
hey, ini bercanda bukan?, mana ada hadiah ulang tahun dengan ciuman, tapi senior benar-benar serius sekali, dia langsung menarik pipiku ke arah bibirnya, sepertinya senior sedang kerasukan, mana tenaganya gede banget lagi.
pasrahlah aku...
aku hanya memejamkan mataku di saat bibir kami tinggal beberapa centi lagi, namun.
" kak!".
tiba-tiba saja ada anak kecil yang sudah berdiri di samping kami.
ternyata ini adalah anak yang pernah kutemui di kereta saat itu.
dengan panik senior langsung melepaskan tanganya dari pipiku.
" ka, kau lagi?!".
ucapku dengan wajah terkejut.
" kalian sudah saling kenal?".
ucap senior sambil menatap kami berdua dengan heran.
" eee Iyah, tadi anak ini yang menemukan tas ku saat tertinggal di kereta tadi ".
ucapku sambil memberikan kode dengan mengedipkan mata ke arah anak itu.
" ouh ".
" kakak ini tadi membeli fotoku yang keren ".
ucap anak itu sambil menunjuk ke arahku.
" foto?".
tanya senior dengan waja heran.
" eh tidak-tidak, anak ini menjual foto-foto bagus, dan aku membelinya sebagai tanda terima kasih ".
ucapku sambil memberikan kode dengan mengelus-elus kepala anak itu yang botak.
" kak!, apa kau membeli fotoku yang bagus tadi?".
ucap anak itu sambil menunjukan foto kami saat hampir berciuman tadi.
" hey!, berikan!".
ucapku dengan cepat langsung menarik foto dari tangan anak itu.
" sepuluh dolar ".
ucap anak itu sambil menadahkan tanganya padaku
" sepuluh dolar?, kau bercanda?, hey nak, apa kau selalu membolos saat pelajaran MTK?".
ucapku dengan wajah marah.
" aku beli ".
ucap senior yang langsung memberikan uang pada anak itu.
" hey tunggu senior, mau kau apakan foto itu?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" aku hanya akan menyimpannya ".
jawab senior sambil memasukan foto itu ke dalam saku bajunya.
" ayo, kita pergi, ini sudah mau larut ".
ucap senior sambil pergi meninggalkanku.
" hey kak?, kau juga mau?".
ucap anak kecil sambil menawarkan foto itu padaku.
" tidak, dan aku ingatkan lagi padamu, jangan pernah bolos saat pelajaran MTK ".
ucapku dengan wajah marah.
" tapi aku tidak sekolah kak ".
jawab anak itu dengan polos.
" eh, haaaaa!".
dari pada berdebat panjang aku langsung memutuskan untuk pergi meninggalkan anak itu.
" hey senior, kenapa kau mau saja memberikan anak itu uang?".
tanyaku dengan heran.
" karena aku memang ingin membeli foto ini ".
jawab senior sambil tersenyum.
" tapi dia sudah menipumu ".
__ADS_1
ucapku dengan kesal.
" tidak juga, foto ini memang bagus, lihat ".
ucap senior sambil melihatkan foto itu padaku.
" jangan tunjukan itu padaku, itu sangat memalukan ".
ucapku sambil membuang muka.
" ayolah, lihat, ekspresimu sangat lucu sekali saat itu ".
ucap senior sambil memperlihatkan fotoku.
" berhentilah senior ".
ucapku dengan wajah kesal ditambah malu.
" pasti anak itu juga mempunyai foto dimana kau tidur di sampingku saat di kereta tadi ".
ucap senior dengan tebakanya yang benar.
" ka, kau tahu?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" tentu saja, saat kau tidur kau selalu terbentur jendela kereta, jadi aku sandarkan saja kepalamu di bahuku ".
ucap senior sambil tersenyum.
" kenapa kau tidak membangunkan ku saja?".
ucapku dengan kesal.
" kau tidur sangat pulas sekali, melihat expresimu yang imut saat tidur membuatku menjadi tidak tega untuk membangunkanmu ".
jawab senior sambil meringis.
" tapi ini mencakup harga diriku, apa yang dikatakan orang nanti ".
ucapku dengan expresi marah.
" hmm, sebenarnya ada orang yang mengatakan kalau kita adalah pasangan yang serasi ".
jawab senior sambil mengingat waktu itu.
