Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
KETAHUAN


__ADS_3


baiklah, jujur saja ini adalah foto pertamaku bersama dengan seorang laki-laki, di balik senyumanku yang manis itu, terdapat jantung yang berdetak sangat kencang, bagaimana tidak, kami berfoto dengan pakaian yang mirip layaknya seorang pengantin, apa lagi banyak orang-orang yang mengalihkan pandangannya pada kami.


" hey, kau tampak tertekan sekali ".


ujar senior sambil tetap berpose di sampingku.


" ti, tidak, baju ini cukup berat, itu membuat badanku menjadi sedikit gemetar ".


jawabku dengan pandangan yang masih tertuju ke arah kamera.


" kau tahu, kau sangat cantik sekali saat memakai gaun itu ".


ujar senior sambil tersenyum.


" be, benarkah, apa aku secantik itu?".


ucapku sambil membuang muka.


" eh, apa aku bilang cantik tadi?, maksudku kau sangat cocok dengan gaun itu ".


ucap senior sambil mengelus kepalanya.


" tapi jujur saja, kau sangat imut saat memakai gaun itu ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


" ow, terima kasih ".


jawabku sambil membuang muka dari tatapan senior.


" baiklah semuanya!, ini adalah gaun yang bagus bukan?!, bukan hanya gaun saja, pakaian pria maupun wanita, alat-alat rumah, kami menyediakan semua, ayo semuanya, mumpung ini adalah hari pertama, kami akan memberikan diskon sebesar 50%, jangan lewatkan hari ini!, semuanya silahkan beli!!".


ujar pak kasir itu dengan nada yang penuh gairah.


" hey kalian, terima kasih yah atas waktunya, sebagai hadiah, kami akan memberikan ini ".


ucap kasir itu sambil memberikan kami sebuah cincin yang berlapis mutiara kecil yang sangat indah.


" astaga!, maaf pak, kami tidak bisa menerima ini, sudah mendapatkan gaun ini saja kami merasa kerepotan ".


ucapku dengan wajah terkejut.


" sudah, tidak apa-apa, lagi pula ini juga adalah amanah dari bos kami ".


jawab pak kasir itu sambil memberikan cincinya dengan paksa.


" kami benar-benar sangat berterima kasih ".


ucapku dengan perasaan yang sangat gembira.


" sama-sama, kalian jaga cincin itu dengan baik yah, sampai jumpa lagi ".


ucap pak Kasir itu sambil pergi meninggalkan kami.


" ya ampun, aku jadi tidak enak sekali ".


ucapku sambil memandangi cincin itu dengan rasa bersalah.


" jadi, apa yang akan kau lakukan dengan cincin itu?".


tanya senior sambil memandangi cincin miliknya.


" mmm, mungkin ku akan merawatnya saja dulu ".


jawabku sambil menggenggam cincin itu dengan erat.


" baiklah, aku juga akan merawatnya ".


ucap senior sambil memasukan cincin itu ke dalam saku celananya.


" aku mau pergi ganti baju dulu ".


ucapku sambil melangkahkan kakiku.


" baiklah, jangan lama-lama yah ".


ucap senior yang juga pergi ke ruang tempatnya mengganti pakaian.


fiuh, untung saja semuanya sudah selesai, tapi sepertinya ini adalah hari yang sangat beruntung bagiku, aku tidak pernah mendapatkan hal yang spesial seperti ini.


tapi, disisi lain aku juga sangat malu sekali, untung saja tidak ada orang yang mengenalku tadi.


" hey Sherla!".


baiklah, ucapan adalah doa, lain kali aku harus berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.

__ADS_1


saat aku menengok ke belakang, ternyata mereka adalah Sofia dan Aida.


" Sofia?, Aida?, dengan apa kalian disini?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" tentu saja untuk berbelanja ".


jawab sofia sambil menunjukan belanjaanya.


" tunggu, sejak kapan kalian saling akrab?".


ucapku dengan heran.


" baru saja, Sofia mengajakku untuk menemaninya berbelanja ".


jawab Aida sambil dengan senyuman palsunya.


" dan kau?, kenapa kau memakai gaun pengantin?".


ucap Sofia sambil memandangi gaun yang ku pakai.


" mmm, A, aku, aku sedang mencoba gaun ini saja, sekarang aku mengembalikannya lagi ".


ucapku yang mencoba tetap tenang.


" benarkah?, ngomong-ngomong, Dimana perginya ketua?".


ucap Sofia dengan tatapan sinis kepadaku.


" mmm, dia, dia sepertinya sedang berlatih bela diri di rumahnya ".


jawabku sambil mencoba mencari alasan lain.


" hey, apa yang kalian bicarakan disini ".


gawat, senior malah datang lagi, dia ganti baju cepat benget yah, matilah aku.


