
mmm, tak terasa sekali hari sudah mulai pagi, sepertinya kami tertidur sangat pulas tadi malam, meski listrik saat itu sedang mati, hhh, kami benar-benar melewati banyak hal tadi malam, tapi setidaknya aku mendapatkan banyak hal-hal yang sangat berarti bagiku, ini semua berkatmu, Aida.
" sepertinya ini sudah lewat jam pagi, aku harus kembali ke rumahku ".
ucapku sembari melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.00.
" tunggu!".
saat aku ingin beranjak dari kasur, tiba-tiba saja Aida menggenggam tanganku, padahal dia sedang dalam kondisi tidur.
" astaga, kau membuatku terkejut saja ".
ucapku sambil menepuk dahi.
aku langsung melepaskan genggaman Aida dari tanganku, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
" maaf Aida, kau sangat imut saat tidur, aku tidak bisa menganggumu ".
ucapku sambil bergegas pergi keluar.
" Hoaaam, tapi aku masih mengantuk, lebih baik aku langsung tidur saja ".
ucapku sambil membuka pintu rumah.
" ibu aku pulang, eh?".
aku sangat terkejut saat melihat tidak ada satupun orang di rumah.
" Ayah?!, ibu?!, apa mereka sedang pergi keluar yah ".
ucapku sambil mengecek sekeliling ruangan.
" Ayah?!, ibu-".
lalu pandanganku langsung tertuju pada sebuah catatan yang terselip di meja makan.
" eh?, pasti ibu yang meninggalkan catatan disini, aneh, dia biasanya tidak melakukan ini sebelum dia pergi, biasanya dia tidak meninggalkan ku pesan, dia main pergi saja ".
ucapku dengan rasa heran saat mengambil surat itu.
aku langsung membuka isi surat itu.
" Sherla maulinda, apa kau sedang mencari Ayah dan ibumu?, maaf, tapi mereka sedang bersamaku, kau pasti akan merindukanya, oh tidak, kau pasti sedang panik dan gelisah sekarang kasihan sekali, tapi tenang, jika kau ingin mereka selamat, datanglah ke gudang tua di belakang taman, sendirian, dan jika kau terlambat, kau akan kehilangan Ayah dan ibumu untuk selamanya, wohhh, selamanya itu sangatlah lama, sampai bertemu lagi, Sherla sayang, hahahaha ".
ini bercanda?, ini adalah surat ancaman, sebenarnya apa yang terjadi, siapa orang yang melakukan semua ini, dan apa salahku?!.
" senior!, aku harus segera menghubunginya, dia pasti akan membantu ".
aku langsung bergegas menelpon senior dengan ekspresi yang sangat panik.
tapi senior sama sekali tidak merespon panggilanku, sepertinya dia sedang tidak memegang HP, atau dia juga di culik oleh orang itu?.
" bagaimana ini!, aku harus meminta bantuan siapa lagi?!, Aida!, benar aku harus memberitahunya ".
ucapku sambil bergegas pergi ke rumah Aida.
" Aida!, Aida! ".
ucapku sambil berkali-kali mengetuk pintu.
" Aida!, cepat bukakan pintunya!, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu!".
ucapku sambil mengetuk-ngetuk pintu dengan wajah panik.
" eh?".
aku sangat terkejut karena pintu di rumah Aida terbuka, aku langsung bergegas masuk ke dalam untuk mencari Aida.
" Aida!, Aida! ".
saat mengecek di sekeliling ruangan, aku sama sekali tidak menemukan Aida, dia bahkan tidak ada di kamarnya.
" Aida dimana kau?!".
ucapku sambil mencoba menyebut-nyebut nama Aida dengan lantang, tapi Aida sama sekali tidak merespon, apa telah terjadi sesuatu padanya juga?.
" apa jangan-jangan mereka juga telah menculik Aida?".
ucapku dengan wajah panik
seketika aku langsung teringat dengan isi surat itu, dimana orang itu menyuruh ku untuk datang ke sebuah gudang tua di belakang taman.
__ADS_1
" sepertinya tidak ada pilihan lain!, aku harus pergi kesana, hanya akulah satu-satunya harapan ".
ucapku sambil bergegas pergi keluar menuju ke taman yang biasa aku kunjungi.
akhirnya aku sampai tepat di gudang tua itu, ternyata gudang ini jauh lebih besar dari yang ku duga, tapi, dinding-dinding disini sudah mulai rapuh, bahkan melihatnya saja sudah sudah membuatku merinding, gedung ini harus segera di robohkan.
" baiklah, ayo beranikan dirimu Sherla, sekarang sudah saatnya kau bersinar ".
ucapku sambil memberanikan diri untuk memasuki gudang tua itu.
