
huh, akhirnya aku bisa pulang ke rumah juga, tubuhku rasanya seperti di tindih baru. tapi aku senang sekali bisa berbagi waktuku dengan senior hari ini, mendengar ceritanya tadi membuat hatiku benar-benar tersentuh, rasanya ku juga ingin menangis, hiks.
" hai sherla ".
" huaaa!!". aku sangat terkejut sekali saat melihat aida yang tiba-tiba saja muncul dari belakang.
" aida!, bisakah kau lebih sopan sedikit?". ucapku dengan wajah geram.
" hehe, aku melihatmu melamun disitu dari tadi, dan kau habis kemana dengan senior?".
sepertinya aida tau kalau aku dan senior baru saja berpergian, aku harap mendengar percakapan kami tadi.
" lubang?, semakin besar yang buat maka semakin banyak yang bisa kau ambil, apa maksud dari kalimat yang kau ucapkan itu?". tanya aida dengan penuh penasaran sekali.
satu-satunya yang ku benci dari aida adalah rasa penasarannya, ketika dia ingin tahu dia akan terus bertanya. dan beberapa dari pertanyaan itu membuat orang naik darah.
" itu hanya sebuah istilah ". ucapku sambil membalikan badanku dan pergi meninggalkan aida.
" hey tunggu, ada hal yang ingin ku katakan padaku ". tegas aida sambil menarik tanganku.
" apa?". jujur saja aku agak malas sekali untuk meladeni orang lain, padahal aku ingin cepat-cepat mandi dan tidur di atas kasurku yang empuk.
" aku boleh tidur di rumahmu hari ini?".
ucap aida sambil memohon kepadaku.
" eh, memangnya kenapa, apa ayah dan ibumu pergi lagi?". tanyaku dengan wajah terkejut.
" yah, orang tuaku pergi untuk menjenguk nenek dalam satu Minggu penuh, aku harus menginap di rumahmu karena besok sekolah akan dimulai, aku takut bangun kesiangan ". jawab aida sambil menghembuskan nafas panjang.
huh, rasanya tidak tega juga melihat aida memohon seperti ini, aku mungkin setuju dengan keinginan aida, tapi ibu?yah mungkin dia juga pasti akan setuju.
lagi pula dengan kedatangan aida akan mengurangi keheningan di dalam rumah kami.
****
" Ooo, jadi aida akan menginap di rumah ini?, yah sebenarnya ibunya aida juga tadi bilang ibu ".
__ADS_1
" astaga, kalau ibu tahu kenapa tidak bilang dari tadi, untuk apa aku harus bicara panjang lebar ". ucapku dengan wajah kesal.
tapi baguslah jika ibu sudah tahu, dengan begitu ibu bisa mengijinkan aida untuk tinggal di sini, dan aku juga tidak akan bosan tinggal di rumah selama aku punya teman mengobrol.
" terima kasih yah Tante, aku jadi merasa merepotkan ". ucap aida sambil menunjukan kepalanya.
" sama-sama, ibu juga bisa senang kamu tinggal disini, sherla bisa punya teman mengobrol di rumah ".
Yap, kami bisa bermain game sepuasnya nanti sebelum tidur dan minum coklat panas.
" yasudah kalian pergi mandi dulu, ibu akan membuatkan makan malam ".
" baik Bu ".
****
huh, rasanya segar sekali mandi dengan air dingin di sore hari ini. kembali Soal senior, kira-kira apa yang dilakukanya sekarang yah, apa dia juga sedang mandi sama halnya sepertiku, atau....
" apa aku boleh bergabung?".
" hah!". tiba-tiba saja aida muncul dan membuatku terkejut untuk kedua kalinya, aku tidak tahu bagaimana dia bisa masuk kesini tanpa sepengetahuan ku, apa karena aku melamun yah.
aku sangat terpancing emosi sampai-sampai aku harus mengeluarkan kata-kata itu dengan sangat keras, sampai membuat raut wajah aida menjadi murung.
