Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
SENIORKU YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 19.00, kami semua masih duduk sambil menunggu Aida yang masih belum siuman.


" sherla, bisakah kau ceritakan kejadian yang sebenarnya pada kami ". ucap ibu sambil menatapku dengan serius.


" baiklah, aku, akan menceritakan semuanya ".


ucapku sambil menunduk.


aku menceritakan semua kejadian itu dengan detail.


" maaf kan aku Bu, aku tidak bisa menjaga Aida, ini semua adalah salahku ". aku hanya bisa menunduk malu.


" sherla sayang, ini adalah sebuah kecelakaan, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri ". ucap ibu Aida sambil tersenyum ke arahku.


" hm, untung saja ada senior yang datang membantu kami ". ucapku sambil tersenyum ke arah senior.


" nak, kau terluka, sebaiknya kau harus cepat di obati ". ucap ibu Aida sambil menatap ke arah senior.


" aku tidak apa-apa, Tante ". ucap senior sambil menggelengkan kepalanya.


" ibu juga mengucapkan banyak terima kasih karena kau sudah menolong Aida ". ucap ibu sudah sambil tersenyum ke arah senior.


senior hanya menganggukan kepalanya.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya kami mendengar kabar dari dokter kalau Aida sudah siuman.


kami langsung bergegas masuk ke ruangan.


" Aida!, ya ampun nak, ibu sangat bersyukur sekali kamu bisa siuman kembali ". ucap ibu Aida sambil memeluk erat tubuh Aida.


" ibu, aku tidak apa-apa ". ucap Aida dengan nada yang lemas.


" tapi kau tidak terluka parah kan?. ucap ibu Aida dengan cemas.


" tidak Bu, hanya luka kecil saja, bentar lagi juga sembuh ". ucap Aida mencoba menenangkan ibunya.


lalu pandangan Aida tertuju padaku.


" sherla, terima kasih, kau sudah menyelamatkanku, maaf yah sudah merepotkan mu.". ucap Aida sambil tersenyum ke arahku.


aku langsung memeluk tubuh Aida sambil menahan air mata ku agar tidak menetes.


" tidak, seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih dan seharusnya aku yang meminta maaf padamu ". ucapku sambil menahan tangisan ku.


" kalau begitu, aku terima ucapan mu ".


ucap Aida sambil pelukanku dan berusaha menenangkan ku.


" Tante juga sangat senang kalau kamu baik-baik saja ". ucap ibuku sambil mengelus rambut Aida.


" hm, terima kasih Tante ". ucap Aida dengan wajahnya yang gembira.


" Aida, kamu istirahat saja di sini dulu yah, ibu harus pergi menjenguk nenek ". ucap ibu Aida sambil mengelus rambut Aida.


" baik Bu, titipkan salam ku juga yah untuk nenek ". ucap Aida sambil melambaikan tangannya.


" hm, kalau begitu ibu juga pergi dulu yah ".


ucap ibuku sambil mengelus rambut Aida.


" Iyah Tante, hati-hati di jalan ".


" ibu juga mengucapkan banyak sekali terima kasih padamu Kevin, kau sudah menjaga sherla ". ucap ibuku sambil tersenyum ke arah senior.


" Iyah tante, ini memang sudah menjadi tugasku ". ucap senior dengan wajah datarnya.


lalu ibuku pergi keluar meninggalkan kami.

__ADS_1


" kalian juga tidak pulang?". tanya Aida.


" tidak, kami hanya akan pulang jika kau sudah tidur ". ucapku sambil memegang tangan Aida.


" hm, aku jadi merepotkan kalian ". ucap Aida sambil tersenyum ke arah kami.


" tidak, kami tidak merasa direpotkan, benarkan senior ". ucapku sambil menatap ke arah senior.


lagi-lagi, senior hanya menganggukan kepalanya.


" kalau begitu, aku tidur dulu yah, kali juga harus tidur ". ucap Aida sambil membenarkan selimutnya.


" yah, ku tidur yang nyenyak yah ". ucapku sambil mengelus-elus rambut Aida.


setelah beberapa menit, akhirnya Aida sudah tidur dengan pulas.


" senior, kenapa kau terlihat murung akhir-akhir ini, apa kau masih mengingat kejadian itu?". ucapku sambil menatap Aida yang sedang tertidur pulas.


" tidak, aku sedang tidak memikirkan itu ".


ucap senior dengan nada yang cuek.


" lalu?, apa yang membuat murung begini?".


ucapku sambil menatap senior.


" tidak, aku tidak apa-apa, dan aku tidak sedang murung ". ucap senior sambil menoleh ke arahku dengan wajah kesal.


" ayolah, kita sudah saling mengenal cukup lama, aku bisa melihat itu dari raut wajah mu".


ucapku dengan nada yang meledek.


" aku sudah bilang, aku sedang tidak memikirkan kejadian itu ". ucap senior dengan nada yang kesal.


