
tak terasa jam sudah menunjukan pukul 14.00, kami sepertinya terlalu semangat bermain sampai lupa waktu.
" fuh, anak-anak, kakak sudahin dulu yah mainya, kakak mau istirahat sebentar ".
ucap senior sambil memegang punggungnya yang kesakitan karena menggendong anak-anak itu.
" yaah, yaudah, kakak istirahat dulu yah ".
ucap anak-anak itu sambil melanjutkan permainan mereka.
" astaga, anak-anak itu berat sekali, punggungku rasanya mau patah ".
ucap senior sambil memegangi pinggang dan lehernya yang kesakitan.
" bukanya kau ini Kuat, masa gendong anak kecil ajah kelelahan ".
ucapku dengan nada mengejek.
" hey, kau kira aku ini robot, menggendong anak-anak itu sambil mengelilingi taman ini selama satu jam, kau kira ini tidak lelah?".
ucap senior sambil memijat-mijat lehernya.
" hehe, ini, kau pasti haus ".
ucapku sambil memberikan minuman yang baru beli untuknya.
" terima kasih, kau memang perhatian ".
ucap senior sambil meminum minumanya.
" aku kira, kau ini orang yang tidak suka berinteraksi dengan orang lain, tapi, ternyata aku salah yah, kau juga sangat suka sekali dengan anak-anak ".
ucapku sambil menatap anak-anak yang sedang bermain itu.
" yah, kau tau, rasanya membuat orang lain bahagia, membuatku sangat senang ".
ucap senior sambil tersenyum melihat anak-anak itu tertawa.
" tapi, kenapa orang tua mereka tidak mengawasi anak-anaknya, apa disini ini memang seperti itu ".
ucapku dengan rasa heran.
" sebenarnya, anak-anak ini tidak mempunyai orang tua, mereka juga tidak mempunyai tempat tinggal ".
ucap senior dengan ekspresinya yang tiba-tiba saja berubah.
" hah!?, memangnya, dimana orang tua mereka?".
ucapku sambil menatap senior dengan wajah terkejut.
" entahlah, aku tidak tau, aku terkadang menemukan mereka di tempat sampah saat aku pulang sekolah ".
ucap senior dengan wajah senior.
" kejam, kenapa para orang tua itu membuang anak mereka sendiri ".
ucapku dengan wajah kesal.
" entahlah aku tidak tau ".
ucap senior dengan raut wajah sedih.
" hm, tapi lihatlah, semenjak kau ada disamping anak-anak itu, mereka begitu bahagia, meskipun mereka tidak tau keluarga mereka dimana, tapi mereka mempunyaimu ".
ucapku sambil menunjuk ke anak-anak itu.
" aku?".
tanya senior dengan wajah terkejut.
" yah, kau, adalah keluarga bagi mereka ".
ucapku sambil tersenyum.
" hm, kau benar, mereka masih mempunyaiku sebagai keluarga mereka, dan selama mereka disampingku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka ".
ucapku dengan penuh semangat.
setelah beberapa menit istirahat, kami memutuskan untuk kembali ke rumah kakek.
kami berhenti di tengah perjalanan saat aku melihat ada truk eskrim dipinggir jalan.
" wah ,senior, aku mau beli es krim dulu ".
ucapku sambil berlari menuju truk eskrim itu.
" astaga ".
__ADS_1
" pak, aku mau beli es...eh?".
saat aku melihat wajah penjual eskrim itu, sepertinya orang ini tidak asing bagiku, kacamata hitam, kumis tebal.
" eh, maaf aku tidak mengenalmu, aku hanya seorang penjual eskrim disini, jadi, tolong pergilah ".
ucap penjual eskrim itu sambil mencoba mengelak dari pandangan kami.
" komandan brips ".
ucapku dengan tatapan sinis.
" astaga, aku ketahuan ".
ucap penjual eskrim itu yang ternyata identitas aslinya adalah komandan brips, huh, aku sudah menebak dari awal.
" apa yang kau lakukan disini, dan, kenapa kau menjual eskrim ".
ucapku sambil melihat-lihat dandanan komandan brips.
" eee, sebenarnya aku sedang bekerja sampingan, hehe ".
ucap komandan brips yang mencoba membohongi kami.
" lain kali, cukur dulu kumismu kalau menyamar ".
ucap senior sambil menatap sinis komandan.
" hey, kumis ini sangat berharga sekali bagiku, aku tidak akan mencukurnya sampai kapanpun ".
ucap komandan brips sambil mengelus-elus kumisnya.
