Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
TANTANGAN DAN TARUHAN


__ADS_3

" makananya sudah siap ".


" wah, baunya harum sekali, aku jadi tidak sabar ingin mencicipinya ".


huh, padahal aku hanya bisa membuat nasi goreng saja, ibu tidak menyisakan apa-apa di kulkas. yang penting bisa makan saja sudah cukup bagiku, dari pada mati kelaparan.


" emmm, ini enak sekali!". ucap Aida yang begitu menikmati masakan yang ku buat, meskipun itu berkat bantuan dari senior.


" kau bisa makan sepuasmu ". jawabku. lega juga sih bisa membuat orang lain senang atas apa yang kita berikan, ini saja sudah menjadi pelajaran penting bagiku. makan seadanya yang penting kenyang. hehe.


" Aida, ngomong-ngomong aku jarang sekali melihatmu berlatih bela diri di rumah kakek senior, apa kau berhenti?". tanyaku. sambil mengunyah sesuap nasi.


" bukan aku yang jarang latihan, tapi kamunya saja yang jarang berkunjung kesana ". jawab Aida.


benar juga sih, aku baru satu kali berkunjung ke rumah kakek senior, lagi pula aida juga pergi kesana hanya waktu hari Minggu saja,.mungkin lain kali aku akan pergi kesana, sekalian belajar bela diri, biar tidak masuk rumah sakit terus.


" aku mau tambah ". ucap Aida sambil menunjukan peringnya yang sudah kosong.


" kau bisa mengambil sebanyak yang kau mau ". jawabku, sambil memberikan wada yang berisi Nasi goreng buatanku tadi.


hmm, besok adalah hari Minggu, dan hari terakhir kita libur, lebih baik aku gunakan waktu itu untuk berkunjung ke rumah senior, mumpung masih ada waktu satu hari lagi. karena hari Senin akan mulai kembali berangkat sekolah.


" senior, mumpung besok hari terakhir kita libur, bagaimana kalau aku berkunjung ke rumahmu, boleh?". tanyaku sambil melirik ke arah senior yang dari tadi fokus menyatap nasi goreng yang dia buat.


" tentu saja, kakek pasti akan senang sekali jika kau datang menjenguknya ".


" menjenguk?".


" yah, sebenernya kakek akhir-akhir ini sedang tidak enak badan, sangat sulit sekali menyuruhnya untuk makan, ketika aku ingin memberikan sesuap nasi, dia langsung menyebut namamu, dan menolak nasi yang ku beri ". jawab senior sambil menghentikan suapan nasinya.


" kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kakek sedang sakit, kalau begitu kita harus pergi kesana sekarang!". tegasku.


" tidak, jangan sekarang dulu, aku sudah mengatakan pada kakek kalau kau sedang di rawat di rumah sakit, itu membuat kakek menjadi sangat cemas padamu ".


" kenapa kau mengatakan itu, bagaimana kalau penyakitnya lebih parah lagi?!". ucapku dengan ekspresi marah.


" aku tidak bisa berbohong pada kakek, lagi pula dia sedang istirahat di rumah, aku juga tidak ingin manganggunya ". jawab senior dengan tenang.

__ADS_1


aku tidak tahu kenapa kakek senior begitu suka sekali denganku, padahal aku baru bertemu dengannya selama satu hari. tapi aku tahu kakek senior itu orang yang baik, aku pasti akan menjenguknya besok.


" aku sudah selesai ". ucap senior yang langsung meletakan piringnya yang sudah kosong.


" kau tidak mau tambah lagi?". tanyaku dengan terkejut.


" aku sudah kenyang, lagian aku sudah berjanji dengan kakek aku akan pulang sekarang ". jawab senior dengan tatapan datar.


" ba, baiklah hati-hati di jalan ". ucapku dengan nada ragu.


" terima kasih makananya ".


senior tiba-tiba saja menjadi aneh sekali, apa karena perkataanku yah tentang kakeknya, tapi perasaan aku tidak mengatakan hal yang kotor. mungkin karena senior sangat lelah.


