
Baiklah sherla, besok adalah hari yang sangat penting untukmu, kau sudah menunggu momen ini cukup lama, aku tidak boleh melewatkanya
" Tok tok tok ".
" Siapa itu?!". Siapa sore-sore begini mengetuk pintu rumah orang, apa senior?, Mungkin dia ingin mempercepat waktunya, hmm tidak, itu tidak mungkin senior.
" Sayang ini ibu!, Cepat buka kan pintunya ".
Ternyata itu adalah ibu, asumsi ku terlalu tinggi meskipun aku seorang pengkhayal, tapi aneh, seingatku aku tidak mengunci pintu sama sekali.
" Sayang cepat buka!".
" Tapi bu, aku tidak mengunci pintu sama sekali!". Ucapku yang jauh dari balik pintu, sedikit rasa bingung dan takut yang terlintad di pikiranku.
" Oh yah hehe, maaf ibu tidak memeriksanya dulu ". Ucap ibu yanh langsung masuk ke dalam rumah.
" Ibu dari mana saja?".
" Euumm, bagaimana kabarmu sayang?, Kau sudah baikan?". Tanya ibu yang langsung mengalihkan pembicaraanku.
" Aku baik-baik saja, ibu belum menjawab pertanyaanku, ibu dari ma-".
" Kau pasti lapar yah, ibu akan memasak nasi goreng kesukaanmu,
Tapi sebelum itu ibu pergi ke kamar dulu yah ".
" Tapi tunggu bu-".
Astaga, aku heran apa yang sebenarnya terjadi ibu, kenapa dia jadi aneh sekali yah, apa karena ayah pergi?, Itu tidak mungkin, ayah sudah beberapa kali meninggalkan ibu dirumah.
" Argh, semua ini membuatku semakin bingung, lebih baik aku pergi mandi saja ".
****
Fiuh, rasanya segar sekali setelah mandi, semua pikiran negatifku telah hilang seiringnya kotoran yang menempel pada kulitku.
" Kau sudah selesai mandinya yah sayang, ayo kesini, ibu sudah menyiapkan makanan enak kesukaanmu ".
" Waahh, aku tidak sabar ingin mencicipinya ".
" Ibu ".
" Yah sanyang".
__ADS_1
Aku berniat untuk menanyakan hal tadi, tapi aku pasti tahu kalau ibu akan mengalihkanya, lebih baik aku lupakan saja hal tadi, mungkin karena ibu banyak pikiran.
" Kau mau ngomong apa sayang?".
" Euumm, besok senior akan mengajakku jam lima pagi, aku ingin ibu membangunkanku lebih awal "
" Benarkah, apa dia mengajakmu pergi kencan?". Tanya ibu yang langsung bersemangat.
" Tidak, senior hanya mengajakku jalan-jalan ".
Aku harap ibu tidak menanyakan hal lebih yang bisa membuat kepalaku pusing.
" Kemana dia akan mengajakmu jalan-jalan?".
" Aku tidak tahu, dia hanya mengatakam kalau ini adalah sebuah kejutan ".
Yah, aku sangat bersyukur ibu kembali ke sifat aslinya, dan membuatku makanan yang enak, tapi kalau di lihat dari sisi lain, sepertinya ada sesuatu yang selalu menghantui pikiran ibu.
" Ibu, apa ibu sedang memikirkan sesuatu?".
" Apa?, Tidak, ibu hanya lelah ". Jawab ibu sambil memain-mainkan sendok di piring nasinya.
" Ayolah bu, kerutan wajah di atas alis ibu menunjukan kalaj ibu sedang tidaj baik-baik saja, katakan saja pada anakmu bu ".
" Euumm, ibu hanya merindukan ayahmu ".
" Untuk hari-hari biasa, mungkun itu bukan menjadi masalah untuk ibu ".
" Lalu apa masalahnya?".
" Sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan ibu dan ayah yang ke 17 tahun, dan ibu tidak ingin melewatkan ini lagi ". Ucap ibu dengan wajah murung.
anniversary?, aku belum pernah melihat ayah dan ibu merayakannya, tapi mereka selalu menghilang sebelum hari natal tiba.
" aku tidak tahu kalau ibu selalu merayakan hari ulang tahun pernikahan bersama ayah ".
" yah karena ayah dan ibu selalu merahasiakan hal ini darimu ".
" tega sekali ". mungkin inilah alasanku selalu di tinggal sendirian di rumah, selama ini ayah dan ibu sedang asik-asikan di luar sana, tanpaku, aku tahu ini adalah privasi antar pasangan, tapi setidaknya jangan meninggalkan anak yang sudah hampir sekarat.
" hehe ayolah, semenjak ayahmu mendapat pekerjaan disini, dia jadi jarang sekali menghabiskan waktunya dengan ibu, sekali-kali ibu berduaan dengan ayahmu, hihi ".
