
misi pertama kami benar-benar tidak berjalan dengan sempurna, tidak sangka bahaya begitu besar mengintai kami, ternyata lawan kami benar-benar bukan orang biasa, mereka tidak segan-segan untuk menghabisi siapapun yang menghalangi tujuan mereka, dan salah satunya adalah Jack Redvil, pemimpin dari organisasi Red Evil, namun, di saat kami dalam keadaan terkepung, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang sepertinya seumuran dengan kami, laki-laki itu menyebut namanya.
" Niro, hanya Niro ".
ucap laki-laki bernama Niro itu sambil menoleh ke arahku.
lalu dia langsung pergi dengan cepat meninggalkanku bersama senior.
" hey, tunggu!".aku langsung berteriak pada anak itu, namun, dia sama sekali tidak mendengarkanku.
saat yang bersamaan, tiba-tiba saja aku melihat mobil polisi sedang datang ke arah kami, ternyata itu komandan brips.
" hey nak, sepertinya kalian butuh bantuan ".
ucap komandan brips sambil keluar mobil dan berlari ke arah kami.
" komandan brips, untung saja kau datang, capat, senior benar-benar butuh bantuan ".
ucapku sambil memandang wajah senior dengan cemas.
" dia harus di obati, kau masuk saja kedalam mobil cepat, aku yang akan membawa pacarmu ini ".
ucap komandan brips sambil mengangkat tubuh senior.
" baiklah, cepat, sebelum para penjaga itu datang kembali ".
ucapku sambil masuk ke dalam pintu mobil.
lalu, kami langsung pergi dari tempat ini menggunakan mobil komandan brips.
" fiuh, hampir saja ".
ucapku sambil membuang nafas lega.
" hm, nak, ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan pacarmu ini, dia seperti habis di cekik gorila saja ".
ucap komandan brips sambil menatap luka cekikan di leher senior.
" kami, bertemu dengan orang yang bernama Jack Redvil ".
ucapku sambil mengelus luka di leher senior.
" Jack?, hhh, dan pacarmu mencoba menghajarnya?".
tanya komandan brips dengan nada yang sedikit terkejut.
" yah, tapi dia langsung mengalahkan senior dalam sekejap ".
ucapku dengan nada yang lemas.
" yah, wajar saja nak, karena orang yang kau lawan itu adalah pembunuh yang mampu menghajar seratus pasukan militer dengan tangan kosong ".
ucap komandan brips dengan nada yang santai.
menghajar seratus pasukan militer?, gila!, itu sih bukan di sebut manusia lagi, melainkan seorang monster.
" tapi, kenapa Jack sangat membenci FBI?, apa karena FBI mencoba menghentikan tujuan mereka?".
tanyaku sambil menatap komandan brips dari belakang
" hmm, mungkin ".
ucap komandan brips sambil fokus menyetir mobil.
" tadi dia bilang, kalau saudaraku benar-benar bodoh, apa maksudnya itu?".
__ADS_1
tanyaku sambil menyapa ke arah komandan brips dengan wajah serius.
" kalau itu kau tanyakan saja pada tuan Alex, mungkin dia tau jawabannya ".
ucap komandan brips sambil mempercepat laju mobilnya.
akhirnya, kami bisa sampai ke markas FBI, aku langsung membawa senior ke ruang pengobatan.
lalu tuan Alex datang ke ruang pengobatan untuk melihat keadaan senior.
" luka ini, kau bertemu dengan Jack?".
ucap tuan Alex sambil menatap luka pada leher senior dengan tatapan tajam.
" Iyah, dan dia yang membuat senior seperti ini ".
ucapku dengan sambil menatap ke arah senior.
" hm, sherla, aku ingin bicara denganmu sebentar ".
ucap tuan Alex sambil mengajakku ke seuatu tempat.
kami berhenti di sebuah di taman belakang markas.
lalu tiba-tiba saja tuan Alex membungkuk di depanku.
" he, apa yang kau lakukan tuan Alex, cepat angkat kepalamu ".
ucapku dengan wajah yang terkejut.
