Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
BERMALAM


__ADS_3

" kau mau menginap di rumahku?".


ucap Aida dengan wajah yang penuh harapan.


" eh, dadakan sekali, memangnya kenapa?".


tanyaku yang agak terkejut.


" orang tuaku sedang pergi untuk menjenguk nenek ku, sepertinya dia berangkat saat aku pergi berbelanja, itulah mengapa dia meninggalkan pesan di rumah ".


jawab Aida sambil menunjukkan surat yang ditinggal kan oleh ibunya.


" hmmm baiklah, tapi aku harus meminta izin dulu pada ibu dan ayah ".


ucapku sambil menunjuk ke dalam rumah.


" ibu, aku akan pergi menginap malam ini di rumah Aida ".


ucapku sambil mendekati ibu yang sedang mencuci piring.


" baiklah, tapi jangan tidur terlalu malam yah ".


ujar ibu sambil fokus untuk mencuci piringnya.


" makasih bu ".


ucapku sambil berpamit pergi meninggalkan rumah.


akhirnya kami bisa pergi ke rumah Aida setelah meminta izin dari ibuku, sebenarnya saat sampai di rumah Aida, auranya terasa sangat negatif sekali, ngapain coba di jam segini seisi rumah di Matiin lampunya.


" kau kenapa?, apa ada yang salah di rumahku ?".


tanya Aida sambil menatapku yang sedang ketakutan.


" ti, tidak apa-apa, aku hanya agak kedinginan saja, mungkin karena malam ini bulan purnama yah ".


ucapku sambil berusaha terlihat tegar.


" baiklah, ayo masuk,.di luar dingin ".


ucap Aida sambil membuka pintu masuk rumahnya.


" ba, baiklah ".


ucapku sambil terburu-buru.


setelah aku memasuki rumah, Aida langsung menyalakan lampu untuk menerangi seisi ruangan rumahnya.


" nah, ini lebih baik ".


ucapku dengan perasaan lega.


hawa horor di rumah Aida langsung menghilang saat cahaya menyinari ruanganya dirumahnya.


" apa kau sudah makan?".


tanya Aida setelah selesai menutup pintu rumahnya.


" sudah, aku sudah makan ".


ucapku sambil menolak tawaran Aida.


" jadi, apa yang akan kita lakukan disini?".


tanyaku.


" mmm, bagaimana jika kita menonton film horor?".


ucap Aida yang langsung memberikan usulnya.


" mmm, apa bisa selain itu?".


ucapku mencoba menolak usulan Aida dengan lembut.


" mmm, bagaimana jika kita bermain ini ".


ucap Aida sambil menunjukkan sebuah kartu.


" bermain kartu?".


tanyaku dengan wajah penasaran.


" yep, dan yang kalah akan di olesi ini ".


ucap Aida sambil menunjukkan satu plastik tepung di tanganya.

__ADS_1


" hmm baiklah, ini tidak terlalu buruk, dan tidak terlalu susah bagiku, kau tahu kalau aku sangat pandai dalam permainan kartu ".


ucapku dengan rasa angkuh.


" baiklah, ayo mulai ".


ucap Aida sambil membagi kartunya.


" chekmat!".


ucap Aida yang telah memenangkan pertandingan pertamanya.


" ho, ho, hoki!".


ucapku dengan wajah terkejut.


" berikan wajahmu ".


ucap Aida sambil mengolesi tepung di pipiku.


" kau mau lanjut ".


ucap Aida dengan menantang ku.


" baiklah!, kali ini aku tidak akan segan-segan!".


ucapku dengan semangat yang membara.


" chekmat!".


namun lagi-lagi Aida berhasil mengalahkanku dengan mudah.


" haaaa!!!".


entah mengapa setiap kartu yang ku buang selalu salah, aku selalu kalah dalam permainan ini.


" ternyata kau sangat pinter dalam bermain kartu yah ".


ucapku sambil merebahkan tubuhku.


" hihi, dulu aku selalu memainkan ini bersama nenek ".


ucap Aida sambil tersenyum.


tanyaku sambil membangunkan tubuhku.


" iyah, dulu saat aku kecil, aku selalu melihat nenek dan kakek bermain kartu bersama ".


ucap Aida sambil menatap ke dinding langit-langit.


" orang tua jaman dulu memang beda ".


ucapku sambil menghela nafas.


" tapi, setelah kakek meninggal, nenek jadi jarang sekali memainkannya, karena kakek lah satu-satunya lawan imbangnya ".


ucap Aida sambil tersenyum meringis.