" a, aku hanya ingin mandi bersamamu ".
ucap aida sambil menundukan kepalanya.
tenanglah sherla, kau tidak boleh melakukan hal itu lagi, lagi pula aida itu perempuan, seharusnya itu bukanlah hal yang masalah untukku.
" baiklah, kau boleh mandi disini bersamaku, asalkan kau tidak melakukan hal-hal yang aneh ". tegas ku.
aida hanya menganggukkan sambil tersenyum kepadaku, dia langsung masuk kedalam bak mandi yang harusnya muat untukku saja, tapi untung saja tubuh aida cukup kecil untuk masuk kedalam bak mandi tersebut, meskipun itu membuatku agak sesak.
" wah, airnya dingin sekali ". ujar aida sambil mengusap wajahnya dengan air bak tersebut.
aku hanya memandangi kelakuannya kegirangan, dan mencoba agar tetap bisa menikmati suasana ini meskipun itu sulit.
__ADS_1
" hey sherla, punyamu besar juga yah ". ucap aida dengan wajah polos.
aku tidak tahu apa yang dia tanyakan, tapi aku tahu maksud dari ucapanya, apa dia menanyakan....
" aku sudah bilang bukan, jangan lakukan atau tanyakan hal-hal yang aneh ". jawabku sambil menutupi dadaku.
" pertanyaan aneh?, aku hanya memuji bak mandimu saja, ukuranya jauh lebih besar dari pada punyaku ". jawab aida dengan wajah kebingungan.
" o, ouh ". astaga sherla, kau benar-benar mempermalukan dirimu, ini bukan salah orang lain, melainkan pikiranmu yang terlalu negatif.
****
" Hoaaammm ". ini sudah jam 9 malam tapi aku sudah mengantuk, mungkin karena aku lelah sejak perjalanan tadi, aku harus segera tidur dan mengumpulkan tenagaku untuk besok.
" aida?". saat membuka pintu kamar, aku melihat aida yang sedang sibuk memberesi kamarku yang berantakan, aku lupa membereskannya karena aku buru-buru berangkat tadi pagi.
" kau tahu, saat aku bangun tidur tadi pagi, kau sudah tidak dan ibumu pergi kalau kau berangkat dengan Kevin, dan aku meninggalkan tempat ini dalam keadaan kacau, aku jadi enak dan langsung membereskanya ". ucap aida sambil memijat-mijat lehernya.
yah, meskipun aida itu adalah orang yang sangat aktif dan suka membuat kekacauan, tapi dia juga orang yang bertanggung jawab atas kelakuannya sendiri. ini adalah sisi aida yang selalu membuatku teringat dengan merlina, dulu dia selalu membantuku membersihkan kelas disaat semuanya sudah pulang.
" hey, kau tidak mau berbaring disini?". ucap aida sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.
aku langsung mengikuti ajakannya dan membaringkan tubuhku ke atas kasurku yang sangat empuk.
" sherla?, apa kau masih ingat dengan perjanjian kita waktu itu?".
gawat, dia membicarakan perjanjian kemarin, waktu itu aku kalah taruhan dengan aida, dan sebagai gantinya aku harus menjadi pelayan ya dalam satu Minggu.
" yah, aku mengingatnya, aku akan menuruti semua keinginanmu ". ucapku dengan nada lemas.
" soal itu, aku ingin memberimu satu aturan, dalam perjanjian ini ". ucap aida sambil menghadapkan nadanya ke arahku dengan tatapan serius.
" apa itu?". tanyaku dengan bingung. aku ingin tahu apa yang ingin aida katakan padaku, padahal sebelumnya belum ada aturan, tapi yah mau bagaimana lagi, aida pemenangnya.
" jangan pernah menjauh dariku sherla ".
jawabnya dengan tegas.
__ADS_1
" kau sudah banyak sekali tertimpa masalah, banyak orang yang selalu datang menyakitimu, aku tidak ingin itu terjadi, kau adalah pelayan ku, tapi aku adalah pelindungmu ". lanjut aida menatapku dengan tajam.
" panggil aku merlina ".