
kalian tahu, sebenarnya aku sudah dua kali pernah pergi ke pantai, saat itu ayah dan ibuku mengajakku ke pantai untuk merayakan hari ulang tahunku, tapii, tidak banyak juga pengalaman yang kudapatkan, tidak lama itu kami terpaksa harus pulang karena ayah mendapatkan pekerjaan yang mendadak, dan yang kedua, aku pernah pergi ke pantai berdua bersama merlina waktu SMP, tapi saat itu pantai sedang sepi dan hanya kami berdua yang datang waktu itu.
yah, aku sangat senang karena aku bisa merasakanya lagi, meskipun bersama teman-teman ku, itu lebih dari cukup, ternyata pantai sangat menyenangkan dari yang kuduga.
Tapii...
" Bi, bikini?, kau bercanda?!".
ucapku dengan wajah terkejut.
" yah, memang itu sudah menjadi kebiasaan disini ".
jawab Sofia sambil meringis.
" A, aku tidak mau, bagaimana kalau ada yang macam-macam?".
ucapku dengan raut ketakutan.
" tenang saja, disini kita di jaga, dan yang macam-macam juga akan terkena sanksi ".
jawab Sofia dengan tenang.
" aku tidak peduli, aku tidak mau memakai bikini, aku tidak mau memperlihatkan tubuhku ".
ucapku sambil memeluk tubuhku erat-erat.
" astaga Sofia, kau memang suka sekali mengerjai orang ".
ucap aida sambil tersenyum ke arahku.
" hahaha, kau tahu, aku sangat senang sekali melihat sherla ketakutan ".
ujar Sofia sambil tertawa terbahak-bahak.
" aku akan memukulmu ".
ucapku wajah kesal.
" silahkan saja kalau bisa, Wee ".
ucap Sofia sambil melarikan diri dariku.
" awas saja kalau kena kau ".
ucapku sambil mengejar Sofia.
SEDIKIT INFO :
bikini merupakan sebuah pakaian yang biasa di gunakan wanita saat sedang berada di pantai, bikini biasanya di gunakan untuk mempermudah aktivitas saat di pantai seperti berenang, bermain voli, berselancar, atau yang lainya, tapi bikini ini sebenarnya tidak terlalu di wajibkan juga untuk di pakai, hanya saja memakai bikini merupakan kebiasaan para wanita saat berada di pantai, buat yang tidak tahu bagaimana bentuk bikini?, hmmm, kalian bisa menyebutnya pakaian dalam wanita.
" hey, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?'.
tanyaku dengan penuh semangat.
" hmmm, bagaimana kalau kita mendaki?".
jawab Sofia sambil menunjuk ke sebuah tebing yang tinggi di pinggir pantai.
" yep, di sana kita bisa melihat pemandang yang indah ".
ujar Sofia sambil mengacungkan jempolnya.
" wah, sepertinya seru sekali ".
ucapku dengan girang.
" bagaimana dengan kalian?".
tanyaku sambil menatap senior dan aida yang dari tadi diam saja.
" tentu saja aku ikut ".
jawab aida sambil tersenyum ke arahku.
" terserah kalian ".
jawab senior dengan wajah datar.
" baiklah, berarti semuanya setuju?".
__ADS_1
tanya Sofia sambil tersenyum ke arah kami.
" setuju!".
untuk aktivitas selanjutnya, kami memutuskan untuk memanjat tebing bersama-sama, tapi, aku tidak pernah memanjat tebing, apa aku bisa yah?, mana tebingnya tinggi banget lagi.
" hey Sofia, bagaimana kita memanjat tebing ini?.
tanyaku sambil menatap tebing yang tingginya mungkin lebih dari 50 meter itu.
" tenang saja, kita bisa menaikinya lewat samping, disana jalanya melengkung, jadi kita harus berhati-hati dan tetap menjaga keseimbangan kita ".
jawab Sofia sambil menunjuk jalan pintas menuju ke atas tebing itu.
" baguslah, ini akan mempermudah perjalanan kita ".
ucapku dengan girang.
namun, perjalanan menuju puncak tebing ini tidak semudah yang aku ucapkan tadi, selain jalanya yang menanjak, disini sangat licin sekali, kami harus menjaga keseimbangan kami agar tetap terjaga.
" baiklah, kita sudah sampai ".
ucap Sofia yang sudah berada di puncak mendahului kami.
" waah, disini sangat sejuk sekali ".
ucapku sambil menarik nafasku dengan lega.