" lalu?".


" lalu aku meminta nenek untuk mengajarkan ku bermain kartu, awalnya nenek malah tersenyum sambil mengelus kepalaku, tapi karena aku selalu membujuknya, nenek pun bersedia mengajarkan ku, meskipun saku sering gagal ".


ucap Aida sembari merebahkan tubuhnya.


" lalu, apa kau pernah berhasil mengalahkan nenekmu?".


tanyaku sambil membaringkan tubuhku ke samping Aida


" hmm, mungkin dulu tidak, aku bahkan hampir menyerah karena tidak bisa mengalahkan nenek saat itu, aku kesal karena nenek tidak pernah mengalah sedikitpun ".


ucapku sambil menghela nafas panjang.


" mungkin nenekmu punya maksud lain melakukan hal itu ".


ucapku sambil membangunkan tubuhku.


" kau benar, sebelum aku menyerah, nenek mengatakan ucapan yang sangat bermakna bagiku ".


ucap Aida sembari membangunkan tubuhnya juga.


" apa itu?".


" nenek bilang, jika kau mempunyai masalah dalam hidupmu, aku akan mendapatkan dua jawaban, maju atau mundur, jika kau mundur dari masalah itu, maka dia akan terus mengejarmu, akan tetapi, jika kau memilih maju, maka kau akan menghadapi masalah itu, masalah tidak akan memberimu belas kasihan, mau tidak mau kau harus mengalahkanya sebesar apapun masalah itu, tapi dengan keberanian dan pantang menyerah, masalah sebesar apapun akan tunduk padamu ".


ucap Aida dengan wajah serius.

__ADS_1


" nenek mu benar Aida, dia telah berhasil dalam membesar kan cucunya ".


ucapku sambil tersenyum ke Aida.


" benarkah, tapi sekarang nenek jadi jarang sekali bermain denganku ".


ucap Aida dengan ekspresi sedih.


" nenekmu pasti akan sembuh, dan dia akan bermain kartu denganmu lagi seperti biasa ".


ucapku sambil mencoba menghibur Aida.


Aida hanya membalas senyumanya tanpa mengatakan apapun.


" wah, tidak terasa sekarang sudah malam yah ".


ucapku sambil melihat ke arah jam dinding.


" kau benar, apa kau mengantuk?".


tanya Aida.


" iyah, tapi aku tidak ingin tidur dulu, ini kan hari libur ".


ucapku sambil mengucak-ucak mataku.


" hmmm, bagaimana kalau kita ke kamarku saja?".


ucap Aida sambil berdiri.


" baiklah, mungkin disana akan lebih nyaman ".


meskipun kamar Aida tampak menyeramkan, tapi kasurnya sangat empuk, dan lebih nyaman dari kasur ku.


tapi saat aku masuk ke dalam kamar Aida, aku sangat terkejut karena kamar Aida tampak jauh berbeda dari biasanya, poster-poster horor yang biasanya di pajang di dinding sekarang sudah tidak ada.


" eh, kamar ini tampak berbeda, kau kemanakan semua poster-poster mu itu?".


tanyaku dengan wajah heran saat melihat kamar Aida yang tampak berbeda.


" mmm, aku menyimpan semuanya di gudang ".


jawab Aida sambil tersenyum.


" kenapa kau menyimpanya?".


tanyaku.


" yah, aku sekarang mulai sadar saja, bahkan ibuku menganggap ku tidak seperti wanita biasanya ".


jawab Aida sambil mengelus-elus kepalanya.


benar juga, bahkan aku saja hampir tidak bisa tidur saat itu.


" oh yah, kau mau menonton apa?".


ucap Aida sambil mengambil komputernya.


" menonton?, mmm, aku tidak tahu, aku jarang sekali menonton film-film ".


ucapku sambil mengelus kepalaku.


" mmm, bagaimana kalau kita bermain game?".


ucap Aida sambil pergi menuju lemarinya yang terisi penuh dengan video game.


" game?, sebenarnya, aku sudah lama sekali tidak memainkannya ".


ucapku dengan wajah kebingungan.


" ayolah, kita coba saja ".


ucap Aida sambil memberikan ku stick untuk mengontrol video game tersebut.


" memangnya kita mau main game apa?".


tanyaku sambil melihat-lihat video game yang tertumpuk di lemari Aida.


" kita akan bermain game ini ".


ucap Aida sambil menunjukkan video game yang dia pilih.


video game itu adalah.


" TEKKEN ".

__ADS_1


__ADS_2