" halo!"
ucapku sambil membuka pintu gudang besar itu perlahan-lahan.
tapi saat baru memasuki ruangan, aku langsung melihat Ayah dan ibuku yang sedang duduk dengan kondisi yang tidak sadar.
" Ayah!, ibu! ".
aku langsung bergegas berlari ke arah mereka.
ternyata si penculik itu telah mengikat mereka disini, tapi, kenapa dia tidak menyampaikan dirinya dan dengan mudahnya membebaskan Ayah dan ibu?, apa jangan-jangan.
" ini jebakan?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" DORR!!".
tiba-tiba saja pintu gudang itu tertutup dengan kencang.
" waw, waw, waw, aku tidak menyangka kalau kau akan datang kesini ".
ucap pria bertopeng yang tiba-tiba saja mendekat ke arahku dari balik kegelapan.
" siapa kau?!, kenapa kau menutupi wajahmu?!".
ucapku yang mencoba untuk tegar.
" aku adalah seorang pembunuh, dan kau adalah korban selanjutnya ".
ucap pria bertopeng itu sambil menodongkan pistol ke arahku.
ucapku yang sudah mulai panik.
" hmmm, kenapa yah, karena aku suka membunuh, dan masalahnya adalah karena kau adalah korban ku ".
ucap orang itu yang semakin mendekat padaku.
" jika kau ingin membunuh, bunuh saja aku, jangan orang tuaku ".
ucapku sambil merentangkan tanganku.
" sangat menyentuh, ada kata-kata terakhir ".
ucap pira bertopeng itu sambil menodongkan pistol nya tepat ke arah ke arah kepalaku.
aku hanya memejamkan mataku sambil berpasrah. selamat tinggal dunia, hiks
" troooot!".
" SELAMAT ULANG TAHUN!!!".
" eh?!".
entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja lampu menyala dengan terang di sekeliling oleh orang-orang yang ramai.
" selamat ulang tahun Sherla ".
ucap Ayah dan ibu yang memelukku dari belakang.
" eh?!, tunggu sebentar, sebenarnya apa yang terjadi?".
ucapku seperti orang yang kebingungan.
" hahaha, kau tidak tahu, ini adalah hari ulang tahunmu ke 15 tahun ".
ucap Ayah sambil tertawa terbahak-bahak.
" astaga, bagaimana aku tidak ingat ".
ucapku sambil menggaruk-garuk kepala.
__ADS_1
" kami juga sebenarnya tidak ingat, teman-temanmu lah yang merencanakan semua ini ".
ucap ibu sambil menunjuk ke arah Sofia dan Aida yang sedang memegang kue.
" kalian?, bagaimana kalian tahu tanggal lahirku?".
" mmm, sebenarnya untuk hal itu adalah berkat dari Sofia, aku juga di beri tahu olehnya ".
jawab Aida sambil menunjuk ke Sofia.
" kau-".
" jangan tanya, aku memang pandai dalam mencari informasi ".
ucap Aida dengan wajah angkuh.
" berarti ".
pandanganku langsung beralih ke pria bertopeng yang hampir membunuhku tadi.
" kau adalah..".
" yep, bagaimana akting ku tadi?".
ternyata pria yang memakai topeng itu adalah senior.
" kau seharusnya melihat wajahmu yang ketakutan tadi ".
ucap senior sambil tersenyum meringis.
" aku sudah memotret semuanya ".
ucap Sofia sambil menunjukkan foto wajahku yang benar-benar memalukan.
" hey, hapus itu ".
ucapku dengan wajah kesal.
" jangan, ini akan menjadi kenangan indah ".
jawab Aida sambil menepuk bahuku.
" selamat ulang tahun yah, Sherla ".
ucap senior sambil menyentuh bahuku.
" te, terima kasih ".
ucapku yang mulai salting.
" hhh, kalian dapatkan Dari aman tempat ini?".
ucapku sambil melihat-lihat sekeliling gedung.
" Aida yang menyuruh ".
jawab senior.
" astaga ".
" tapi tenang saja, meskipun terlihat rapuh, gedung ini kuat kok ".
ucap Aida sambil tersenyum.
" hey Aida, jangan-jangan saat menginap di rumahmu juga adalah rencanamu?".
ucapku dengan tatapan sinis.
" hehe ".
" sudah-sudah, ayo kita makan kuenya ".
ucap ibu sambil memotong kue itu satu persatu.
" ayo!!".
hhh, hari ini benar-benar sulit untuk di tebak, ada banyak sekali kejutan, ini adalah hari yang bahagia dalam hidupku.
selamat ulang tahun.
SHERLA MAULINDA
__ADS_1