" aku mau tambah lagi!". ucap Aida yang membuatku sangat kaget.


" astaga pelan-pelan kalau ngomong, silahkan kau bisa mengambil sepuasnya ". ucapku sambil memberikan wadah yang berisi nasi goreng tersebut.


namun bukanya di taruh di piring, Aida langsung memakan nasi goreng itu langsung dari wadahnya, dia makan seperti seekor babi yang tidak pernah makan selama satu tahun.


" hey pelan-pelan makanmu, kau bisa tersedak ".


" cepat minumlah ". ucapku sambil memberikan segelas air putih pada Aida.


" makanya kalau makan itu pelan-pelan ". ucapku sambil menepuk dahi.


" aku sangat lapar sekali, hehe ".


" sudah habiskan makananya, aku akan pergi tidur ". ucapku sambil membereskan piring-piring yang kotor.


" eits, apa kau lupa dengan janjimu?". ucap Aida dengan tatapan sinis.


" janji apa?". aku tidak mengingat ada janji dengan Aida, atau akunya saja yang pelupa yah, tapi serius aku tidak ingat memberi janji apapun pada Aida.


" engggehh, kau lupa yah kau berjanji akan mengajakmu ke suatu tempat yang akan membuatku senang ". jawab Aida dengan wajah cemberut.


" oh yah!, emmm, ikutlah denganku ". aku langsung membawa Aida ke kekamarku.

__ADS_1


" kamarmu?, ada apa dengan kamarmu?". tanya Aida dengan heran.


" masuklah, aku ingin menunjukan padamu sesuatu ". ucapku sambil membuka kamarku.


" waah, aku iri sekali, kamarmu sangat bersih dan rapi, wangi lagi ". kagum Aida saat melihat sekeliling kamarku.


" aku hanya tidak suka tempat yang kotor, soalnya aku takut dengan kecoa, hehe ".


aku langsung bergegas membuka lemari yang di penuhi dengan benda-benda koleksiku, kalian pasti tahu lah itu apa.


" kau sedang mencari apa sherla?". tanya Aida yang terheran-heran dengan kelakuanku.


" ini dia!". aku langsung menunjukan sebuah benda yang sudah kutemukan, aku bisa tebak Aida pasti akan sangat senang sekali jika aku menunjukanya. yah apa lagi kalau bukan video game.


" Digimon?!, waahh, ini adalah game yang baru dirilis lima bulan yang lalu, aku sudah lama sekali ingin mencobanya ". ucap Aida dengan sangat girang.


yah, sebenarnya sangat mudah sekali sih untuk menyogok Aida, dia selalu tergila-gila dengan hal-hal yang berkaitan dengan game, aku juga ingin tahu jika dia disuruh pilih makanan atau game bakal jawab apa yah?.


" dari mana kau mendapatkan ini?".


" aku mendapatkannya dari ayah sebagai hadiah ulang tahun untukku, yah dulu aku sering bermain video game dengan ayahku ".


itu juga di saat ayahku masih belum dapat pekerjaan, kami selalu menghabiskan waktu dengan bermain game bersama-sama, meskipun ayah kalah terus.


" bagaimana kalau kita mainkan saja?". usul Aida dengan wajah yang tidak sabar.


" tentu saja, tapi jangan ngambek yah kalau kalah terus, hihi ". ucapku dengan senyuman tipis.


" baiklah, kalau begitu aku menantang mu, jika aku kalah, aku akan menuruti apapun keinginanmu, dan sebaliknya, jika kau kalah kau harus menuruti segala perintahku, bagaimana?".


sepertinya Aida melakukan kesalahan yang besar, tapi ini adalah kesempatan yang sangat bagus untukku, hehehe.


" usul yang bagus, jika kau kalah kau harus menjadi bodyguard ku selama satu Minggu ".


ucapku dengan senyum licik.


" oke, dan jika kau kalah, kau harus mencium Kevin di depan orang tuamu dan yang lain ".

__ADS_1


" APAA!!!".


__ADS_2