" aku, benar-benar minta maaf atas semua yang menimpa kalian, aku, benar-benar sangat bodoh karena telah membuat kalian harus mengikuti misi ini ".
ucap tuan Alex sambil memohon padaku dengan penuh rasa bersalah.
" ti, tidak tuan, yang terjadi sudahlah terjadi, kita tidak bisa menyalahkan apapun ".
" aku benar-benar bersyukur karena kalian bisa kembali dengan selamat ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum ke arahku.
" yah, tapi, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan padamu ".
ucapku sambil menatap tuan Alex dengan serius.
" tentu saja, apa yang kau ingin tanyakan?".
ucap tuan Alex.
" apa hubungan tuan Alex dengan orang yang bernama Jack ".
ucapku dengan wajah serius.
" kenapa kau menanyakan hal itu ".
ucap tuan Alex dengan wajah terkejut.
" Jack bilang kalau orang yang menyuruh ku adalah saudaranya, tuan Alex apa kau punya hubungan dengan Jack Redvil?".
ucapku dengan wajah serius.
lalu tuan Alex membalikan badannya sambil melihat pemandangan di langit.
" Jack dan aku, adalah seorang kakak dan adik ".
ucap tuan Alex sambil memandang bintang-bintang di langit.
__ADS_1
" he!, kalian adalah saudara?".
ucapku dengan wajah yang sangat terkejut.
" tapi, kenapa kalian saling bermusuhan?".
tanyaku dengan nada terkejut.
" dulu, orang tuaku sangat sulit sekali untuk mempunyai seorang anak, jadi, mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak, mereka memberinya nama Jack, mereka sangat menyayangi Jack seperti anak kandung mereka sendiri, namun keadaan mulai berubah saat orang tuaku melahirkan ku, cinta dan kasih sayang mereka pada Jack beralih kepadaku, itu karena aku adalah anak kandung, sedangkan Jack adalah anak adopsi, dan sejak itu, senyum Jack perlahan-lahan mulai menghilang, rasa dendam dan benci telah merasuki dirinya, hingga di suatu saat, Jack melakukan suatu hal yang mengerikan, dia, membunuh kedua orang tuaku dengan sangat keji, dan bahkan saat itu aku hampir terbunuh olehnya, aku benar-benar tidak menyangka Jack akan bertindak sejauh ini, hilangnya cinta dan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya, membuat Jack jatuh kedalam kegelapan, dan di saat itulah kami terus bermusuhan dan saling membenci
satu sama lain ".
ucap tuan Alex dengan matanya yang berkaca-kaca.
ternyata, tuan Alex mempunyai masa lalu yang kelam, dia kehilangan satu-satunya keluarganya, seperti diriku.
" sherla ".
lalu tuan Alex langsung menoleh ke arahku.
" i, iya?".
ucapku dengan nada terkejut.
" seniormu itu, dia sangat mirip sekali dengan Jack ".
ucap tuan Alex sambil menoleh ke arahku.
" senior?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" dari raut wajah, sikap dan hatinya, mirip sekali dengan kakakku Jack ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum sedikit.
" apa dia juga akan menjadi seperti tuan Jack?".
tanyaku dengan wajah cemas.
lalu tuan Alex menggeleng-gelangkan kepalanya sambil tersenyum sedikit.
" kau tau, Jack sebenarnya adalah orang yang baik, dia hanya tidak mempunyai orang yang selalu menerangi hatinya ".
ucap tuan Alex sambil menatapku.
" menerangi, hati?".
ucapku dengan rasa heran.
" yah, seniormu mempunyai seseorang yang selalu menerangi hatinya, dan itu adalah kau, kau adalah cahaya yang selalu menerangi hatinya yang gelap ".
ucap tuan Alex sambil menatapku dengan serius.
" aku?".
ucapku dengan wajah terkejut.
tuan Alex hanya menganggukkan kepalanya.
" sherla, berjanjilah padaku untuk selalu melindungi seniormu, seperti kau melindungi orang-orang yang berharga bagimu ".
ucap tuan Alex sambil tersenyum ke arahku.
aku langsung membalas dengan senyumanku.
__ADS_1
" tentu saja, aku akan selalu melindungi senior, karena itu, adalah janjiku ".