
tak terasa hari sudah mulai pagi, karena kelelahan kami sampai tidur sangat lelap semalam, saat terbangun, pandanganku langsung tertuju ke aida yang masih tidur lelap dengan bekas air mata yang mengalir di pipinya.
" hey, aida, ayo bangun, ini sudah pagi ".
ucapku sambil menghapus air mata di pipi aida.
lalu aida langsung tersadar dan membuka matanya perlahan-lahan.
" sudah pagi ya?".
ucap aida sambil mengucek-ucek matanya.
" Iyah, cepat kau bersiap-siap sana, kita harus pergi ke sekolah ".
ucapku sambil tersenyum menatap aida.
" baiklah ".
ucap aida sambil membalas senyumanku.
" kalau begitu, aku pulang dulu yah ".
ucapku sambil beranjak dari kasur.
" tunggu, aku akan mengantarmu sampai depan ".
ucap aida sambil bergegas beranjak dari kasurnya.
" fiuh, sebenarnya, aku ingin tidur lebih lama lagi, badanku masih pegal-pegal ".
ucapku sambil memijat leherku.
" tidak, nanti ibumu akan marah ".
ucap aida sambil mengelus leherku.
" eh, astaga!, ibu!, pasti dia mencariku semalaman ".
ucapku dengan ekspresi panik.
" tenanglah, ibumu sudah tau kalau kau akan menginap disini ".
ucap aida mencoba menenangkanku.
" eh, ibuku sudah tau?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" Iyah, tadi orang tuaku yang memberitahu mu untuk menginap di rumah ku malam ini ".
ucap aida dengan detail.
" tapi, kenapa ibu tidak memberitahuku?".
tanyaku dengan wajah heran.
" mungkin dia lupa ".
jawab aida sambil tersenyum.
" baiklah, aku pulang dulu yah, nanti kita berangkat sekolah bersama yah ".
ucapku sambil pergi meninggalkan aida.
" yah, aku akan menunggu di depan rumahmu ".
ucap aida sambil melambaikan tangannya ke arahku.
saat aku sudah sampai di depan rumah, aku merasa sepertinya ibu sudah pulang, aku langsung membunyikan bel pintu rumahku.
" ibu!, aku pulang!".
ucapku sambil membunyikan beli pintu berkali-kali.
" Iyah masuklah!, pintunya tidak terkunci ".
ucap ibu dari dalam rumah.
aku langsung masuk kedalam rumah dan mencoba untuk menghampiri ibu, aku ingin bertanya kenapa dia tidak bilang kalau aku akan menginap di rumah aida.
" ibu, kenapa ibu tidak memberitahuku kalau orang tua aida menyuruhku untuk menginap di rumahnya?".
tanyaku dengan wajah kesal.
" astaga, ibu lupa memberitahumu ".
jawab ibu sambil tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" itu masih bisa di maafkan, yang lebih teganya lagi ibu mengunci rumah ini sampai aku tidak bisa masuk dan menunggu di luar berjam-jam ".
ucapku mencoba melebih-lebihkan cerita agar ibu merasa kasihan padaku.
" iyah, ibu minta maaf, ibu sengaja mengunci rumah ini karena tahu kau akan menginap di rumah temanmu ".
ucap ibu dengan nada datar.
__ADS_1
" huh ".
aku langsung pergi menuju ke kamar mandi dengan wajah kesal.
setelah selesai mengganti baju ku, aku langsung berpamitan kepada ibu.
" kau sudah selesai?".
ucap ibu sambil mengelus rambutku.
" iyah bu, aku pamit dulu ".
ucapku sambil berjalan keluar rumah.
" hati-hati dijalan yah ".
ucap ibu sambil melambaikan tangan ke arahku.
" iyah ".
di saat yang bersamaan, aku melihat Aida yang sedang berdiri di depan rumahku.
" kau sudah lama menunggu?".
tanyaku sambil berjalan menghampiri Aida.
" tidak, aku baru saja menunggumu ".
jawab Aida sambil tersenyum.
tanpa bercakap panjang, kami langsung pergi ke sekolah bersama.
" Aida, ngomong-ngomong, apa orang tuamu sudah pulang?".
tanyaku sambil menatap Aida.
" belum, mungkin sore nanti mereka paling ".
jawab Aida sambil memegang dagunya.
" oh yah, ngomong-ngomong, bagaimana hari mu kemarin bersama Kevin?".
tanya Aida sambil mendekat ke arahku.
" mmm, kami hanya bermain seperti biasanya ".
jawabku sambil membuang muka.
" benarkah?".