" yah, lalu?".


" baiklah, sebenarnya aku hanya iri pada kalian ". ucap senior sambil membuang muka dariku.


" kau tau, aku sangat iri melihat orang tua kalian yang datang untuk menjenguk kalian, hanya itu ". ucap senior sambil terus membuang mukanya dariku.


" mmm, kau bisa meminta kakek mu untuk menjenguk mu bukan ". ucapku


" tidak, aku tidak ingin membuatnya repot ".


ucap senior sambil menunduk.


" tapi, bagaimana kalau dia mencemaskan mu?". ucapku sambil menatap senior dengan serius.


" justru itu, aku takut membuatnya menjadi sedih jika terjadi apa-apa pada diriku ". ucap senior sambil menunduk.


" hm, kau sangat menyayangi kakek mu yah ".


ucapku sambil tersenyum ke arah senior.


" yah, bisa di bilang begitu ". ucap senior sambil membuang muka dariku.


" senior, apa aku boleh berkunjung ke rumahmu?". ucapku sambil tersenyum.


" yah, tentu saja, aku pernah bercerita padanya tentang dirimu, dia pasti sangat senang sekali jika bertemu denganmu ". ucap senior sambil menoleh ke arahku.


" kau pernah bercerita tentangku ?". ucapku dengan nada yang terkejut.


" eh, mmm, tidak-tidak, tadi aku hanya keceplosan ". ucap senior dengan wajahnya yang panik.


" ayolah, mengaku saja tidak ada gunanya kau berbohong padaku ". ucapku dengan nada yang meledek.


" sudah ku bilang tidak bukan ". ucap senior dengan wajahnya yang semakin panik.

__ADS_1


" hmm, baiklah ".


lalu aku langsung mencubit hidung senior.


" lihat, hidung mu memerah, jadi kau sudah ketahuan kalau kau berbohong ". ucapku sambil menatap hidung senior.


" hey, ini tidak ada hubungannya dengan berbohong!". ucap senior dengan kesal.


" baiklah, sekarang giliran mu!". ucap senior sambil berusaha untuk mencubit hidungku.


" eits, tidak kena!". ucapku sambil berusaha menghindari cubitan senior.


kami semua bertengkar sampai terdengar ke seisi ruangan.


" hey!, apa kalian tidak punya tempat lain untuk bertengkar!, kami sedang tidur!!".


ucap seseorang dari ruangan lain dengan nada yang lantang.


lalu aku langsung menatap ke arah Aida, untung saja dia masih tertidur dengan pulas.


" semua ini gara-gara kau ". ucap senior dengan nada yang kesal.


" apa, bukanya kau yang mengajakku ribut ".


ucapku dengan nada yang kesal.


" kau yang memulai duluan!". ucap senior sambil menatap ke arahku.


" kau ".


" kau ".


" kau ".


" ah sudahlah, aku mau tidur ". ucap senior sambil pergi ke tempat duduknya.


" baik, aku juga ". ucapku sambil pergi ke tempat duduk ku juga.


yah, karena kelelahan habis bertengkar membuat kamu tertidur dengan pulas, hhh.


setelah tidur semalaman, tak terasa hari sudah mulai pagi.


aku sangat terkejut saat melihat jaket senior ada padaku, sepertinya dia memberikan ini padaku saat malam tadi.


saat bersamaan senior juga sudah bangun dari tidurnya.


aku langsung mendekat ke arah senior.


" hey, ini jaket mu, terima kasih ". ucapku sambil memberi jaket senior.


" jangan salah sangka, aku hanya tidak bisa tidur karena mendengar suaramu yang menggigil kedinginan ". ucap senior sambil memakai jaketnya.


" apa!, seharusnya aku yang curiga padamu, karena kau pasti berbuat hal yang aneh padaku semalam!". ucapku dengan nada yang sangat kesal.


" apa!, aku sudah membantumu tapi kau malah mencurigaiku!, apa kau tidak tau terima kasih hah!". ucap senior yang nampaknya juga kesal padaku.


" apa!, apa kau tidak mendengar aku sudah mengucapkanya tadi!". ucapku dengan nada yang kesal.


" sudahlah, berdebat denganmu itu tidak ada gunanya, lebih baik aku pergi keluar ". ucap senior sambil pergi meninggalkanku.


" huh, aku juga tidak ada gunanya berdebat dengan mu ". ucapku sambil pergi keluar.


kami berjalan keluar sambil membuang muka masing-masing.


namun, saat kami keluar bersamaan, kami dikejutkan dengan pak polisi yang berdiri di depan kami.


" pak polisi?, ada apa kau kesini?". tanyaku sambil menatap pak polisi.

__ADS_1


lalu polisi itu menatap kami dengan serius, sambil merapikan kacamatanya.


" aku, ada pekerjaan penting untuk kalian ".


__ADS_2