Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
JACK REDVIL


__ADS_3

malam yang begitu gelap, kami diputuskan untuk melakukan misi ini pada tengah malam,


yah, alasan tuan Alex menyuruh kami untuk melakukanya di tengah malam karena penjagaan di markas red evil akan semakin berkurang dan pandangan mereka juga menjadi terjangkau, yah meskipun aku sangat mengantuk.


setelah tiba di tempat itu, ternyata markas ini lebih besar dari yang kami bayangkan, penjagaan di sini juga masih sangat ketat, untung saja mainan yang di berikan tuan Alex sangat berguna untuk membantu kami masuk ke dalam, kami mendapatkan beberapa informasi yang sebenarnya cukup penting, namun, aku mengacaukan segalanya, tiba-tiba saja hidungku gatal dan menyebabkan aku bersin, hingga membuat kami ketahuan, mereka semua langsung menembak kami habis-habisan, sementara kami hanya bisa berjalan jongkok untuk menyelamatkan diri, sampai dimana kami terjatuh dan terdampar pada sebuah ruangan yang sangat gelap, dan kami bertemu dengan seorang pria yang tingginya hampi mencapai dua meter, pria itu menyebut dirinya.


" JACK REDVIL ".


" Jack, Redvil?".


ucapku dengan wajah terkejut.


lalu, pria bernama Jack itu menghampiri kami perlahan-lahan, dan pandanganya tertuju pada pakaian kami, tiba-tiba saja dia tersenyum ke arah kami sambil menepuk kedua tanganya.


" hahahaha, hhh, aku benar-benar tidak menyangka mereka akan bertindak sepengecut ini, hhh, benar-benar mengecewakan, maksudku, mereka mengirim anak-anak untuk masuk kedalam sarang serigala? ".


ucap pria itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" ckk, hey, apa yang kau maksud anak-anak hah!".


lalu senior langsung berlari untuk menyerang pria itu.


" tunggu!, senior!".


aku langsung berteriak untuk menghentikan senior.


namun aku terlambat, senior langsung menyiapkan kuda-kudanya untuk melancarkan sebuah tendangan ke arah pria itu.


" rasakan ini!".


senior langsung melancarkan tendangan ya dengan keras. namun..


" bug!".


tendangan senior sama sekali tidak membuat pria itu terpental bahkan tidak membuatnya tergeser sedikitpun, dia seperti tembok yang tidak mempan terhadap serangan fisik.


" chh, kakak, kau bahkan sangat bodoh untuk memilih pion mu ".


ucap pria itu sambil menatap tajam senior.


lalu pria itu langsung mencekik leher senior dengan kencang, dan mengangkat tubuhnya.


" ckkkk ".


senior hanya menatap pria itu sambil merintih kesakitan.


" senior!, lepaskan dia!".


ucapku sambil menatap senior dengan cemas.


" aah, kau mengajak pacarmu juga ternyata ".


lalu pria itu langsung melempar senior ke arahku.


" senior!".


aku langsung mendekati tubuh senior dengan keadaan panik.


" hhh, baiklah kalian ku lepaskan, tapi aku punya firasat kalau kita akan bertemu lagi ".


ucap pria itu sambil merapikan kacamatanya.


lalu, tiba-tiba saja para penjaga datang untuk mengepung kami.


" hhh, sepuluh detik, kalian punya sepuluh detik untuk kabur dari santapan kami ".

__ADS_1


ucap pria itu sambil mengangkat tangan kanannya.


" 1!".


" 2!".


" 3!".


aku langsung panik ketakutan, karena saat aku ingin membangunkan senior, dia sama sekali tidak merespon, sepertinya dia benar benar terluka parah saat serangan tadi.


" 6!".


"7!".


aku langsung menggendong tubuh senior dan langsung berlari sekuat tenagaku.


namun, langkahku langsung terhenti saat


melihat jalan buntu di depanku, aku lupa kalau kami terletak di lantai ke tujuh, aku benar-benar tidak berani mengambil resiko dalam keadaan panik seperti ini, sementara waktu terus saja berjalan.


" 8!".


tidak, aku harus berani, ini sudah saatnya aku harus menyelamatkan senior, yah, aku harus berani.


" 9!".