" sherlaaaaa?".


ucap Sofia dengan senyuman liciknya.


" eee, aku bisa jelaskan ".


ucapku dengan wajah sedikit panik.


" kau tidak perlu mencari alasan lagi, kami sudah tau semuanya ini dari awal ".


" hey, kenapa kau membocorkannya, seharusnya kita rahasiakan ini ".


ujar Sofia sambil menepuk tangan Aida.


" hey, apa maksud dari perkataan Aida tadi?".


ucapku sambil menatap tajam pada Sofia.


" tunggu-tunggu, aku bisa jelaskan ".


ujar Sofia dengan ekspresi panik.


" sebaiknya cepat kau jelaskan ".


ucapku dengan wajah kesal.


" sebenarnya hari ini aku mempunyai janji bersama Aida, untuk berbelanja di tempat tinggalku, tapi, kami tidak sengaja melihat kalian berdua saat berada di stasiun, yah sebenarnya kami sangat penasaran sekali, jadi kami memutuskan untuk mengikuti kalian berdua ".


ucap Sofia sambil tersenyum meringis.


" bahkan sampai sekarang?".


ucapku dengan ekspresi merah.


" ti, tidak, kami memasuki kereta yang berbeda, karena saat itu kami sedang kesulitan mendapatkan tiket ".


jawab sofia sambil mencoba untuk meredam amarahku.


huh, untung saja mereka tidak memasuki kereta yang sama, bisa mati aku.


" baiklah, aku percaya, aku mau pergi ganti baju dulu ".


ucapku sambil masuk ke dalam ruang ganti.


" kalau begitu kami duluan yah ".


ucap Sofia sambil pergi meninggalkan kami.


" haah, memakai gaun ini membuat badanku jadi gerah, lebih baik aku mandi dulu ".

__ADS_1


ucapku sambil bergegas menuju kamar mandi.


badanku lelah sekali, ternyata menjadi seorang model dalam waktu tiga puluh menit itu sangat melelahkan, untung saja ini hari keberuntungan ku.


setelah mandi badanku menjadi segar, rasa pegalku juga sudah mulai menghilang.


" kau sudah selesai?".


ucap senior yang sudah dari tadi menungguku.


" astaga, aku lupa kalau kau sedang menungguku ".


ucapku dengan wajah terkejut.


" itu sudah biasa ".


ucap senior sambil menghela nafas.


" hahaha ".


tidak terasa hari sudah mulai sore, setelah berbelanja seharian dengan senior membuatku lupa adanya waktu.


kami langsung bergegas pergi ke stasiun, karena matahari sudah mulai terbenam, dan tiket kereta juga sudah mau habis.


" astaga, disini ramai sekali, sepertinya kita terlambat datang ".


ucapku dengan wajah kecewa saat melihat banyak sekali orang-orang yang sedang mengantri untuk membeli tiket kereta itu.


" hhh, kau tidak perlu khawatir ".


ucap senior sambil menunjukan tiket kereta yang entah dari mana ia dapat.


" dari mana kau dapat tiket itu?".


tanyaku dengan wajah heran.


" aku membelinya saat kau sedang mengganti baju ".


jawab senior sambil tersenyum.


" ayo, kita masuk ".


ucap senior sambil menarik tanganku masuk ke dalam kereta.


untung saja, senior berhasil kembali menyelamatkan hari ini, perjalanan ini sangat melelahkan sampai membuatku tertidur pulas di dalam kereta.


" sherla, kita sudah sampai, cepat bangun ".


ucap senior sambil menepuk-nepuk bahuku yang sedang tertidur lelap.


" astaga, aku ketiduran lagi ".


ucapku sambil mengucak-ucak mataku.


" kau pasti sangat kelelahan ".


ucap senior sambil tersenyum.


" ayo, kereta ini akan segera berangkat lagi ".


ucap senior sambil membawaku pergi keluar.


" maaf yah, kau merepotkan mu lagi ".


ucapku dengan perasaan malu.


" tidak apa, kau harus istirahat di rumah ".


" oh yah, sebelum itu, aku ingin memberikanmu ini ".


ucap senior sambil memberikan sebuah kotak yang entah apa isinya.


" apa ini?".


ucapku dengan wajah penasaran.


" ini adalah hadiah untukmu dariku, tolong buka saat kau sudah sampai di rumah yah ".


ucap senior sambil masuk kembali ke dalam kereta.


" aku merepotkan mu lagi ".


ucapku sambil menghela nafas.


" anggap saja ini sebagai balas Budi ku, sampai jumpa lagi, Sherla ".


ucap senior sambil melambaikan tanganya dari Balik jendela kéreta.

__ADS_1


" hhh, sampai jumpa lagi, senior ".


" Terima Kasih ".


__ADS_2