mengobati mu ".
ucap senior sambil membaringkan tubuhku di sofa.
" tidak, tidak usah repot-repot ".
ucapku sambil menahan rasa malu.
" tidak, aku tidak di repotkan sama sekali, baiklah, kau tahan yah ".
ucap senior sambil memijat kakiku yang cidera.
" aahhh!".
aku hanya bisa pasrah dan menjerit kesakitan.
" tunggu, senior, ah, tunggu aaahh!".
" hey, bisakah kau berhenti mengeluarkan suara itu ".
ucap senior sambil terus memijat kakiku.
" makanya, ah!, jangan keras-keras ".
ucapku sambil menahan rasa sakit di kakiku.
" baiklah, sudah ".
ucap senior sambil mengusap tanganya.
" aww, huhuhu ".
aku hanya bisa merintih kesakitan.
" sudahlah jangan cengeng ".
__ADS_1
ucap senior dengan wajah kesal.
" hey, kau kira ini tidak sakit ".
ucapku yang masih merintih kesakitan.
" baiklah-baiklah, aku minta maaf, ini pasti karena kau menyelamatkanku tadi yah, aku benar mengucapkan terima kasih ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" yah, ini salahmu, kau berat sekali ".
ucapku sambil membuang muka.
" ngomong-ngomong, apa kau masih ingat aku pernah berkata hal penting padamu?".
tanya senior.
yah, kau bilang kalau aku manis, kenapa kau malah dengan mudahnya melupakan hal seromantis itu, sedangkan aku susah sekali untuk melupakannya.
" hey, kenapa kau bengong?".
tanya senior dengan heran.
" eh, ti, tidak, tidak apa-apa ".
ucapku sambil membuang muka.
" hm, kenapa wajah mu memerah, apa sakit kakimu masih kambuh lagi?".
tanya senior dengan wajah cemas.
" ti, tidak, cuaca dingin ini membuat ku menjadi mengantuk ".
ucapku sambil menahan rasa malu.
" ouh, kau benar, aku juga merasa sedikit kelelahan, ayo kita tidur ".
ucap senior sambil pergi meninggalkanku.
" hey, kau meninggalkanku sendirian disini?".
ucapku dengan wajah kesal.
" eh, hahaha, maaf-maaf, aku lupa kalau kau, kakimu masih sakit ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" baiklah, ayo pergi ".
ucap senior sambil menggendongku.
lalu senior langsung membawaku ke tempat tidurku.
" baiklah, aku pergi dulu yah, oh yah, sherla, besok nanti apa kau mau berkunjung ke rumahku?".
ucap senior sambil menghentikan langkahnya.
" ke, rumahmu?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" Iyah, kakekku pasti sangat senang sekali kalau bisa bertemu denganmu ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" hmm, tapi, bagaimana kalau kakekmu tidak menyukaiku?".
tanyaku sambil membuang muka.
" heh, kau lupa, aku pernah bilang kalau aku sering menceritakan tentang dirimu pada kakekku, lagi pula dia sendirilah yah menyuruhku untuk mengajakmu berkunjung ke rumahku ".
ucap senior sambil tersenyum.
" baiklah, aku jadi tidak sabar untuk segera bertemu dengan kakekmu ".
ucapku dengan wajah gembira.
" baiklah, aku pergi dulu, kau tidur yang nyenyak yah, selamat malam ".
ucap senior sambil pergi meninggalkan ku.
__ADS_1
" yah, kau juga tidur yang nyenyak yah, selamat malam, senior ".