" tentu saja, angin di ketinggian akan lebih terasa di banding di darat ".
jawab Sofia sambil tersenyum.
" hey lihat, pemandangan dibawah sangat indah sekali saat dilihat dari sini ".
ucapku sambil melihat ke bawah tebing.
" kau juga bisa melihat pemandangan dengan jarak yang lebih jauh ketika kau sedang di atas ".
ucap Sofia sambil memandangi pantai yang ramai.
" tolong foto aku Sofia ".
" baiklah, pose yang bagus ".
ujar Sofia sambil memotret ku.
" hey, kalian dari tadi diam saja dan hanya melihatku disini ".
ucapku sambil menatap aida dan senior dengan kesal.
" kami tidak ingin menganggumu ".
jawab aida sambil tersenyum ke arahku.
" hey, kita harus segera kembali ke bawah suhu disini sangat dingin, dan berbahaya bagi tubuh kita ".
ujar senior sambil membujuk kembali agar segera turun.
" ayolah senior, kita baru saja sampai disini, lagi pula ini tidak terlalu dingin ".
jawabku sambil menikmati pemandangan di atas sini.
" benar yang sherla katakan, disini kita untuk bersenang-senang".
ucap Sofia sambil menepuk bahuku.
" aku sudah memperingatkan ".
ucap senior sambil duduk di tepi bukit.
" huh, kau selalu seperti senior, padahal kau yang menyuruhku untuk ikut ".
ucapku dengan wajah kesal.
" sudahlah, Kevin mungkin hanya mencemaskanmu ".
ucap Sofia sambil mencoba untuk menenangkan ku.
Huh, senior benar-benar menyebalkan, padahal dia yang telah mengajakku kesini,
__ADS_1
aku hanya ingin menambah pengalamanku dan bersenang-senang .
kami memutuskan untuk lanjut bersenang-senang di atas tebing ini tanpa memedulikan apapun.
" hey sherla, aku pergi ke bawah dulu yah, aku ingin menaruh kamera ku ".
ucap Sofia sambil mengeluarkan kameranya.
" baiklah, tapi jangan lama-lama yah ".
ucapku sambil menganggukkan kepalaku.
" kau sepertinya sangat gembira sekali sherla ".
ucap aida sambil tersenyum ke arahku.
" tentu saja, aku sudah lama sekali tidak merasakan suasana ini ".
jawabku.
" memangnya kau sudah pernah kesini?".
tanya aida dengan heran.
" yah, aku sebenarnya pernah pergi ke pantai bersama teman lamaku merlina ".
jawabku sambil mengelus kepalaku.
" hmm, kau tahu sherla, ketika kau menyebut nama itu, kepalaku langsung berfikir-fikir seperti apa merlina itu ".
ucap aida dengan wajah penasaran.
" intinya, dia sangat mirip sekali denganmu ".
jawabku sambil tersenyum.
" ngiiinnng".
kepalaku tiba-tiba saja terasa pusing dan berat sekali, pandanganku mulai buram dan tubuhku langsung lemas seketika.
" apa yang terjadi denganku?".
ucapku sambil memegangi kepalaku yang pusing.
" sherla?, ada apa denganmu?".
tanya aida sambil menatapku dengan wajah terkejut.
kepalaku benar-benar sangat pusing sampai membuatku berjalan mundur perlahan-lahan.
" sherla!, awas!".
ucap aida sambil berlari ke arahku.
namun, aku sudah mencapai ujung dari tepi tebing, hanya tinggal selangkah lagi tubuhku akan terjatuh.
" hap".
saat tubuhku sudah mulai terjatuh, untung saja aida langsung memegang tanganku dengan erat.
" bertahanlah sherla!".
ucap aida yang langsung melompat dan menarik tanganku dengan sekuat tenaga.
aku tidak bisa merasakan tubuhku, entah apa yang terjadi, aku tidak bisa melihat, mendengar, bahkan merasakan apapun.
aku hanya melihat sesosok merlina yang tiba-tiba saja muncul dihadapan ku sambil tersenyum.
" kau kembali, apa kau ingin membawaku pergi?".
" sherla!, kau harus bertahan!".
" kau tidak akan meninggalkan ku kan?".
ucapku dengan kesadaran yang sudah mulai hilang.
" tentu saja, aku tidak akan meninggalkan mu, bertahanlah!".
jawab aida sambil menarik tanganku dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
" tolong aku, merlina ".