" ayah juga jarang sekali menghabiskan waktunya untukku, tapi aku tidak se alay ibu ". ucapku dengan tatapan sinis.
__ADS_1
" kau akan mengerti ketika kau mulai mencintai seseorang suatu saat nanti sherla ".
aku?, aku belum mempunyai seseorang ( laki-laki ) yang kucintai, apa itu alasanku tidak mengerti perasaan ibu, hmm, mungkin karena ibu cintai mati pada ayah.
" memangnya masa muda ibu dan ayah tidak pernah merasakan hal romantis?".
" bisa di bilang begitu, karena dulu hubungan ibu dengan ayah tidak terlalu berjalan sempurna ".
" tidak berjalan sempurna ".
" Iyah, ada banyak sekali hal yang ibu lewati bersama ayahmu dulu, ibu akan menceritakan semua kenangan ibu bersama ayahmu dulu ".
astaga, ibu akan bercerita lagi, seharusnya aku menyiapkan kacang popcorn dan segelas minuman soda.
" dulu ayahmu adalah orang yang sangat dingin dan cukup menyebalkan, dia sangat pintar eumm dan juga tampan, tapi sayangnya dia tidak pernah mempunyai teman, mungkin karena sifatnya yang pendiam dan tidak berbaur dengan orang lain, ada banyak wanita yang mengaguminya, tapi ada juga yang sedikit takut padanya, tapi berbeda dengan orang lain, saat ibu pertama kali bertemu dengannya, satu-satunya hal yang terlintas dal pikiran ibu adalah siapa nama laki-laki itu ".
" mmm, kapan ibu pertama kali bertemu dengan ayah?". aku terpaksa harus memotong pembicaraan ibu untuk mempersingkat ceritanya, aku sudah mengantuk.
" itu terjadi saat ibu sedang berjalan pulang sekolah, ibu tidak sengaja melihat seekor burung yang tersangkut di atas pohon, ibu mencoba untuk memanjat pohon itu dan menyelamatkan burung yang tersangkut
dan untung saja ibu berhasil menyelamatkan burung itu, tapi tidak dengan diri ibu, tiba-tiba saja ranting pohon yang ibu tunggangi patah dan membuat ibu jatuh membentur batu Hinggan membuat kepala ibu berdarah".
" lalu bagaimana selanjutnya?".
" yah ibu kehilangan kesadaran diri waktu itu, dan ketika ibu bangun tiba-tiba saja ibu sedang berbaring di rumah sakit, kau tahu siapa orang yang membawa ibu ke rumah sakit?, dia adalah ayahmu, dia tidak sengaja melihat ibu jatuh tersungkur tak sadarkan diri, dia juga mengatakan semua hal yang dia lihat pada waktu itu. lalu ayahmu mengatakan suatu kalimat yang sangat berarti untuk ibu, dia mengatakan kalau ibu ini adalah wanita yang bodoh, tapi justru kebodohan itulah yang memberi kebaikan untuk orang lain ".
" itu cukup tidak sopan ". ucapku dengan wajah malas.
" yah, tapi semenjak itulah ayahmu mulai dekat dengan ibu ".
" sekarang aku sudah tahu kenapa ibu begitu cinta sekali dengan ayah, karena untuk mendapatkan laki-laki seperti ayah, adalah hal yang sulit sekali, dan itu juga kenapa ibu selalu meninggalkanku ".
" hhh, itu tidak benar sayang, ibu sangat mencintai ayahmu, tapi kasih sayang ibu padamu jauh lebih besar dari siapapun, kau adalah cinta yang sesungguhnya bagi ibu sherla ". ucap ibu sambil tersenyum dan mengelus pipiku.
apa yang di katakan ibu benar, mungkin ini semua karena aku terlalu sensitif dan melupakan semua yang ibu berikan padaku, yang dimana aku tidak akan pernah bisa membalasnya. membalas cinta seorang ibu pada anaknya.
" ibu, aku benar-benar minta maaf, karena aku sempat menyalahkan ibu tadi ".
" ibu yang harus minta maaf sayang, ibu jarang sekali menghabiskan waktu ibu denganmu, ibu berjanji ibu akan mengajakmu jalan-jalan nanti, untuk menggantikan anniversary dengan ayah ". ucap ibu sambil mengelus rambutku
" benarkah?!". tanyaku dengan wajah semangat.
" Iyah, yasudah kau pergi tidur sana, ini sudah malam, lagi pula kau sudah punya janji bukan dengan seniormu ".
__ADS_1
" baik Bu, aku pergi ke kamar dulu, selamat malam ". ucapku yang langsung pergi bergegas masuk ke dalam kamar.
" selamat malam juga, sayang ".