
aku tidak bisa melihat apapun, hanya kegelapan yang menyelimuti pandanganku, entah apa yang terjadi denganku, semuanya tidak terlihat, aku tidak bisa melihat apapun, ini sangat gelap, aku membutuhkan cahaya.
namun tiba-tiba saja, suasana mulai berubah dengan memperlihatkan ku sebuah penglihatan yang sudah berulang kali terlintas di pikiranku, kejadian ini bahkan sudah seperti rekaman, saat dimana merlina pergi meninggalkanku, untuk selamanya.
" ini lagi?, ini adalah kematian?, atau ilusi?".
namun tak lama kemudian, penglihatan itu langsung menghilang dari pandanganku, dan kegelapan muncul kembali dan menyelimuti seluruh tubuhku.
" sampai kapan penyesalan ini terus menyelimuti hatiku, bahkan setelah kematian ku sekalipun ".
aku hanya menunduk pasrah karena tidak ada jalan lagi untukku kembali, aku tidak tahu, dimana aku sebenarnya.
namun pandanganku teralihkan saat melihat sebuah cahaya yang bersinar dari kejauhan, cahaya itu semakin lama semakin membesar, bukan, bukan cahaya itu yang membesar, melainkan mendekat, tepat ke arahku berada.
cahaya itu membuat kegelapan yang disampingnya menjadi terang, bahkan membuat mataku kabur dan pandanganku menjadi silau, aku hanya memejamkan mataku saat cahaya itu benar-benar mendekat ke arahku.
" sherla ".
saat membuka mata, aku sangat terkejut saat melihat tempat yang begitu gelap tadi berubah menjadi tempat yang tidak begitu asing bagiku. tempat ini, adalah taman bermain yang biasa aku kunjungi bersama teman-temanku.
" hai sherla, apa kau tidak mendengar yang ku katakan tadi?".
ucap seseorang yang suaranya benar-benar tidak asing di telingaku.
saat aku menengok ke belakang, ternyata dugaan ku benar, dia adalah...
" merlina?!".
" lama tak bertemu yah, sherla ".
ucap merlina yang sedang duduk di sebuah ayunan.
" kau?".
aku hanya menatap merlina dengan perasaan terkejut di raut wajahku.
aku langsung memeluk tubuh merlina dengan erat.
" he, hei, kau terlalu bersemangat ".
ucap merlina sambil membalas pelukanku.
" aku tidak tahu apapun yang terjadi saat ini, tapi aku benar-benar beruntung bisa bertemu lagi ".
ucapku sambil melepaskan pelukanku.
" sepertinya kau benar-benar merindukan ku ".
jawab merlina sambil tersenyum ke arahku.
" tentu saja, aku selalu mengharapkan hal ini terjadi, meskipun itu mustahil ".
ucapku sambil mengusapi mataku yang berkaca-kaca.
" kau datang terlalu jauh, sampai rela menukar nyawamu demi bertemu denganku ".
ucap merlina sambil menepuk dahinya.
" eh, maksudmu, aku benar-benar sudah mati ".
ucapku dengan wajah terkejut.
" mmm, bisa dibilang begitu ".
jawab merlina sambil membuang mukanya dariku.
" apa?!, aku sudah mati?!, huhu bagaimana ini, aku belum siap untuk mati secepat ini, aku ingin merasakan kehidupanku dulu ".
ucapku sambil menggerutu.
" hihihi, kau ini memang tidak ada berubahnya yah dari dulu, sifat kekanak-kanakan mu itu selalu menempel pada dirimu ".
ucap merlina sambil tersenyum ke arahku.
" aku tidak mau mati, aku tidak mau mati ".
ucapku sambil mengguling-gulingkan tubuhku.
" hey, kau terlalu berlebihan ".
ucap merlina dengan geram.
__ADS_1
" bagaimana ini, aku sudah mati ".
ucapku sambil menggerutu.
" kau belum mati ".
jawab merlina sambil menghela nafas.
" eh, aku belum mati?".
tanyaku dengan heran.
" yah, kau belum mati, sekarang berhentilah bertingkah aneh lagi ".
jawab merlina dengan wajah kesal.
" lalu, sebenarnya apa yang terjadi padaku?".
tanyaku dengan penasaran.
" ini hanyalah ilusimu saja sherla ".
jawab merlina dengan wajah serius.
" ilusi?".
" yah, ini hanyalah sebuah karangan yang dipadukan antara pikiran dan perasaanmu ".
jawab merlina.
" jadi, semua ini adalah palsu?".
tanyaku dengan ekspresi sedih.
" hm, bisa dibilang begitu ".
jawab merlina sambil menganggukkan kepalanya.