" 10!".


aku langsung terjun dari atas sambil menutup mataku, namun, aku merasa ada hal aneh, kami seperti tidak jatuh sama sekali, apakah kami sudah mati?.


aku mulai membuka mataku perlahan-lahan, aku benar-benar sangat terkejut saat melihat tubuh kami seperti terjun layaknya parasut.


saat aku melihat ke bawah, aku melihat rok gaunku melebar, ternyata ini adalah salah satu kelebihan dari gaunku.


aku merasa sangat lega karena kami bisa lolos dari Kematian. namun, masalah bukan sampai situ saja, aku langsung di kagetkan dengan suara tembakan, ternyata itu adalah ulah para penjaga yang masih berada di gedung itu. mereka berkali-kali menembakan peluru, namun, untung saja baju senior tidak mempan terhadap senjata.


" fiuh, syukurlah, kami baik-baik saja ".


ucapku sambil mengusap keringat diwajahku.


" ckk, maaf, sherla aku merepotkan mu ".


ucap senior sambil merintih kesakitan.


" tidak, ini sama sekali tidak merepotkan, bagaimana dengan keadaanmu, apa kau baik-baik saja?".


ucap ku sambil menoleh ke arah senior dengan wajah cemas.


" tidak, aku tidak apa-apa, yah, hanya sedikit nyeri saja di leherku ".


ucap senior sambil berusaha tersenyum.


" hm, kau bodoh yah?, mau ajak gelud sama orang yang Segede gajah itu?".


ucapku dengan wajah kesal.


" hm, maaf ".


ucap senior dengan nadanya yang semakin lemas.


" senior!, bertahanlah aku akan cepat-cepat membawamu kembali dan mengobatimu ".


ucapku dengan wajah yang cemas.


" sherla, kau sangat manis ".

__ADS_1


ucap senior sambil memejamkan matanya.


" eh ".


aku langsung menghentikan langkahku, sambil menoleh ke arah senior dengan wajah terkejut.


" se, nior ".


namun, saat yang bersamaan para penjaga itu menemukan kami, dan langsung menyerang kami menggunakan senjata api mereka.


" astaga!".


aku langsung berlari sambil panik ketakutan, meskipun dalam keadaan berat.


" astaga, dimana tempat komandan Brips tadi ". ucapku sambil menengok-nengok ke segala arah.


namun, para penjaga itu malah semakin dekat ke arah kami.


aku langsung melanjutkan pelarianku, hingga pada saatnya tubuhku benar-benar kelelahan, dan tidak kuat lagi untuk melanjutkan langkahku.


" huh, aku benar-benar tidak kuat lagi ".


ucapku dengan nada yang lemas.


pada akhirnya, penjaga itu berhasil menemukan kami dan langsung mengepung kami.


" hhh, kalian tidak bisa kabur lagi ".


ucap salah satu penjaga itu.


" sherla, pergilah, lindungi dirimu ".


ucap senior dengan nadanya yang semakin lemas.


" tidak!, kali ini aku yang akan melindungimu ". ucapku sambil menghalangi pandangan mereka dari senior dengan tubuhku.


" baiklah, kalau begitu kau duluan ".


ucap salah satu penjaga itu sambil menodongkan pistolnya ke arahku.


aku hanya bisa memejamkan mataku berharap hal ajaib akan terjadi lagi.


" DOORR!!!".


namun, entah mengapa tembakan tadi tidak mengenai tubuhku sama sekali.


" arghh ".


aku mendengar suara penjaga itu seperti habis dia serang oleh sesuatu.


saat, aku membuka mataku perlahan-lahan, aku melihat seorang laki-laki yang menghajar para penjaga itu sampai pingsan.


dia sangat kuat, bahkan dia mampu mengalahkan para penjaga itu dalam sekejap.


" kalian tidak apa-apa?".


tanya laki-laki itu dengan tatapan datar.


" Iyah, kami tidak apa-apa ".


ucapku dengan tatapan heran.


laki-laki itu hanya menganggukan kepalanya lalu pergi berjalan menjauh dari kami.


" hey, tunggu, siapa namamu?".

__ADS_1


tanyaku dengan lantang.


" Niro, hanya Niro ".


__ADS_2