" he, hey, jangan menatap ku seperti itu, kau membuatku menjadi takut ".
ucapku dengan wajah panik.
" hahaha, maaf-maaf, tapi ngomong-ngomong, apa kalian pernah berciuman?".
tanya Aida dengan wajah polos.
" he, hey!, kenapa kau bertanya seperti itu?!, tentu saja tidak!".
ucapku sambil berusaha tidak panik.
" masa?".
Aida terus saja memancingku sampai membuatku terpojok.
namun di saat yang pas, kami berpapasan dengan anak murid baru tadi yang bernama Niro.
dia hanya fokus menatap ke depan tanpa menyapa kami, namun sebelum kami berpapasan, dia sesekali melirik ke arahku dengan tatapan datar.
" hey, dia anak baru yang tadi bukan?, dia terlihat sangat aneh sekali, dan tidak sopan".
ucap Aida dengan wajah kesal.
aku hanya diam saja sambil terus berjalan, apa yang dilakukan Niro kesana, seharusnya dia tau jalan ke sekolah ke arah sini.
" hey Sherla, apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan ".
ucap Aida sambil menatap ku dengan wajah kesal.
" eh, maaf-maaf, aku tidak mendengar tadi ".
ucapku sambil mengelus kepalaku.
akhirnya, kami sudah sampai juga di sekolah tepat waktu, saat kami ingin masuk kedalam kelas.
" Sherla!".
ada seseorang yang memanggil ku dari belakang, suaranya juga tidak begitu asing.
saat aku menoleh ke belakang, aku melihat Sofia yang sedang berlari menghampiri kami.
" hey, kenapa kau berlari seperti orang yang di kejar setan?!".
ucapku dengan wajah terkejut.
__ADS_1
" fiuh, aku tadi di kejar-kejar oleh anjing ".
jawab sofia dengan nafas ngos-ngosan.
" astaga, aku kira apa tadi ".
ucapku sambil menepuk dahi.
" hehe ".
" bagaimana kau bisa di kejar anjing?".
tanyaku.
" Emm, tadi, setelah aku tiba dari stasiun, aku tidak sengaja menginjak ekor anjing yang sedang tidur ".
ucap Sofia sambil mengelus-elus kepalanya.
" hmmmm ".
" hehe ".
setelah membicarakan hal yang tidak jelas.
kami langsung pergi masuk ke kelas masing-masing.
" orang tadi agak aneh ".
ucap Aida sambil duduk di bangkunya.
" yah, dia orang yang agak polos, tapi dia baik ".
ucapku sambil tersenyum.
" apa dia temanmu?".
tanya Aida sambil menatap ku dengan datar.
" iyah, tapi, kami baru saja kenal ".
jawabku sambil duduk di bangku.
Aida hanya menganggukan kepalanya.
namun setelah beberapa menit kemudian, aku melihat Niro yang datang terlambat di hari keduanya di sekolah.
" hey, lihat, dia baru saja pindah kesini sudah terlambat datang sekolah, benar-benar orang yang aneh ".
ucap Aida sambil menatap sinis pada Niro.
" sudahlah, mungkin dia punya alasan kenapa dia terlambat ".
ucapku mencoba menenangkan suasana.
lalu niro langsung duduk di bangkunya.
" huh ".
entah aku merasa sepertinya Aida sangat tidak suka sekali dengan Niro.
namun setelah beberapa menit kemudian, Niro menjatuhkan sebuah kertas ke bawah mejaku, saat aku menatapnya, dia hanya mengangkat alisnya pertanda itu adalah sebuah kode.
saat aku membuka kertas tersebut, terdapat sebuah tulisan yang isinya.
" temui aku di gudang setelah pulang sekolah, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu ".
setelah membaca isi kertas itu, aku hanya menganggukan kepala pertanda setuju.
setelah pulang sekolah, aku menyuruh Aida untuk menunggu di gerbang sekolah.
" hey, kenapa, ada yang tertinggal?".
tanya Aida dengan wajah heran.
" tidak, sebentar siang kok ".
ucapku sambil mencoba merayu Aida.
" baiklah ".
jawab Aida sambil menganggukan kepalanya.
aku langsung bergegas pergi ke tempat yang di janjikan oleh Niro, di gudang belakang sekolah.
saat sudah sampai disana, aku melihat Niro yang sedang berdiri di depan pintu gudang sekolah.
" akhirnya kau sampai ".
ucap Niro dengan tatapan datar.
" ada apa kau memanggil ku kesini ".
tanyaku dengan wajah serius.
" ada hal yang penting yang ingin ku tanyakan padamu, Sherla ".
__ADS_1