" tidak, ini tidak mungkin, kalau memang begitu, bagaimana kau bisa bicara denganku?, jika ini ilusi, kenapa aku bisa menyentuhmu?".
ucapku yang tidak terima dengan jawaban merlina.
" karena kau lah yang menciptakan semua ini , kau lah yang menginginkan aku ada, aku hanyalah imajinasimu saja, sherla ".
" itu tidak mungkin ".
ucapku dengan wajah sedih.
" hey, tapi tidak seburuk itu bukan, kau seharusnya senang karena kau masih hidup, benar bukan?".
ucap merlina mencoba untuk mengganti suasana.
" tidak, aku tidak mau, aku ingin terus bersamamu disini ".
ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.
" tidak sherla, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri atas apapun masalah yang menimpamu, ini adalah takdir, jangan melakukan hal bodoh ".
ucap merlina mencoba untuk membujukku.
" melakukan hal bodoh?, apa kau tidak tahu?, kau lah yang orang yang melakukan hal bodoh itu!, melompat dari gedung dan membuang semua itu begitu saja?!, kenapa merlina?!, kenapa kau melakukan itu?!!".
ucapku dengan lantang sambil menatap merlina dengan serius.
" aku, maafkan aku ".
ucap merlina sambil menundukkan kepalanya.
" kenapa kau tidak memberitahuku ketika kau dalam masalah, kau yang mengatakan kalau kita adalah sahabat bukan?".
ucapku sambil memeluk erat tubuh merlina dengan air mata yang menetes.
" maaf kan aku sherla, aku tidak bisa menjadi seorang sahabat untukmu ".
jawab merlina sambil membalas pelukanku.
" kau salah, kau adalah sahabat terbaik dalam hidupku, kau adalah orang yang pertama kali mengerti perasaanku, dan kau adalah orang pertama yang ingin berteman denganku ".
ucapku sambil mengelus rambut merlina.
" terima kasih sherla, aku benar-benar sangat beruntung bisa mengenalmu ".
__ADS_1
ucap merlina sambil tersenyum.
" aku juga sangat bersyukur bisa berteman denganmu ".
ucapku sambil membalas senyuman merlina.
" sekarang sudah waktunya kau kembali ".
ucap merlina sambil mengulurkan tangannya.
" aku..".
" kau apa?, kau takut kesepian ".
ucap merlina memotong ucapanku.
" dengar sherla, ada banyak orang baik di luar sana, jangan sampai penyesalan membuatmu tidak ingin dekat pada siapapun, percayalah, kau akan bertemu dengan seseorang yang jauh lebih baik dariku, seseorang yang selalu menemanimu, dimana pun kau berada ".
ucap merlina sambil mengulurkan kembali tangannya.
" hhh, baiklah nyonya penceramah, aku tidak akan melupakan nasihatmu ".
ucapku sambil merangkul tangan merlina.
" hey, apa kita akan bertemu lagi?".
tanyaku sambil memegang erat tangan merlina.
" tentu saja ".
jawab merlina sambil tersenyum.
" sampai jumpa lagi, sherla ".
" sampai jumpa lagi, merlina ".
dengan sekejap, tiba-tiba saja tubuhku seperti terlempar ke sebuah tempat. saat aku membuka mataku, aku melihat tubuhku sedang berbaring di sebuah kasur.
" sherla!, kau sudah bangun?!".
ucap aida yang sedang duduk di sampingku.
" sherla sudah bangun?, hey!, sherla sudah bangun ".
ucap Sofia dengan lantang.
" sherla?, akhirnya kamu bangun juga, ibu benar-benar cemas sekali ".
ucap ibu sambil datang memelukku.
" kau juga membuat ayah cemas ".
ucap ayah sambil mengelus kepalaku.
" sebenarnya apa yang sudah terjadi saat itu ".
ucapku dengan heran.
" saat itu peganganmu terlepas dariku ketika kau mulai kehilangan kesadaran ".
ucap aida.
" dan saat kau tercebur, untung saja ada Kevin yang langsung melompat dan menyelamatkanmu ".
ucap aida sambil menunjuk ke arah senior.
" te, terima kasih senior ".
ucapku dengan perasaan malu.
" kau tahu, cerita kalian hampir sama dengan ayah waktu dulu menyelamatkan ibumu saat tenggelam di kolam ".
ucap ayah dengan wajah angkuh.
" hah?!, bukanya ibu yang menyelamatkan ayah waktu itu?".
jawab ibu sambil menarik telinga ayah.
" Hahahaha ".
seluruh ruangan itu diiringi dengan suara tawa yang bahagia, dari orang-orang yang tulus mencintaiku.
__ADS_1
kau benar merlina, terlalu cepat bagiku untuk menyesali semua ini, masih ada begitu banyak orang baik diluar sana, dan baru saja menemukanya.