Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
MELUPAKAN FBI


__ADS_3

ini adalah hari pertamaku memulai semester kedua, mungkin agak canggung sekali rasanya karena aku sudah lama sekali tidak merasakan bangun pagi seperti ini, tapi itu bukan hal yang buruk, karena aku sekarang bisa bertemu dengan teman yang sudah jarang sekali bertemu.


yah, aku membicarakan niro, semenjak kejadian tadi aku jadi jarang sekali bertemu dengannya, mungkin dia masih di rawat waktu itu, yah rasanya kasihan sekali melihat niro, dia menghabiskan waktu liburnya untuk berbaring di atas kasur dengan perban yang menempel di tubuhnya.


aku sangat bersyukur dia baik-baik saja, kami bertemu di depan sekolah, bukanya berterima kasih karena aku telah menyelamatkanya dari amukan senior, dia malah mengajakku ke suatu tempat dimana hanya kita berdua saja, dia bilang ingin mengatakan sesuatu yang penting padaku, kira-kira apa yang akan dia katakan?. aku harap dia tidak mengajakku ke penjara maut itu lagi.


" jadi, apa hal penting yang ingin kau katakan padaku?".


sebelum menyelesaikan pertanyaanku, niro tiba-tiba saja langsung menundukkan badanya di depanku.


" heh?, a, apa yang sedang kau lakukan!?". tanyaku dengan yang langsung terkejut.


" aku benar-benar mengucapkan terima kasih padamu, karena kau telah menyelamatkan ayahku ". jawab niro dengan kondisi badan yang masih menunduk.


" tidak-tidak!, aku tidak akan memaafkan mu jika kau kau tidak mengangkat badanmu!". ucapku dengan tegas.


aku salah sangka, aku mengira niro akan mengatakan semua hal tidak penting yang berkaitan dengan FBI, tapi ternyata dia ingin berterima kasih padaku. dia benar-benar membuatku salting.


" ngomong-ngomong soal ayahmu, bagaimana dengan kondisinya sekarang?".


" ayahku memutuskan untuk bergabung dengan FBI, dan itu sebagai pembayaran dari rasa terima kasihnya ". jawab niro.


tuan Jack bergabung dengan FBI?, ini adalah kabar yang sangat bagus, kedatangan tuan Jack akan memperkuat pasukan agen FBI, dan itu akan membuatnya sulit untuk ditaklukan.


" baguslah kalau begitu, FBI akan menjadi sangat kuat dengan kedatangan ayahmu ".


niro langsung menatapku dengan heran, dia langsung berjalan ke arahku lebih dekat dengan alis mengekerut.


" kau tidak akan membantu FBI lagi?". tanya niro dengan wajah keheranan.


" yah, hal yang bodoh jika anak di bawah umur ikut campur dalam urusan militer, lagi pula waktu itu aku terpaksa untuk bergabung dengan FBI hanya untuk menyelamatkan ayahku ".


naluriku berkata kalau pembicaraan yang panjang ini akan memicu perdebatan, lebih baik aku segera masuk kedalam kelas saja dari pada membuat semuanya menjadi lebih rumit.


" tunggu sherla, tapi kaulah alasan ayahku bergabung dengan FBI ". ucap niro mencoba menghadang jalanku.

__ADS_1


" dan ayahmu bukanlah alasanku untuk bergabung bersama FBI, maafkan aku niro ". tegasku, sambil pergi meninggalkan niro dengan perasaan sedikit bersalah.


FBI mempunyai tujuan yang baik, tapi akan menjadi hal konyol jika aku bergabung kedalamnya, ini bukanlah permainan yang seenaknya masuk begitu saja. aku mempunyai hal lain yang lebih penting bagiku, yang seharusnya kulakukan.


****


baiklah sherla, lupakan semuanya tentang hal-hal yang seharusnya tidak kau pikirkan, jadilah dirimu sendiri dan jadilah lebih baik dari sebelumnya, kau harus fokus dalam pelajaran mu ini.