" hmm, ngomong-ngomong, apa tuan Alex yang menyuruh komandan datang jauh-jauh kesini?".
tanyaku dengan heran.
lalu komandan brips melirik-lirik ke segala arah.
" sebenarnya, aku diutus untuk menjadi seorang mata-mata ".
ucap komandan brips sambil membisik.
" mata-mata, pada siapa?".
tanya kami berdua bersamaan.
" GAROU JIRO, salah satu anggota dari lima pendiri organisasi red evil ".
" gariu jiro?, lima anggota pendiri red evil?, kami pernah bertemu dengan mereka saat misi tadi ".
ucapku dengan wajah terkejut.
" benarkah, apa kau tau lebih dalam lagi?".
tanya komandan brips sambil mendekatkan wajahnya padaku.
" mereka bilang, kalau red evil akan bekerja sama dengan organisasi-organisasi lainya ".
ucapku sambil menjelaskan dengan detail.
" ada lagi?".
" mmm, tidak, hanya itu yang kami dengar ".
ucapku sambil menatap senior.
" yah, sebelum dia mengacaukan semuanya ".
ucap senior dengan wajah kesal.
" hehe ".
" baiklah kalau begitu, aku tidak usah repot-repot lebih jauh lagi, terima kasih infonya yah daah!".
ucap komandan brips sambil membawa pergi truk eskrimnya.
" hey, tunggu!, eskrimnya!".
ucapku sambil berteriak memanggil komandan brips.
" sudahlah, ayo pulang, ini sudah larut sore, kita harus bergegas ke stasiun untuk mengantarmu pulang ".
ucap senior sambil menarik tanganku.
" huhu, eskrimku ".
setelah sampai di rumah kakek, aku langsung bergegas membereskan tasku.
__ADS_1
" kakek, sherla pamit pulang yah ".
ucapku sambil berpamitan dengan kakek.
" hm, Iyah sherla, lain kali kalau ada waktu, kami main yah ke rumah kakek ".
ucap kakek sambil tersenyum.
" tentu saja kek ".
ucapku sambil membalas senyuman kakek.
setelah berpamitan dengan kakek, aku langsung pergi ke stasiun sambil ditemani senior.
" kau tidak perlu repot-repot senior ".
ucapku dengan perasaan malu.
" tidak, kau juga pernah mengantarku saat aku menginap dirumahmu ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
entah mengapa, senyuman senior membuatku menjadi salting, apa karena aku jarang melihatnya tersenyum yah, atau karena...
" oh yah, ngomong-ngomong, apa ibumu tidak marah kalau kau pergi bersamaku ".
ucap senior merasa cemas.
" hmm, aku lupa memberi taunya kalau aku akan pergi bersamamu, mmm tapi, ibu pernah bilang selama aku pergi bersamamu, dia tidak akan marah ".
ucapku sambil menahan rasa malu.
" kenapa?".
tanya senior dengan wajah terkejut.
" mmm, entahlah mungkin karena aku jarang sekali keluar rumah, dan saat ibu tau kalau kau adalah temanku, ibu menjadi merasa sangat senang sekali ".
ucapku sambil menunduk.
" karena itu ibumu sangat mempercayaiku?".
tanya senior sambil menatapku.
" mmm, mungkin ".
tak terasa kami sudah tiba di stasiun, senior langsung memesan tiket untukku.
sambil menunggu kereta datang, kami memutuskan untuk duduk sejenak.
" senior, terima kasih ".
" untuk apa?".
tanya senior dengan wajah heran.
" semenjak aku mengenalmu, kehidupanku juga mulai berubah, aku mulai menemukan orang-orang yang sangat baik padaku, kakek, aida, Sofia, dan kau ".
ucapku sambil tersenyum.
" kau benar sherla, terkadang, mencari orang baik di dunia ini sangatlah sulit, tapi jika kau tidak mampu menemukanya, jadilah salah satu diantaranya ".
ucap senior sambil membalas senyumanku.
aku hanya bisa menatap senior dengan perasaan kagum.
" eh, kenapa wajahmu memerah?".
ucap senior sambil memandangi wajahku.
" ti, tidak apa-apa ".
ucapku sambil membuang muka.
setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kereta yang kami tunggu sudah tiba.
" aku pamit dulu yah, senior ".
ucapku sambil masuk kedalam kereta.
" yah, sampai jumpa lagi sherla, hubungi aku jika kau rindu yah ".
ucap senior sambil tersenyum.
" hihi, baiklah ".
ucapku sambil menganggukan kepala.
__ADS_1
saat kereta berangkat, aku hanya bisa melihat senior yang sedang melambaikan tangan dari balik jendela kereta.
" sampai juga lagi, senior ".