" matilah aku "
ucapku dengan wajah pasrah.
jawab senior mencoba menenangkanku.
" terserah saja ".
ucapku dengan wajah keputus Asahan.
" baiklah, kalau begitu aku pulang yah, sampai jumpa lagi ".
ucap senior sambil melambaikan tanganya dan pergi meninggalkanku.
" yah, sampai jumpa lagi ".
jawabku dengan nada yang lemas.
astaga, hari ini benar-benar membuatku sibuk, sampai aku belum mandi sejak di pagi hari, pantas saja tubuhku jadi lemas begini, mana bau apek lagi.
" ibu!, aku pulang!".
saat aku membuka pintu, ternyata tidak ada satupun orang dirumah.
" sepertinya ayah dan ibu masih keluar, lebih baik aku bergegas mandi saja ".
ucapku sambil pergi menuju kamar mandi.
" huuh, benar-benar segar sekali rasanya, tapi badanku masih terasa pegal ".
ucapku sambil memijat leherku.
" kira-kira, apa yang terjadi jika senior benar-benar menciumku tadi yah?, tadi itu benar-benar nyaris, tapi kenapa aku jadi gelisah seperti ini yah?".
" apakah aku dan senior saling mencintai yah?".
" Ah sudahlah!, lupakan!, lupakan!, lupakan! ".
aku langsung pergi ke kamarku untuk mengganti baju.
" Ding-Dong ".
" yah, siapa?".
ucapku sambil membuka pintu rumah.
" Aida?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" ada apa kau mampir kesini?".
__ADS_1
tanyaku dengan heran.
" ayolah, kau sudah sering berkunjung ke rumahku, sekarang aku yang akan berkunjung ke rumah mu ".
jawab aida sambil masuk ke dalam rumahku.
" tentu saja, kau boleh berkunjung ke rumahku jika kau ada waktu ".
" wah, rumahmu luas juga yah ".
ucap aida yang kagum saat melihat sekeliling ruangan.
" tidak juga, ini tidak jauh bedanya dari rumahmu ".
ucapku sambil malu-malu.
" oh yah, apa kau sudah makan?, aku akan membuatkanya untuk mu ".
ucapku sambil menawarkan aida untuk makan.
" tidak perlu repot-repot, aku juga tidak lama disini, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu untukmu ".
ucap aida sambil menolak tawarkanku.
" menyampaikan apa?".
tanyaku.
" mengenai liburan musim panas, aku dan Sofia berencana untuk berlibur ke pantai bersama-sama, apa kalian berdua mau ikut?".
Jawab aida dengan semangat.
" sepertinya itu ide yang bagus, eh, kalian berdua?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" Iyah, kau dan Kevin ".
ucap aida sambil tersenyum.
" a, aku tidak tahu, sepertinya senior tidak akan ikut ".
ucapku dengan expresi malu.
" kenapa?".
tanya aida dengan heran.
" ti, tidak apa-apa ".
ucapku sambil menggelengkan kepalaku.
" baiklah, kalau begitu kau harus siap-siap yah, kita akan berangkat jam 7 pagi ".
ucap senior sambil melangkah kakinya keluar.
" baiklah, sampai jumpa lagi ".
ucapku sambil melambaikan tangan.
liburan musim panas?, aku sudah lama sekali tidak mengikutinya, ini pasti akan menyenangkan, lebih baik aku menyiapkan semuanya agar lebih cepat.
" baiklah, sudah siap ".
ucapku dengan perasaan lega.
" drrrtt ".
tiba-tiba saja handponku berbunyi.
" siapa yang menelfonku malam-malam begini yah?".
" Halo?".
" sherla ".
ternyata ini suara senior, tapi kenapa dia menelfonku yah.
" senior?, ada apa kau menelfonku malam-malam begini?".
" soal, liburan musim panas besok, apa kau mau ikut bersamaku?".
" eee, sebenarnya aku akan pergi bersama aida dan Sofia ".
" ouh, berarti kebetulan, aku juga di ajak oleh aida ".
" benarkah?".
" yah, kalau begitu besok aku akan menjemputmu ke rumah ".
" mmm, baiklah ".
" selamat malam ".
ucap senior sambil menutup panggilanya.
" selamat malam ".
__ADS_1