" sherla!, apa kau tidak mendengarku?!".


tiba-tiba saja aida mengamuk di depanku, dia bilang aku tidak mendengar ucapannya, aku memang tidak mendengar atau karena melamun yah?.


" y, yah, kau bilang apa tadi?". ujarku mencoba untuk menenangkan aida.


" sebentar lagi bel istirahat akan berbunyi, aku mengajakmu ke atas gedung sekolah, dan hey, aku begitu dekat beberapa centi darimu, bagaimana kau tidak bisa mendengarku?". ucap aida sembari melipat kedua tangannya.


" a, aku minta maaf, aku sedang melamun tadi, hehe ". jawabku sambil mengelus-elus kepala.


" memangnya apa yang sedang kau pikirkan sampai seserius itu?".


" mmm, soal game tadi, aku memikirkan kekalahanku dalam permainan tadi ". jawabku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


" wouh, aku baru ingat soal itu, seharusnya aku memulainya tadi pagi, terima kasih telah mengingatkan ya sherla ". ujar aida dengan girang.


astaga sherla, kau baru saja keluar dari lubang, kenapa kau malah masuk ke jurang!, aku harus saja bilang untuk berfikir sebelum mengatakan sesuatu pada aida, matilah aku.


****


" ambil ini!". aida melempar bekal makanan miliknya ke arahku, aku tidak tahu kenapa dia melemparnya atau memberikannya untukku.


" kau bawakan bekal ku sampai keatas gedung yah ". lanjut aida sambil berjalan dengan angkuh.


" ini beratnya hanya tidak sampai satu ton, apa kau tidak bisa membawanya sendiri?". ucapku dengan wajah kesal.


aida langsung menghentikan langkahnya dan berpaling ke arahku.

__ADS_1


" apa kau melupakan janjimu?". jawab aida yang langsung membuatku terdiam karena aku tidak bisa menentang janji yang ku buat sendiri.


aku terpaksa harus membawa kedua bekal di tanganku, untuk saja tidak terlalu berat untuk tubuhku ini. naluriku berkata kalau ini hanyalah sebuah awal nasib yang lebih buruk.


" woaah, sudah lama sekali aku tidak merasakan hawa sejuk di atas sini ". ujar aida sambil merentangkan kedua tangannya.


" hey hati-hati aida, kau bisa jatuh nanti!". ucapku dengan suara yang keras.


huh entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak saat berada di atas sini, padahal aku phobia dengan tempat-tempat tinggi, mungkin ini karena trauma ku saja.


" baiklah-baiklah, aku tidak mau membuatmu takut, lebih baik kita makan saja sekarang, aku sudah lapar ". ujar aida.


aida langsung mengambil bekal makanan yang dia titipkan padaku, begitu juga denganku, menaiki tangga yang panjang tadi menguras seluruh isi tenagaku, rasanya haus sekali.


" eh?!". gawat!, aku lupa membawa botol minumanku, bagaimana aku bisa makan tanpa minum. mana turun ke tangga jauh lagi.


" kau mau ini sherla?". ujar aida yang tiba-tiba saja menawarkan sebuah botol minuman yang dia bawa.


" terima kasih ". namun saat aku ingin mengambilnya, aida langsung menarik botol itu dari tangannya.


" eits, ini tidak gratis, kau harus membayarnya ". tegas aida.


aku langsung memberikan uang yang kuambil dari saku bajuku.


" tidak dengan uang, aku hanya ingin kau memberikan sedikit waktumu untukku ".


aku tidak tahu hal apa lagi yang aida inginkan untukku, tapi yang jelas itu pasti hal yang tidak mudah.


" apa itu?". tanyaku.


" sore nanti aku tidak bisa pulang bersamamu, aku ada janji sebentar dengan Sofia, kita akan bertemu pada jam 7 malam di taman ". jawab aida sambil mengunyah makanannya.


" baiklah ". aku tidak punya pilihan lain karena meskipun aku menolaknya, aku pasti akan tetap ikut.


" baiklah, selamat makan ".

__ADS_1


__ADS_2